Jumat, 29 Maret 2013

Islam Bukan Agama Keturunan

Islam

Oleh : KH. Abdulloh Faqih

Mari kita semua bersyukur kepada Allah swt karena kita dijadikan seorang muslim. Sebesar-besarnya nikmat adalah nikmat iman dan Islam. Seyogyanya kita tidak memiliki perasaan bahwa sudah sepatutnya kita jadi orang islam, karena bapak ibu kita dan kakek nenek kita juga orang Islam. Sehingga kita menganggap bahwa seolah-olah Islam itu hanya karena faktor keturunan, sebagaimana kita merasa menjadi bangsa Indonesia karena bapak ibu kita orang Indonesia, dan tidak mengerti bahwa menjadi orang Islam adalah anugerah Allah, karena petunjuk Allah terhadap agama yang benar.

“Barang siapa yang dikehendaki dan dipilih oleh Allah untuk mendapat petunjuk-Nya, maka Allah akan melapangkan dadanya untuk (memeluk) Islam”.

(QS. Al-An’am;125)

“Sesungguhnya agama yang benar menurut Allah adalah Islam”

(QS. Ali Imran ayat 19)

“Barang siapa yang memilih agama selain Islam niscaya tidak akan diterima, diakhirat ia akan merasa rugi”

(QS. Ali Imran ayat 85)

Oleh karenanya, marilah kita bersyukur atas nikmat Islam tersebut dengan ucapanAlhamdulillah. Juga bersyukur dalam hati, yakni dengan merasa senang dan bangga menjadi orang Islam. Begitu pula syukur melalui anggota badan, dengan cara menjalankan syariat Islam secara sempurna, yakni menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Itulah yang dinamakan takwa. Rasa syukur itu bisa pula diwujudkan dalam bentuk perjuangan, agar agama Islam senantiasa berkembang dan bisa diwaris oleh anak cucu kita. Jika kita menyukuri nikmat Islam yang telah diberikan tersebut, Insyaallah Islam akan tetap menjadi agama kita sampai kelak menghadap kepada Allah. Karena syukur bisa diibaratkan dengan tali, ia bisa digunakan untuk mengikat nikmat yang sudah diterima, juga untuk menangkap (menghasilkan) nikmat yang belum diterima.

Selain bersyukur kita juga harus merasa khawatir, jangan sampai nikmat Islam itu lepas dari genggaman kita. Seorang yang menjalani Islam selama hidupnya sama artinya tidak Islam ketika di akhir hayatnya mati menetapi su’ul khotimah. Oleh sebab itu, kita harus menghindari hal-hal yang menyebabkan su’ul khotimah seperti menyepelekan urusan shalat, berbuat lalai sehingga bisa kehilangan waktu shalat.

Kemudian, amalan yang bisa dilakukan untuk menggapai khusnul khotimah antara lain: membaca ayat kursi sehabis shalat, dan memperbanyak bacaan Laa Ilaaha Illa Allah. Sebagaimana ada ungkapan, bahwa seseorang biasanya akan meninggal dengan menetapi apa yang biasa ia lakukan semasa hidupnya. Rasulullah juga bersabda, yang artinya: “Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah Laa Ilaaha Illa Allah maka akan masuk surga. Karena sudah nyata menjadi orang Islam”. Kata Sayyidina Ali: “Sempurna-sempurnanya nikmat adalah mati dalam keadaan Islam.

Diriwayatkan oleh Imam Turmudzi, Rasulallah bersabda, “Ingatlah bahwa sesungguhnya anak cucu bani adam dijadikan Allah bermacam-macam tingkatan atau golongan. Ada yang lahir sebagai mukmin muslim sebab bapak ibunya mukmin, lalu hidupnya tetap mukmin sampai mati. Ada yang lahir kafir dan mati dalam keadaan kafir. Ada pula yang lahir mukmin tapi matinya kafir, wal ‘iyadlu billah. Ada yang lahir kafir, hidup kafir tapi matinya mukmin (khusnul khotimah). Wallahu a’lam bisshawab.

Sumber : Kakilangit, edisi-42, Ponpes Langitan Tuban Jatim

Kamis, 28 Maret 2013

25 Dahsyatnya istighfar

istighfar-muslim

Dizaman yang serba tidak menentu ini ada baiknya kita menjadikan Istighfar sebagai salah satu amalan kita, untuk lebih membuat kita semangat melakukannya berikut uraian manfaat dari ber Istighfar.

1. Menggembirakan Allah

Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).

2. Dicintai Allah

Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).

3. Dosa-dosanya diampuni

Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).”(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).

Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).

4. Selamat dari api neraka

Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).

5. Mendapat balasan surga

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).

6. Mengecewakan syetan

Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).

7. Membuat syetan putus asa

Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang,”Saya telah melakukan dosa’.'Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’,kata Ali. Orang itu menjawab,’Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi’. Ali berkata, ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi,’Sampai kapan?’ Ali menjawab,’Sampai syetan berputus asa dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).

8. Meredam azab

Allah berfirman,”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).

9. Mengusir kesedihan

Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

10.Melapangkan kesempitan

Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

11.Melancarkan rizki

Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

12.Membersihkan hati

Rasulullah bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).

13.Mengangkat derajatnya disurga

Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad dengan sanad hasan).

14.Mengikut sunnah Rosulullah shallalhu ‘alaihi wasallam

Abu Hurairah berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).

15.Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah

Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).

16.Bersifat sebagai hamba Allah yang sejati

Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).

17.Terhindar dari stampel kezhaliman

Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”(QS.al-Hujurat: 11).

18.Mudah mendapat anak

Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).

19.Mudah mendapatkan air hujan

Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’.(Kitab Fathul Bari: 11/98).

20.Bertambah kekuatannya

Allah berfirman,”Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(QS.Hud: 52).

21.Bertambah kesejahteraanya

Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).

22.Menjadi orang-orang yang beruntung

Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.an-Nur: 31).
Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).

23.Keburukannya diganti dengan kebaikan

Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.al-Furqan: 70).
“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”(QS.Hud: 114).

24.Bercitra sebagai orang mukmin

Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).

25.Berkeperibadian sebagai orang bijak

Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67).

Wallahu a’lam bish showab..

(artikel Islami/arrahmah.com)

- See more at: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/25-dahsyatnya-istighfar.html#sthash.E8foxmTB.dpuf

Rabu, 27 Maret 2013

Keistimewaan Kota Mekkah

makkah

MEKKAH, dengan Madinah, tak pelak menjadi dua kota yang sangat penting dalam perjalanan hidup Rasulullah Muhammad SAW ketika menyebarkan Islam.

Rasulullah sendiri berkata pada hari pembebasan kota Makkah, dari Ibnu ‘Abbas: “Sesungguhnya tanah ini telah diharamkan oleh Allah, maka tidak boleh ditebang tumbuhannya, tidak boleh diburu hewan buruannya, dan tidak boleh dipungut satupun barang yang hilang padanya kecuali orang yang mencari pemiliknya.” (HR. Al-Bukhari no. 1587 dan Muslim no. 2412).

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: “Ada lima jenis binatang fasik yang boleh dibunuh baik di tanah haram ataupun di luar tanah haram: Ular, gagak yang di punggung atau perutnya ada warna putih, tikus, anjing gila, dan elang.” (HR. Muslim no. 1198)

Makkah adalah kota yang haram (mempunyai kehormatan) atas pengharaman dari Allah Ta’ala. Karenanya dia mempunyai hukum tersendiri yang membedakannya dari kota lainnya walaupun itu adalah kota Madinah.

Di antara keistimewaannya adalah:

a. Tidak boleh menebang tanaman atau mematahkan ranting, kecuali tanaman idzkhir yang dikecualikan dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim.

Yang dimaksud dengan tanaman di sini adalah tanaman yang tumbuh dengan sendirinya. Adapun tanaman yang tumbuh karena ditanam, misalnya tanaman buah milik seseorang atau yang semacamnya, maka ini diperbolehkan untuk memotongnya.

b. Hewan yang ada di dalamnya tidak boleh diganggu apalagi diburu, karena siapa saja yang masuk ke dalam Makkah maka dia telah mendapatkan keamanan, baik dia manusia maupun binatang.

Akan tetapi dikecualikan darinya kelima hewan yang tersebut dalam hadits di atas, karena semuanya boleh dibunuh. Sebab pembolehan mereka dibunuh adalah karena mereka adalah hewan yang fasik, yaitu mengganggu dan berbahaya bagi manusia. Maka dari sebab ini, diikutkan padanya semua hewan selain dari lima ini yang memberikan mudharat kepada manusia.

c. Semua barang yang jatuh di jalan atau tercecer dari pemiliknya tidak boleh dipungut apalagi diambil, akan tetapi harus dibiarkan begitu saja. Kecuali bagi orang yang ingin mencari pemiliknya maka diperbolehkan bagi dia untuk memungutnya. [assalafiyyah]

Fakta Menarik Soal Madu

1443157-honey-madu-p

Kompas.com – Madu, hidangan sehat, manis, dan lezat. Kita bahkan dapat bertahan hidup hanya dengan makan madu. Benarkah? Berikut ini beberapa fakta menarik tentang madu seperti dilansir dari All Women Stalk.

Sumber makanan.

Madu merupakan sumber makanan agar seseorang perlu hidup. Di dalamnya mengandung antioksidan, vitamin, mineral, bahkan air.

Membuat sehat.

Madu juga mengandung enzim tertentu yang membantu tubuh mencerna makanan dan menjaga sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik. Secara keseluruhan, madu sehat untuk pencernaan, tulang, dan menyeimbangkan berat badan.

Menyembuhkan.

Selain sehat, madu juga bersifat penyembuhan. Beberapa kondisi kesehatan yang dapat diobati dengan madu adalah alergi, infeksi, sakit tenggorokan, dan luka bakar.

Tidak basi.

Madu dapat disimpan tanpa takut basi.

Rasa madu.

Madu memiliki rasa yang berbeda. Itu karena perbedaan bunga yang dihisap oleh lebah. Selain rasa, warna madu juga dibedakan oleh jenis bunga.

Jerawat.

Lupakan pembersih mahal yang dijual di pasaran jika kita ingin mencoba menyembuhkan jerawat. Gunakan masker madu dan biarkan selama beberapa menit sebelum dibilas. Jerawat secara bertahap akan berkurang.

Kecantikan.

Punya kulit kering? Atau kerutan kecil di daerah mata? Oleskan madu ke wajah. Biarkan selama 30 menit sebelum dibilas dengan air hangat. Madu tidak hanya manjur dari segi kesehatan, tapi juga kecantikan.

Parasit.

Ada parasit dalam tubuh yang mampu menyebabkan penyakit berbahaya. Untuk menghilangkannya, cobalah minuman campuran madu, cuka, dan air.

Menenangkan.

Jika kita merasa cemas, gugup, atau insomnia, cobalah mengonsumsi madu. Madu memberikan efek menenangkan pada tubuh. Madu juga merupakan suplemen energi yang efektif jika kita merasa lelah.

Sudahkah Anda minum madu hari ini?

Spring Break: Pesta Liar Super Gila Mahasiswa Amerika

timthumb (1) Udah pernah denger belum tentang spring break? kalo kamu belum tahu, spring break ini adalah pesta yang diadain khusus sebagai ajang tahunan yang digelar dipantai terbesar di Amrik sana. Acara ini nggak dilewatkan oleh ribuan mahasiswa dari berbagai kampus. Jangan kira mereka lagi ngelakuin kegiatan amal atau hal- hal yang positif lainnya, waah jauuhhh. Pesta ini bener- bener liar dimana mereka bisa bebas melakukan hal gila kya kissing, telanjang, seks bebas, minuman keras dan narkoba dimuka umum. Seperti aturan yang nggak tertulis, kelakuan setan itu justru malah jadi hal yang wajib kudu ada disaat pesta, Dan nggak boleh Malu!!

Nah, tahun ini, Spring Break diadain di South Padre Island, Texas. 6000 mahasiswa ngumpul bareng disana. Dan bayangpun sodara- sodara, saking liarnya pesta itu, nggak sedikit loh korban luka- luka. Mau tahu seperti apa gilanya acara yang dijuluki pesta pantai terbesar di dunia ini? Siapkan mental dulu sebelum baca info ini ampe abies yach.

Secara udara pantai yang panas gitu, tapi nggak membuat mereka mengurungkan niat buat tetap berpesta. Karena itulah dengan pakaian bikini dan super minimalis mereka beraksi ditepi pantai dengan adegan yang dramatis, seksi dan hot #versi mereka tentunya. Bahkan salah satu juru kamera berhasil menangkap momen vulgar banget dimana seorang cowok yang sedang menyiram tubuh cewek didepannya, bukan dengan air raksa, melainkan dengan bir alias minuman keras. Dan mereka ngerasa happy banget. # gila part 1

Mereka semua juga menari- nari ditepi pantai dengan hentakan musik yang keras, nggak perduli cewek dan cowok, semua gabung jadi satu. Bahkan yang gay dan lesbianpun, bisa tampil akrab tanpa ada yang boleh ganggu. Dan dipesta ini, ada aturan jika nggak berlaku siapa kekasih siapa. Karena disana, satu wanita adalah milik bersama. Mereka bisa pegang dan bisa perlakukan sesuka hati mereka, dan nggak boleh ada yang marah. Bahkan Gilanya, mereka bahkan ada yang melakukan hubungan sex didepan umum. Atau kalau mereka pengen lebih privat, mereka bisa menghabiskan waktu berdua di hotel- hotel dekat pantai dengan pasangan yang dipilih secara random # gila part 2

Cuma itu aja? nggak sob!! buat mereka yang nggak suka panas- panas dipantai, mereka bisa leluasa ngadain pool party, alias pesta di kolam renangnya. Banyak cewek-cewek yang hampir naked, bahkan jadi primadona saat pesta berlangsung. Pokoknya yang datang disana dilarang malu, termasuk waktu banyak tangan-tangan cowok menyentuh mereka #gila part 3

Karena saking liarnya pesta ini, nggak sedikit dari mereka yang sampai harus diseret-seret karena habis mabuk atau sakau dan ampe nggak bisa jalan. Yang begini, nggak cuma dilakuin oleh para cowoknya, cewekpun nggak ketinggalan loh. Bahkan salah satu dari tenaga medis yang merawat mereka menggambarkan kalau kejadian saat itu jauh lebih buruk dari apa yang dilihatnya dalam perang Irak. Pertanyaannya, trus kenapa juga tetap diadain sodara-sodara?

Terus biasanya, habis pesta mereka nggak buru-buru balik badan dan pulang. Mereka menghabiskan waktu buat nongkrong di klub deket pantai. Mau ngapain? bukan mau ngopi tubruk, bos, melainkan menikmati  sajian tari yang dibawakan oleh penari stripper. Seakan dari mereka nganggap kalau tanpa yang satu ini, acara bakal garing dan mereka bahkan mengakui kalau mereka ngerasa ada kepuasan tersendiri saat bisa teriak- teriak waktu melihat aksi hot penari bugil ini.

Sob, disini kita nggak lagi menghakimi atau menghukumi siapapun. Tapi semua yang punya pikiran waras, bahkan anak kecil pun tahu kalau yang mereka lakukan adalah sampah. Seneng- seneng dengan cara yang super parah begitu, apa iya bisa disebut dengan senang-senang? Sob, lalu kenapa nggak kita tanya kepada diri kita sendiri, masihkah di negeri yang anak mudanya jelas-jelas.. #yah yang seperti kamu baca diatas deh, males kita nyebutinnya, masih kita jadikan role model dan kita rela jadi fans nya mereka? helllooo, adakah yang salah dengan kita? jawabannya kamu sendiri yang tahu.

(NayMa/voa-islam.com)

Perkara Receh

Receh Di salah satu toko buku terbesar di Indonesia. Muka saya mulai masam. Pikiran mulai keruh. Tas ransel hitam yang sebelumnya melekat di punggung sudah dibedah semua isinya. Dompet hitam yang biasanya lebih sering saya masukkan ke dalam tas dari pada saku celana tidak ketemu. Saya memang memutuskan tidak membeli buku. Namun satu kewajiban yang saya harus tunaikan adalah membayar parkir. Sungguh tidak besar, hanya seribu rupiah. Tapi dalam keadaan saya yang tidak membawa dompet. Uang seribu sama saja dengan semilyar atau bahkan tak hingga bila dikonversikan. Persis seperti teori kebutuhan Moslow.

Saya mencoba merogoh semua sela dari setiap rongga di tas, di celana, dan di baju. Mengawasi dengan seksama lantai mungkin saja ada beberapa receh yang terjatuh. Setelah dikumpulkan semua yang saya berhasil peroleh hanya delapan ratus rupiah. Artinya saya kurang dua ratus rupiah lagi!

Betapa saat itu perasaan tertekan. Seolah saya telah dimainkan oleh uang dua ratus rupiah. Berusaha melakukan hal mulai dari cara masuk akal hingga sama sekali tidak. Singkat cerita pada akhirnya saya berhasil mendapatkan sisa uang itu dengan meminta uang pada seorang wanita yang tengah menunggu jemputan di depan toko buku -yang sama sekali tak saya kenal-.

Begitulah kita. Selama ini kita sering meremehkan semua hal yang kecil yang ada dalam hidup kita. Kita meremehkan keberadaan uang receh seratus, dua ratus, lima ratus rupiah. Kita sering menunda melakukan sesuatu karena meremehkan waktu dalam satuan detik, menit bahkan jam. Sering sekali mengatakan lima menit lagi saja, atau besok saja ku kerjakan, sekarang saya mau begini dulu. Saya tobatnya kalau sudah tua saja, sekarang saya ingin foya-foya dulu. Padahal waktu tidak akan pernah genap menjadi satu jam tanpa adanya satu menit.

Kita baru menyadari, menghargai lalu mensyukuri itu semua, justru ketika itu semua tidak kita miliki, ketika itu semua hilang dari genggaman kita. Sesungguhnya semua itu sudah lama telah kita miliki.

Betapa banyak orang yang lalu lalang tanpa pernah menghentikan siklus dalam hidup kita. Datang dan pergi. Kita tidak pernah tau mana yang lebih dulu. Seperti telur dan ayam. Karena mereka masih ada di sekitar kita. Saat mereka pergi barulah kita sadar betapa kepingan hidup kita hanya tersisa kenangan. Apakah kita cukup hanya hidup dengan kenangan? Seindah apapun kenangan, itu hanya fana. Maka mungkin itulah kenapa ada surga, agar manusia tidak lagi hidup hanya bahagia dalam kenangan. Semua telah abadi. Siklus telah terhenti.

Ribuan puzzle peristiwa yang kadang terbang begitu saja seperti buih pada sabun. Kita tidak pernah sungguh memberikan makna pada semua itu. Saat kita dihadapakan pada badai kehidupan dan harusnya kita belajar dari pengalaman, kita malah seperti keledai dungu yang tak tau apa-apa. Bukankah setiap hal yang diciptakan Allah tidak ada yang percuma. Mungkin saja semua peristiwa kecil dari hidup kita adalah pembelajaran.

Syukur sering tandus karena lalai. Sering kita mengucapkannya hanya sebatas ungkapan. Terkadang kita terangsang bersyukur justru ketika melihat musibah sedang menimpa orang lain.

“Alhamdulillah kita di Indonesia masih bisa makan. Bayangkan saudara-sauadara kita di Somalia harus kelaparan. Perut mereka yang buncit, tapi setiap organ yang lain kering kerontang. Hanya tersisa tulang belulang.”

“Alhamdulillah kita mampu membeli baju dengan harga dengan digit 0 di atas 6, lihatlah mereka dipinggir jalan yang lusuh dan serba compang-camping.”

Semakin dramatis, semakin tulus rasa syukur kita. Pantaskah kita harus mulai bersyukur hanya setelah melihat ketidakberdayaan, penderitaan orang disekitar kita? Pantaskah kita menjadikan kesengsaraan orang lain sebagai komoditas alasan kita bersyukur?

Betapa banyak hal yang bisa diambil dari diri kita sendiri untuk memulai bersyukur. Kalkulasi sendiri, Daftar sendiri, semua ada di ruang dan waktu hidup kita sendiri. Karena nikmat yang kita rasakan adalah tentang relativitas kehendak Allah Sang Pemurah. Takdir.

Sakit; Tanda Cinta Allah Kepada Hamba

demam

Oleh: Badrul Tamam

Al-hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam terlimpah kepada Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Musibah itu datangnya dari Allah Ta'ala. Terkadang ia menjadi bukti kecintaan-Nya kepada seorang hamba. Ia laksana obat, walaupun pahit ia akan meminumnya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Dalam hadits Shahih disebutkan,

إِنَّ عِظَمَ الجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلَاءِ وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا اِبْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

"Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum pasti Dia menguji mereka. Maka siapa yang ridha (terhadapnya) maka baginya keridhaan Allah, dan siapa yang marah (terhadapnya) maka baginya kemurkaan Allah." (HR. Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah) Karenanya, orang yang paling banyak menerima musibah adalah para nabi dan rasul. Dengan itu, Allah mengangkat derajat mereka, meneguhkan kebenaran mereka, dan menjadikan mereka sebagai teladan bagi semua mahluk.

Di antara musibah yang Allah timpakan kepada hamba dalah sakit. Seorang mukmin melihatnya sebagai sebab yang menghapuskan dosa-dosanya. Penyakit-penyakit yang menimpanya sebagai kafarat (penebus) atas kesalahan-kesalahan yang telah ia lakukan.

Allah Ta'ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. Al-Syuura: 30)

Dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhuma,Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَا يُصيبُ المُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ ، وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ ، وَلاَ حَزَنٍ ، وَلاَ أذَىً ، وَلاَ غَمٍّ ، حَتَّى الشَّوكَةُ يُشَاكُهَا إلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَاياهُ

"Tidak ada sesuatu yang menimpa seorang muslim berupa rasa capek, sakit, cemas, sedih, gangguan, dan rasa susah; sampaipun duri yang mengenainya kecuali Allah akan menjadikannya sebagai kafarah (penghapus) dari kesalahan-kesalahannya." (HR. al-Bukhari dan muslim)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, berkata: RasulullahShallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَا يَزَالُ البَلاَءُ بالمُؤمِنِ وَالمُؤْمِنَةِ في نفسِهِ ووَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى الله تَعَالَى وَمَا عَلَيهِ خَطِيئَةٌ

"Tidaklah seorang mukmin dan mukminan tertimpa musibah pada dirinya, anaknya dan hartanya sehingga ia berjumpa Allah Ta'ala tidak membawa satu kesalahanpun." (HR. Al-Tirmidzi. Beliau berkata: hadits hasan shahih)

Dalam al-Shahih disebutkan, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah menjenguk seorang badui yang sedang sakit. Adalah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam apabila menjenguk orang sakit beliau berkata padanya,

لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

"Tidak apa-apa, Insya Allah Suci (dari dosa-dosa dan kesalahan)." Sang badui tadi menyahut, "Engkau mengatakan suci! Oh Tidak, tetapi ia itu demam tinggi atas orang tua yang menghantarkannya ke kubur." Kemudian NabiShallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab, "kalau begitu ya." Maksudnya: bagimu apa yang engkau inginkan dan engkau takut mati.

Sakit adalah sebab untuk memperoleh pahala besar dan derajat tinggi di sisi Allah. Syaratnya, apabila orang tersebut bersabar dan ridha dengan apa yang menimpanya serta meminta pahala kepada Allah atas apa yang menimpanya tersebut..

Sakit juga bisa mendekatkan seorang hamba kepada Tuhan-nya dan menjadi sebab turunnya ampunan dan rahmat.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ  أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun" Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah: 155-157)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam hadits qudsi; Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla akan berfirman pada hari kiamat, "Wahai anak Adam, Aku sakit engkau tidak menjengukku." Ia berkata: Wahai Rabb, bagaimana aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau adalah Rabb semesta alam. Allah menjawab, "Tidakkah kamu tahu hamba-Ku si fulan sakit dan engkau tidak menjenguknya. Tidakkah kamu tahu jika kamu menjenguknya kamu dapati aku ada di sisi-Nya." (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

يَوَدُّ أَهْلُ الْعَافِيَةِ ، يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، حِينَ يُعْطَى أَهْلُ الْبَلاَءِ الثَّوَابَ ، لَوْ أَنَّ جُلُودَهُمْ كَانَتْ قُرِضَتْ فِي الدُّنْيَا بالْمَقَارِيضِ

"Orang-orang yang sehat saat melihat pahala yang diberikan kepada ahlul bala' (banyak dapat musibah) nanti di hari kiamat berkeinginan kalau saja kulit-kulit mereka dipotong dengan gunting saat di dunia." (HR. al-Tirmidzi dan dihassankan Syaikh Al-Albani) tujuannya agar mendapatkan pahala yang didapatkan oleh orang-orang yang tertimpa banyak musibah di dunia.

Dari Abu Musa al-Asy'ari, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Apabila meninggal anak seorang hamba, maka Allah berfirman kepada malaikat-Nya, 'kalian telah ambil anak hamba-Ku?' Mereka menjawab, 'Ya'.

Lalu Allah berfirman, 'Kalian telah ambil buah hatinya?' Mereka menjawab, 'Ya'.

Allah berfirman, 'apa yang dikatakan hamba-Ku?' Mereka menjawab, 'Ia memuji-Mu dan beristirja." Maka Allah berfirman, 'Bangunkan satu rumah untuk hamba-Ku di surga, dan namai rumah itu bait al-Hamd (rumah pujian)'." (HR. Al-Tirmidzi. Beliau berkata: hadits hasan)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاءِ،وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاهُمْ،فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا،وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

"Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya cobaan. Dan sesungguhnya, apabila Allah suka kepada suatu kaum maka Allah berikan cobaan kepada mereka; siapa yang ridha maka bainya keridhaan (Allah) dan siapa yang marak baginya kemurkaan (Allah)." (Al-Tirmidzi)

Sakit juga bisa melenyapkan sifat sombong dan banga diri dari hati pencari ridha Allah. Ibnul Qayyim berkata, "Kalau tidak ada cobaan dan musibah dunia niscaya seorang hamba akan tertimpa penyakit sombong, ujub, congkak, dan kerasnya hati yang semua itu adalah sebab kehancurannya di dunia dan akhirat."

Saat Harun al-Rasyid sakit dan tidur di atas kasur kematiannya maka ia melihat kepada kebesaran dan hartanya, lalu berkata: "Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.Telah hilang kekuasaanku dariku!!" kemudian ia berkata: aku ingin melihat kuburku yang aku akan ditimbun di dalamnya. Lalu ia dibawa kekuburannya. Harun melihat ke kuburan dan menangis. Lalu ia memandang ke langit seraya berkata: Wahai Dzat yang tak akan hilang kekuasaan-Nya, rahmati orang yang kekuasaannya telah hilang!" Wallahu Ta'ala A'lam.

Pernahkah Anda Takut Kala Pesawat Turbulance? Maka Hayati Tulisan ini…

pesawat

Banyak sekali orang yang takut dan mengeluh saat mereka naik pesawat terbang, mereka baru bisa tenang setelah pesawat tersebut mendarat. Pada wajah sebagian mereka terbersit rasa ketakutan pada saat pesawat masih mengudara . Dan ketika pesawat tiba tiba berbenturan dengan angin kencang, sebagian dari mereka ada yang benar benar lupa dengan semua orang yang ada di sekitarnya dan tetap alami ketakutan sampai pesawat itu mendarat.

Anehnya, ketika pesawat tersebut sudah mendarat, terasa aman maka orang  tersebut wajahnya kembali ceria, dan lupa dengan kematian yang akan menutup seluruh kehidupannya.

Apakah orang orang semacam ini tidak mengerti, bahwa Ilah yang dapat menjatuhkan pesawat adalah Ilah yang sama yang dapat merengut nyawanya di manapun, melalui perantara apa saja saat ia bisa dijemput kematian walau berada di daratan. Berkenaan dengan hal ini, Allah Ta’ala berfirman :

“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit, bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba tiba bumi itu berguncang? Atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit, bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatanMu (Al Mulk 16-17)

Dan Ilah itu pula yang mencabut nyawa sebagian orang ketika mereka sedang tidak sakit dan segar bugar , dan memanjangkan umur sebagian orang padahal mereka sudah dikelilingi berbagai macam penyakit kronis.

Takut kepada Allah SWT, semestinya yang tidak boleh pudar dalam situasi dan kondisi apapun. Kita tidak boleh lupa, bahwa mata Allah tidak pernah lalai dan kekuasaanNya pun tidak pernah berakhir .

- Abdul Hamid Al Bilali -

Senin, 25 Maret 2013

Kisah Seorang Bocah Yang Membuat Para Muslim Menjadi Malu

anak-baca

Rasulullah saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)

Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.

Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.

Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan.

Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad ’Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil.

Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, ”Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?”

Wartawan itu berkata: ”Tidak”. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.

Bocah itu kembali berkata , ”Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?”. Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. ”Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan ’umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ?”

Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, ”Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat.”

Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, ”Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?” Dia diam sesaat kemudian menjawab.

Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, ”Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku”.

Wartawab bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?”

Muhammad tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”. Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”.

”Apakah cita-citamu ?” tanya wartawan

Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”.

”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?” tanya wartawan lagi.

Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : ”Sesungguhnya gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain”.

Tampaklah senyuman di wajah Muhammad ’Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka’bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.

Kemudian Muhammad meneruskan, ”Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.”

Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, ”Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.”

”Apakah cita-citamu yang lain ?” tanya wartawan.

“Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka.” jawab Muhammad

Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.

Muhammad berkata, ”Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.”

”Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?” tanya wartawan lagi.

Muhammad menjawab, “Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.”

“Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ?” tanya wartawan

Maka dia menjawab dengan meyakinkan : “Tentu”

”Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?”

Muhammad menjawab, ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.”

”Apakah engkau sholat di sekolahan ?”

”Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari” jawab Muhammad

Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan,”Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ?”

Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan. Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan.
Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.

posted by Pujiono Abuzuhasna

Tanda Cinta Untuk Orang Tercinta

Oleh : KH. Abdullah Habib Faqih

kasih ibu Pernahkah kamu membayangkan hidup tanpa didampingi bapak dan ibu? Saat itu tidak ada tempat mengadu, mengeluh, merengek, memohon belas kasih, tidak ada yang dimintai tolong dan juga dimintai uang. Itulah duka laranya. Tapi sekarang, kanapa saat kamu masih didampingi oleh orang tua, justru kadang-kadang ada saja masalah yang kamu keluhkan. Yang pendapatnya orang tua tidak oke, atau sarannya tidak nyambung, yang orang tua tidak pengertian, yang suka mengatur, dan lain sebagainya. Intinya menandakan kalau hubunganmu sama mereka itu kurang baik.

Sebagai seorang santri, kamu harus selalu menjaga komunikasimu dengan orang tua, agar senantiasa harmonis dan selalu kondusif. Bagaimana tidak? Lah Allah SWT telah menitipkan bahan cikal bakal kejadianmu pertama kali pada tulang rusuk bapakmu, lalu menitipkan janinmu pada rahim ibumu. Yang kemudian, kamu dipeliharanya selama sembilan bulan untuk selanjutnya dilahirkan ke dunia. Dan waktu terus berjalan, sementara kamu masih terus dalam asuhan orang tuamu hingga pada saat ini. Itulah kasih sayang orang tuamu yang abadi sepanjang masa. Pernahkah ada orang tua yang begitu membenci anaknya? Kalaupun ada, pastilah dia sedang dirasuki setan. Kasih sayang orang tuamu hanya tercurahkan padamu. Mereka senantiasa memberikan yang terbaik untukmu, semua dilakukan tanpa pamrih, basa-basi dan mengharap imbalan sedikitpun.

Hubungan kamu dengan orang tuamu bukan cuma sebatas hubungan darah dan keturunan, tapi juga hubungan hati, emosi dan segenap perasaan. Oleh karena itu, Allah senantiasa mengingatkanmu untuk selalu menjaga hak orang tuamu. Allah juga memerintahkanmu untuk selalu cinta dan menghormati mereka, dengan cara berbuat baik dan sopan santun, berbakti dan berkorban demi mereka, serta menjunjung tinggi nama baiknya. Bahkan di dalam Alquran perintah patuh kepada orang tua diletakkan sesudah perintah taat kepada Allah SWT.

Disamping itu kamu juga diperintah untuk membuktikan rasa cintamu dengan memperlihatkan sikap seriusmu dalam menuntut ilmu, tekun ibadahmu dan tawadlu’ perilakumu khususnya selama di pondok ini. Dengan demikian, berarti kamu sudah mampu memberikan yang terbaik untuk ayah bundamu. Karena kalau itu benar-benar kamu lakukan, maka sesungguhnya jerih payahmu dan amal perbuatanmu juga dicatat sebagai amal ibadah dan jerih payah orang tuamu, pada hakikatnya adalah amal ayah ibumu juga. Dan pahalanya akan dilipat gandakan sesuai dengan kadar jerih payahmu.

Oleh karena itu, perbanyaklah beraktifitas, berpayah-payah dalam ibadah dan belajar di pondok ini, agar ayah bundamu meraih sebanyak mungkin pahala Allah. Dengan demikian kamu dicatat sebagai anak yang berbakti, yang tahu diri, menghargai dan mampu balas budi pada orang tua, dan pastinya kelak anak-anakmu akan melakukan hal yang sama untukmu di masa tuamu.

sumber: Langitan.net

Meneladani Rumput

rumput Oleh : KH. Abdullah Habib Faqih

Bila kamu memperhatikan kehidupan rumput di halaman pondokmu atau di sawah belakang sekolahanmu, maka kamu akan dapatkan padanya keteladanan daya survive yang tinggi.

Rumput mengajarkan banyak keteladanan, utamanya mental ketahanan dan kesuksesan. Setiap hari ia diinjak-injak, disabit, bahkan dicabut dari tanah, tapi esok harinya tumbuh kembali. Rumput tidak akan mati hanya dengan sekali injak, bahkan ribuan kaki menginjaknya setiap hari ia akan tetap hidup dan tetap bangkit. Itulah mental pemenang.

Seorang santri yang ingin sukses dalam menuntut ilmu harus memiliki ketahanan mental dalam menghadapi berbagai macam cobaan, ujian, rintangan, halangan, gangguan bahkan jutaan problem yang selalu datang. Ia tetap tersenyum meskipun merasa tidak nyaman, jiwanya tertekan atau bahkan tidak krasan. Ia selalu bisa menghibur diri sendiri. Ia tetap bergembira saat diterpa rindu pada orang tua. Ia bisa bangkit dari tekanan sumpek yang menghimpitnya. Ia adalah rumput yang akan selalu tumbuh meskipun selalu diinjak.

Semangat hidup rumput adalah semangat perjuangan. Dan hakikat hidupmu adalah berjuang, berjuang untuk selau eksis sampai kamu meraih kesuksesan. Karena kesuksesan tidak akan mudah untuk digapai, maka kamu harus terus berjuang untuk tetap eksis di pondok ini. Karena dengan eksis-lah kamu bisa tetap belajar memahami banyak hal untuk menjawab tantangan zaman.

Kehidupan akan terus mengalami perubahan dan banyak tantangan, karena itu kamu harus memiliki mental ketahanan serta ketahanan mental dalam menghadapinya. Bila hanya karena satu cobaan, kamu gagal untuk tetap eksis di pondok ini, maka sama artinya kamu gagal memiliki modal ketahanan mental untuk menghadapi tantangan hidup yang sesungguhnya di masa mendatang.

Allah Swt. mendatangkan ujian dan cobaan di sela mondokmu dalam rangka untuk menolongmu, untuk mempercepat ekselerasi dan laju gerakmu dalam meraih cita-citamu. Tanpa ada ujian dan cobaan tak akan ada kenaikan level keimanan, keilmuan, kepribadian dan ketangguhan yang bisa kamu raih.

Yang harus kamu lakukan adalah meneladani rumput yang kokoh dan tahan terhadap jutaan injakan. Kamu harus belajar darinya bagaimana bisa tabah menghadapi ujian, berjiwa sumeleh dengan kenyataan, selalu berlatih untuk tetap tumbuh dan berkembang pada kondisi sesulit apa pun.

Sukses memang sulit, tiket ke surga memang mahal. Hanya orang-orang yang eksis -yang mau bertahan, rela menderita, dan siap bersusah payah- yang akan meraih cita-cita dan menggapai kesuksesan dunia akhirat.

Maka, bersemangatlah wahai santri untuk tetap memiliki ketahanan dalam menghadapi ujian dan cobaan di pondok ini. Berjuanglah untuk selalu ikhlas merelakan masa mudamu, mendermakan waktu bersenang-senangmu, menukarkan kebahagianmu berada di rumah dengan tetap eksis menuntut ilmu di pondok ini. Komitmenlah menjual masa-masa indahmu dengan membeli masa keabadianmu di sisi Allah Swt.

sumber: langitan.net

Tahukah Anda Apa Saja Sebagian Kenikmatan Di Surga?

ilustrasi

Makanan dan Minuman di Surga

Imam Ahmad berkata : Telah menceritakan kepada kami Miskin bin Abdul Aziz dari ‘Asy’asy Adh-Dharir dari Sahr bin Hausyab dari Abu Hurairah, bahwasanya   Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya penghuni Surga yang paling rendah adalah  orang yang memiliki tujuh tingkatan dan tigaratus pelayan yang mendatanginya setiap pagi dan sore dengan membawa tiga ratus piring  yang terbuat dari emas dengan berisi makanan. Bagian awal dan akhirnya sama lezatnya. Mereka membawa pula tigaratus bejana yang memiliki warna yang berbeda-beda. Bagian awal dan akhirnya sama lezatnya.”

“Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim. (Yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.” (Qs.Al Muthoffiffin : 27 – 28)

Pakaian dan perhiasan di Surga

“Mereka memaikai pakaian sutra tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat  dari perak, dan Tuhan  memberikan kepada mereka minuman yang bersih.” (Qs. AL Insaan : 21)

Diriwwayatkan oleh Harmalah dari Ibnu Wahb dari Umar, bahwasanya Darraj (Abu Sammah) menceritakan kepadanya dari Abu Haitsam dari Abu Sa’id Al Khudri dari Nabi shallallu ‘Alaihi wa Sallam: “Sesungguhnya seseorang di Surga akan bertelekan selama tujuh puluh tahun sebelum ia bergerak. Lalu istrinya  datang kepadanya dan menepuk bahunya, iapun memandangi istrinya dan tampak olehnya mukanya di dahi istrinya lebih jelas daripada cermin. Dan sesungguhnya mutiara yang paling kecil yang dipakai istrinya dapat menerangi apa yang ada di antara timur dan barat. Lalu istrinya menyalaminya dan ia pun menjawab salam  salam itu seraya bertanya : Siapakah anda? Istrinya menjawab: “Akulah tambahan.” Dan sesungguhnya  istrinya itu memakai tujuhpuluh pakaian, dan pakaian yang paling rendah sama seperti kaca , pandanagannya menembus hingga ia dapat melihat sum-sum istrinya itu dari balik pakaiannya. Dia memakai pula mahkota. Dan mutiara yang paling kecil pada mahkota itu dapat menerangi apa yang ada diantara timur dan barat.”

Wanita Di Surga

Abu Bakar bin Abu Syaibah berkata : telah menceritakan kepada kami Ahmad bin  Thariq dari Mis’adaah bin  Ilyasa ‘ dari Sa’id bin  Abu  ‘Arubah dari  Qatadah dari Sa’id bin Musayyab dari Aisyah Radhiyallahu anha, bahwasanya Rasulullah didatangi  oleh nenek dari kaum Anshar seraya berkata : “ Wahai Rasulullah, doakanlah aku  agar masuk Surga. Maka Rasulullah  bersabda : “Sesungguhnya Surga  tidak  akan dimasuki oleh nenek-nenek. Setelah itu Rasulullah pergi  untuk menunaikan shalat,  lalu Beliau pergi  ke tempat ‘Aisyah . Maka ‘Aisyah  berkata : Wanita tadi telah menemukan kesusahan akibat perkataanmu. Rasulullah bersabda : “Demikianlah keadaanya, sesungguhnya apabila Allah memasukkan mereka ke dalam surga, niscaya akan diubah menjadi perawan.”

“Dan di dalam Surga  itu ada bidadari-bidadari yang bermata jeli. Laksana mutiara yang tersimpan baik.”(Qs. Al Waaqi’ah : 22-23)

“Sesungguhnya kami menciptakan mereka(bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya.  (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan.”(Qs. Al Waaqi’ah :35-38).  Yakni Allah menjadikan mereka setelah tua renta saat didunia, di Surga kembali muda serta perawan, dicintai oleh suami-suami mereka, dan usia mereka sebaya dengan golongan kanan itu.

Hubungan Biologis di Surga

Bazar berkata : telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ma’mar dari Abu Abdurrahman bin Yazid dari Abdurrahman bin Ziyad  dari Ammarah bin Rasyid dari Abu Hurairah r.a, beliau berkata : Rasulullah ditanya : “Apakah para penghuni Surga melakukan hubungan seksual dengan isteri-isteri mereka ? Rasulullah menjawab : “Benar, mereka melakukannya dengan alat kelamin yang tak pernah kendur dan syahwat yang tak pernah berhenti.”   Dalam hadist lain disebutkan : “Seorang mukmin di surga akan diberi kekuatan seratus orang” dan sesungguhnya penghuni surga apabila selesai melakukan hubungan suami istri, maka istri-istri mereka kembali perawan.

Penghuni Surga memandangi wajah Allah Subhana wata’ala

Muhammad bin Yazid bin Majah berkata di dalam kitabnya ‘kitab sunnah” : telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Syawarib dari Abu Hashim Al Ibadani dari Al Fadhl Ar-Ruqasyi dari Ibnu  Al Munkadir dari Jabir bin Abdullah ra. Bahwasanya Rasulullah bersabda : “Disaat penghuni Surga   asyik merasakan kenikmatan yang mereka dapatkan, tiba-tiba muncul cahaya, mereka mengangkat muka-muka mereka, ternyata Allah SWT telah menampakkan wajah-Nya dengan Rahmat-Nya  dari arah atas mereka. Allah SWT berfirman : “Salam atas kamu wahai penghuni Surga.” Lalu beliau bersabda : “Yang demikian itulah makna firman Allah SWT: “(Kepada mereka dikatakan ) salam, sebagai ucapan salam dari Tuhan  Yang Maha Penyayang.” (Qs.Yaasiin(36) : 58)

Penghuni surga juga tidak tidur karena tidak ada kelelahan di dalam Surga.

Kuda di Surga

Imam Tirmidzi berkata : telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman dari Ashim bin  Ali Mas’udi dari Uqbah bin Al Qamah bin Khadiij dari Sulaiman bin Abu Buraidah dari bapaknya bahwasanya Rasulullah, apakah di Surga ada kuda? Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya jika engkau dimasukkan ke Surga olehAllah, maka setiap kali engkau ingin menggunakan kuda maka engkau akan menggunakan kuda dari yakut yang merah yang akan menerbangkanmu ke mana engkau sukai.” Laki-laki itu berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah orang yang sangat menyenangi kuda, maka apakah di Surga ada kuda?” Rasulullah bersabda: “Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya di dalam surga ada kuda dan onta tanpa pemilik, berjalan di sela-sela daun di Surga, penghuni surga mempergunakannya untuk saling mengunjungi ke mana saja mereka kehendaki.”(Lpat)

Muslimah Cantik, Menjadikan Malu Sebagai Mahkota Kemuliaan

muslimahMuslimah cantik, menjadikan malu sebagai mahkota kemuliaannya…” (SMS dari seorang sahabat)

Membaca SMS di atas, mungkin pada sebagian orang menganggap biasa saja, sekedar sebait kalimat puitis. Namun ketika kita mau untuk merenunginya, sungguh terdapat makna yang begitu dalam. Ketika kita menyadari fitrah kita tercipta sebagai wanita, mahkluk terindah di dunia ini, kemudian Allah mengkaruniakan hidayah pada kita, maka inilah hal yang paling indah dalam hidup wanita. Namun sayang, banyak sebagian dari kita—kaum wanita—yang tidak menyadari betapa berharganya dirinya. Sehingga banyak dari kaum wanita merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu, sementara Allah telah menjadikan rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء

“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,

الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر

“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi)

Begitu jelas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memberikan teladan pada kita, bahwasanya rasa malu adalah identitas akhlaq Islam. Bahkan rasa malu tak terlepas dari iman dan sebaliknya. Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah mahkota kemuliaan bagi dirinya. Rasa malu yang ada pada dirinya adalah hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan.

Namun sayang, di zaman ini rasa malu pada wanita telah pudar, sehingga hakikat penciptaan wanita—yang seharusnya—menjadi perhiasan dunia dengan keshalihahannya, menjadi tak lagi bermakna. Di zaman ini wanita hanya dijadikan objek kesenangan nafsu. Hal seperti ini karena perilaku wanita itu sendiri yang seringkali berbangga diri dengan mengatasnamakan emansipasi, mereka meninggalkan rasa malu untuk bersaing dengan kaum pria.

Allah telah menetapkan fitrah wanita dan pria dengan perbedaan yang sangat signifikan. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam akal dan tingkah laku. Bahkan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 228 yang artinya; ‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang sepatutnya’, Allah telah menetapkan hak bagi wanita sebagaimana mestinya. Tidak sekedar kewajiban yang dibebankan, namun hak wanita pun Allah sangat memperhatikan dengan menyesuaikan fitrah wanita itu sendiri. Sehingga ketika para wanita menyadari fitrahnya, maka dia akan paham bahwasanya rasa malu pun itu menjadi hak baginya. Setiap wanita, terlebih seorang muslimah, berhak menyandang rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.

Sayangnya, hanya sedikit wanita yang menyadari hal ini…

Di zaman ini justeru banyak wanita yang memilih mendapatkan mahkota ‘kehormatan’ dari ajang kontes-kontes yang mengekspos kecantikan para wanita. Tidak hanya sebatas kecantikan wajah, tapi juga kecantikan tubuh diobral demi sebuah mahkota ‘kehormatan’ yang terbuat dari emas permata. Para wanita berlomba-lomba mengikuti audisi putri-putri kecantikan, dari tingkat lokal sampai tingkat internasional. Hanya demi sebuah mahkota dari emas permata dan gelar ‘Miss Universe’ atau sejenisnya, mereka rela menelanjangi dirinya sekaligus menanggalkan rasa malu sebagai sebaik-baik mahkota di dirinya. Naudzubillah min dzaliik…

Apakah mereka tidak menyadari, kelak di hari tuanya ketika kecantikan fisik sudah memudar, atau bahkan ketika jasad telah menyatu dengan tanah, apakah yang bisa dibanggakan dari kecantikan itu? Ketika telah berada di alam kubur dan bertemu dengan malaikat yang akan bertanya tentang amal ibadah kita selama di dunia dengan penuh rasa malu karena telah menanggalkan mahkota kemuliaan yang hakiki semasa di dunia.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128) Di antara makna wanita yang berpakaian tetapi telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/191)

Dalam sebuah kisah, ‘Aisyah radhiyyallahu ‘anha pernah didatangi wanita-wanita dari Bani Tamim dengan pakaian tipis, kemudian beliau berkata,

إن كنتن مؤمنات فليس هذا بلباس المؤمنات وإن كنتن غير مؤمنات فتمتعينه

“Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.” (disebutkan dalam Ghoyatul Marom (198). Syaikh Al Albani mengatakan, “Aku belum meneliti ulang sanadnya”)

Betapa pun Allah ketika menetapkan hijab yang sempurna bagi kaum wanita, itu adalah sebuah penjagaan tersendiri dari Allah kepada kita—kaum wanita—terhadap mahkota yang ada pada diri kita. Namun kenapa ketika Allah sendiri telah memberikan perlindungan kepada kita, justeru kita sendiri yang berlepas diri dari penjagaan itu sehingga mahkota kemuliaan kita pun hilang di telan zaman?

فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman: 13)

Wahai, muslimah…

Peliharalah rasa malu itu pada diri kita, sebagai sebaik-baik perhiasan kita sebagai wanita yang mulia dan dimuliakan. Sungguh, rasa malu itu lebih berharga jika kau bandingkan dengan mahkota yang terbuat dari emas permata, namun untuk mendapatkan (mahkota emas permata itu), kau harus menelanjangi dirimu di depan public.

Wahai saudariku muslimah…

Kembalilah ke jalan Rabb-mu dengan sepenuh kemuliaan, dengan rasa malu dikarenakan keimananmu pada Rabb-mu…

Jogja,  Penulis: Ummu Hasan ‘Abdillah
Muroja’ah: Ust. Muhammad Abduh Tuasikal

Referensi:
Yaa Binti; Ali Ath-Thanthawi
Al Hijab; I’dad Darul Qasim

Yakinlah Selalu Akan Doamu, Anak muda

muda

Suatu hari, sebuah kisah mulia terjadi dan bermula dari suatu tempat yang sangat sederhana, Pangkalan becak. Seorang bapak tua tengah membersihkan keringatnya setelah seharian bekerja. Beliau adalah seorang tua yang berusia sekitar 75 tahun dan sudah lebih dari 35 tahun mencari nafkah dengan menarik becak. Sosoknya sangat sederhana dan murah senyum. Dikalangan teman- temannya, si bapak tua adalah seorang yang sangat disegani, karena kejujurannya.

ketika sore menjelang, ada seorang anak muda menaiki becaknya. Si anak muda adalah seorang yang kaya, terpelajar dan modern. Dia berniat datang ke kota tersebut untuk berekreasi dan melepas penatnya setelah lama bekerja di kota. Berjam- jam mereka berkeliling kota, sampai akhirnya adzan magrib pun berkumandang. Seketika, si bapak tua itu menghentikan becaknya di depan sebuah masjid, dan meminta ijin untuk sholat.

Setelah beberapa lama, mereka kemudian melanjutkan kembali acara jalan- jalan tadi. Dan, sampailah mereka pada sebuah warung kopi dipinggir jalan.

"Nak, apa bapak boleh minta ijin sebentar untuk buka puasa?"

" Bapak puasa? " Jawab anak muda tersebut dengan sedikit terkejut.

" Iya. sebentar saja, bapak ingin beli air dulu"

" Saya ikut sekalian pak. Kita minum kopi bareng. Saya yang traktir" Kata si anak muda dengan semangat.

Mereka berduapun akhirnya melepas lelah sambil ngobrol dan bersantai di warung tersebut.

" Kenapa bapak puasa tapi masih mengayuh becak?. Apa ndak capek?" Si anak muda memulai pembicaraan.

" Bapak sudah terbiasa insyaallah. Ndak apa- apa nak" Jawab pak tua singkat.

  Waktupun terus berlalu. Banyak hal mereka bicarakan bersama malam itu. Dan melihat hari semakin malam, anak muda tersebut berniat pamit pulang. Dia mengucapkan terimakasih seraya memberikan uang sebagai ongkos naik becak. Tapi di luar dugaan, bapak tukang becak itu menolaknya.

" Ini kan ongkos buat bapak tadi setelah seharian mengantar saya." Kata anak muda itu kali ini dengan masih sangat heran

" Ndak nak, trimakasih" jawab bapak tua

" Maap apa masih kurang? Ok. Ini buat bapak semua" Tanyanya lagi sambil memberikan uang 2 ratus ribu.

"Maaf nak bukan begitu. Sebenarnya..."

" Kenapa pak? " Diapun buru- buru memotong perkataan itu.

" Maaf nak, bukan bapak tidak mau menerima. Tapi hari ini hari kamis nak, bapak tidak mau menerima uang dari siapapun yang naik becak bapak. "

" Kok bisa begitu pak?" Tanya si anak muda dengan lebih penasaran. "

"Bapak inikan orang miskin dan bodoh, tapi... sebenarnya bapak ingin naik haji. Semua orang memang mentertawakan bapak, mereka bilang bapak suka berkhayal. Lah wong, buat makan sehari hari saja tidak cukup apalagi naik haji. Akhirnya bapak cuma bisa minta sama Allah, karena bapak yakin Allah satu- satunya yang tidak akan mentertawakan bapak."

"Lalu..." si anak muda tidak dapat menghentikan rasa penasarannya.

"Kalau hari senin dan kamis bapak tidak akan meminta bayaran sedikitpun kalau ada orang yang naik becak. Bapak berniat sedekah dengan tenaga bapak itu. Bapak berharap suatu hari Allah melihat kesungguhan usaha ini dan akan mengabulkan doa bapak."

" Apa bapak yakin? "

" Kalau kita berharap pada makhluk, kita harus siap- siap untuk setiap saat kecewa, tapi kalau kita berharap hanya pada Allah, Dia adalah satu- satunya yang tidak pernah mengkhianati kita, nak. Kita harus Yakin dengan apa yang kita doakan dan cita- citakan, Insyaallah Allah tidak akan mengkhianati kita. "

Sejenak si anak muda tersebut terdiam. Benar- benar kali dia kehilangan walaupun  hanya satu huruf saja untuk di ucapkan. Tak terasa, kopi yang disuguhkan dihadapannya telah dingin. Dan dia masih belum bisa mengatakan apapun. Setelah beberapa saat dia pamit pulang meninggalkan pasar yang ramai dengan hiruk pikuknya.

Setelah sampai di rumah, pikirannya kemudian di penuhi dengan seribu satu hal. Kata- kata bapak tukang becak itu begitu lugu dan natural namun sangat dalam baginya. Entah mengapa, seketika perasaan malu menyeruak melingkupi batinnya. Teringat padanya, bahwa dia selama ini yang selalu dalam gelimang harta dan kekayaan, namun sangat susah baginya untuk sekedar meluangkan waktu untuk mengingat tuhannya. Kesadarannya tiba- tiba muncul dan berkata bahwa ternyata selama ini, harta yang dia miliki hanyalah sekedar ujian baginya, dan sayangnya dia tidak berhasil dalam ujian itu, karena terbukti harta telah membuatnya jauh dari Allah sang maha Rahman.

Masih terngiang di kepalanya, ucapan bapak tukang becak tersebut. Herannya, dia bukanlah seorang profesor atau manusia yang mempunyai gelar terhormat, namun baru kali inilah, seorang yang lugu, sederhana, namun sangat sholeh, telah berhasil menyentuh hatinya.

Beberapa hari kemudian...

Si anak muda akhirnya telah kembali ke kota tersebut, dan kali ini dia berada di tengah- tengah pangkalan becak itu. Telah bulat tekadnya untuk menemui tukang becak tua yang dia jumpai beberapa hari lalu, untuk membicarakan sesuatu. Setelah beberapa jam mencari dan menunggu, maka bertemulah mereka berdua, masih di tempat warung kopi yang sama seperti dulu.

" Apakah bapak mau menemani saya?" tanya anak muda tersebut sambil tersenyum.

" Kemana nak?"

" Saya ingin mengajak bapak berhaji tahun ini"

(NayMa/Voa-Islam.com)

Minggu, 24 Maret 2013

7 Kiat Menjalani Kehidupan

Oleh: Syaripudin Zuhri

28029_489686357742174_1549075828_n

Dalam kehidupan yang selalu saja ada yang tak berkenan di hati atau tak sesuai dengan apa yang diinginkan, maka perlu kiat-kita khusus agar hidup dan kehidupan ini tetap dapt dijalani dengan ebaik-sebaiknya, sebagaimana adanya. Dan memang kehidupan ini seringkalu bukan apa yang kita maua yang terjadi, yang terjadi bahkan seringkali tak terduga, tak disangka-sangka, tak dapat diprediksi dengan otak manusia yang lemah.

Untuk itu ada beberapa hal yang harus dilakukan, dan biasa, setiap pendapat yang dikemukan manusia itu relative adanya, tidak ada kebenaran mutlaq, kecuali ayat-ayat yang terdapat dalam firmat allah SWT di dalam Al Qur’an dan di dalam sabda rosulNya yang mulia, nabi Muhammad SAW. Namun sebagai manusia tak ada larangan untuk membuat kiat-kita tertentu untuk menjalani hidup ini, diantara sebagai berikut:

Pertama, kekuasaan Allah SWT ada di mana-mana dan jangkauan kekauasaanNya sampai kemana-mana, tak ada sesuatupun yang dapat membatasi kekuasaanNya. Ini adalah kekutana yang luar biasa yang bila dpegang oleh keyakinan yang tinggi, karena bagi yang memegang prinsif ini, tak ada lagi rasa takut padaNya. Karena kemanapun dia melangkah, ada pertolongan Allah SWT di manapun dia berada.

Pertolongan Allah SWT, datang tiba-tiba kepada orang-orang yang bertaqwa padaNya, tanpa dimintapun terkadang pertolongan itu dating begitu saja, apa lagi kalau pertolongan itu diminta dalam doa, dan tak ada doa yang tak terjawab olehNya, hanya soal waktu, dan itu hak Allah SWT yang tak bias diganggugat.

Jadi dengan  memegang keyakinan bahwa kekuasaan allah SWT ada di mana-mana, maka kemanapun kita pergi, Dia akan melindungi kita. PerlindunganNya seringkali bahkan tanpa diminta, tahu-tahu ada dan tentu saja melalui makhlukNya. Pertolongan dari orang lain pada hakekatnya adalah pertolongan yang dikirimkanNya pada manusia, karena tanpa izinNya, orang tak bias memberikan pertolongan pada sesamanya, karena Dialah yang menggerakkan itu semua.

Kedua, orang yang selalu kuatir berarti kurang percaya kepada Allah SWT yang Maha Mampu mengatasi semua urusan. Dengan prinsif yang kedua ini akan terlihat, siapa manusia yang sungguh yakin padaNya, karena bila teksepnuhnya keyakinan itu ada pada diri seseorang, maka yang akan timbul adalah keraguan demi karaguan, yang timbul adalah yindak tanduk yang selalu rahu untuk berbuat sesuatu, kayakinannya tak penuh pada Dia yang Maha Mampu mengatasi semua persoalan di alam semesta ini.

Orang kuatir adalah orang yang tak yakin pada setiap langkah perbuatannya, di dalam tingkah laku dan perbuatannya ada selau kata-kata” apa iya-apa iya?” Jadi selalu ragu-ragu dalam bertindak, selalu tidak yakin akan apa yang diperbuatnya, akhirnya semua pekerjaannya menjadi tak selalu berhasil, karena penuh keraguan ada di dalamnya. Padahal kalau punya keykinan yang tinggi padaNya, tak ada sesuatupun yang lepas dari pengamatanNya, semua makhluk diurusnya, dari yang paling kecil sampai yang [aling besar, dari alam microcosmos sampai alam yang macrocosmos.
Ketiga,  Allah SWT tidak akan mengecewakan hambaNya yang beriman. Dengan prinsif ini orang beriman tidak akan pernah takut pada siapapun dan tak pernah takut nasibnya terlunta-lunta, karena dia yakin betul bahwa Allah SWT tak pernah menganiaya hamba-hambaNya, hanya hamba itu sendiri yang menganiaya diri mereka sendiri.

Dengan keyakinan pula seorang yang beriman tidak pernah merasa dikecewakan Allah SWT, karena apapun yang diberikan Allah padanya adalah baik, baik dalam pandangan Allah tentunya. Mengapa? Karena seringkali manusia tertipu dengan pandangannya sendiri, mislanya, sesuatu dianggap baik olehnya, tak tahunya buruk diujungnya. Atau ada sesuatu yang dianggap buruk pada awalnya, justru pada akhirnya baik dan sangat menguntungkan.

Biasanya kalau menghadapi suatu musibah, cobaan, ujian atau apapun namanya manusia seringkali berprasangka buruk kepada Allah SWT, seakan Allah tidak adil kepadanya, karena musibah atau ujian tersebut. Namun dalam kenyataannya seringkali terjadi banyak musibah yang membawa hikmah, banyak ujian justru membawa berkah, banyak cobaan justru membawa keuntungan.

Keempat, terimalah hidup ini sebagaimana adanya, bukan bagaimana maunya kamu. Ini juga yang membuat manusia menjadi banyak bersukur kepadaNya. Karena manusia yang punya prinsif semacam ini tidak mudah diombang-ambingkan kehidupan, tidak mudah goyah diterjang badai kehidupan, tak mudah menyerah dihempaskan oleh berbagai tamparan yang menghantam dirinya.

Karena orang yang punya prinsif semacam ini enjoy saja dalam mejalani kehidupannya, dia menyadari betul bahwa dalam hidup ini sudah ada Yang Maha Pengatur, Dialah Allah SWT, sehingga tak ada sedikitpun kuatir apabila suatu waktu terjadi hal yang bukan maunya, tapi terjadi. Nah dengan menerima hidup  sebagaimana adanya, tak membuatnya seperti dikejar-kejar hantu disiang bolong, semuanya serba ketakutan. Sesuatu yang belum terjadi sudah ditakutkan sedemikian rupa, sehingga hidupnya tak merasa bahagia, karena yang dipikirkan bagaimana kehidupan setahun, dua tahun, lima tahun sepuluh tahun mendatang begitu seterusnya.

Apa yang terjadi? Ibarat kata pepatah” mengharapkan hujan di dari langit, air di tempayan dibuang” maka yang timbul adalah rasa kurang-kurang dan kurang, tidak menerima apa yang ada. Yang ada,  tidak disukuri, yang tak ada, di harap-harap.

Kelima, terimalah orang lain itu sebagaimana adanya orang itu, bukan bagaimana maunya kamu.Ini biasanya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dimana orang begitu banyak menuntut agar orang lain ikut atau mengerti akan dirinya, sementara dirinya tak peduli atau tak mau mengerti apa yang dimaui orang lain. Jadi orang lain selalu saja ada dipihak yang disalahkan, karena kebenaran hanya miliknya sendiri.

Dengan prinsif kelima ini sebenarnya hidup bersama dengan orang lain, siapapun dia, ya istri, anak, teman, sahabat, atasan, bawahan dan lain sebagainya menjadi suatu yang menyenangkan, kalau pakai bahasa gaul” sesatu banget”, ya asik gitu. Dalam bergaul menjadi tak terbebani apa-apa, karena semua manusia itu sama, tak ada bedanya, baik karena pangkat, jabatan, harta , kedudukan dan lain sebagainya, yang membedakan manusia hanya taqwanya.

Saya sengaja tak membawa ayat-ayat, silahkan saja cari di Al Qur’an yang berhubungan dengan ketaqwaan tersebut. Yang jelas bila manusia pandai menerima manusia sebagaimana adanya orang itu, pergaulan akan terasa nyaman, bersahabat, menyenangkan dan tak ada intrik-intrik yang membuat pergaulan menjadi gersang.

Keenam, caci maki dan hinaan orang lain adalah obat untuk mengoreksi diri. Memang banyak orang yang tak tahan akan hinaan orang, apa lagi kalau hinaan tersebut berupa sumpah serapah, caci maki di hadapan orang banyak atau di hadapan umum, apa lagi pada suatu acara yang dihadiri begitu banyak orang, tiba-tiba datang hinaan tersebut, rasa malunya bukan main! Yang menghina mungkin bisa saja sambil tertawa-tertawa kesenangan karena yang dihina kebetulan memang bawahannya yang levelnya jauh di bawah!

Sebenarnya bila ada hinaan semacam itu, bisa disukuri dengan membaca “Alhamdulillah”, gimana sih dihina orang kok Alhamduillah? Loh bukankah ketika dihina orang secara langsung terjadi transfer pahala dari yang menghina ke yang dhina dan sebaliknya dosa yang dihina ditransfer ke orang yang menghina, asik bukan? Dapat pahala gratis.

Jikapun benar apa yang dihina itu, ya tetap Alhamdulillah, berarti dapat masukan dan dijadikan alat untuk meperbaiki diri. Biasanya kalau orang sering dihina dan dengan sabar menghadapinya, jiwanya semakin kokoh, jiwanya semakin tegar dan tak mudah “tersinggung” jadi ketika mendapat hinaan yang bertubi-tubi sekalipun dan datang dari berbagai penjuru, dia tetap tenang, karena sudah kebal! Kalau pakai gaya sekarang EGP aja, emanya gue pikirin!

Ketujuh, kesulitan bukan untuk dihindari, tapi dihadapi dengan lapang dada dan tetap mohon petunjukNya. Ini kehidupan bung! Tak ada kehidupan yang seperti jalan tol lurus saja, mulus-mulus saja, namun jangan lupa jalan tol pun bisa mecet, bahkan bisa macet total! Begitupun kehidupan, di sana sini ada saja kesulitannnya, dan itu bukan hanya dialami oleh seorang dua orang, semua orang mengalminya, jadi dalam kesulitan itu Anda tidak sendirian, lihat saja orang-orang yang hidupnya di bawah garis kemiskinan.

Jadi kesulitan hidup itu bukan hanya milik orang seorang, tapi hampir semua orang mengalaminya, sekali lagi dalam kesulitan hidup itu anda tidak sendirian, ribuan bahkan jutaan orang banyak terhimpit dalam kesulitan hidup dan kesulitan itu bukan dihindari, tapi dihadapi. Bukankah setelah kesulitan ada kemudahan? Bukan firmanNya berbunyi: “Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan, sungguh setelah kesulitan ada kemudahan”  ( Al Insyiroh: 5-6)

Dengan keyakinan pada firman Tuhan ini, Anda akan tegar menghadapi segala macam kesulitan hidup, karena hidup di dunia ini bukan surga, coba baca lagi tentang artikel saya:  “Dunia bukanlah surga dan juga bukan neraka” Dengan keyakinan bahwa kesulitan akan berlalu, maka tak ada istilah menyerah pada kesulitan apapun namanya, di manapun adanya. “Badai pasti berlalu atau semua ini akan berlalu” Lalu mengapa pusing menghadapi kehidupan?

Moskow, 24 Maret 2013.

Kenali Tipe Pemain Pesbuk, Don't Judge Person by Facebook Profile!!!

facebook

Yulianna PS
Penulis Kumcer “Hidayah Pelipur Cinta”

“Don’t Judge Person by Facebook Profile!” Sekilas mirip pepatah yang familiar di telinga kita, “Don’t judge book by cover.” Tetapi yang akan kita bahas kali ini bukan dunia buku, tetapi dunia maya.

Sebuah jejaring yang banyak menjangkiti warga Indonesia adalah pesbuk. Ada yang rela ga makan, rela ga pergi taklim demi pesbuk (kok senyum-senyum, merasa ya?)

“Subhanallah, setiap komentar dan postingan ukhti selalu menyejukkan dan bernilai, bagai permata berkilauan yang memancarkan keindahan.”

(Gubrakkkkkkkkk!!!!)

Komentar seorang ikhwan terhadap teman akhwatnya di pesbuk tetangga, saya tersenyum geli aja, cuma lewat doank dan kebetulan tahu ada yang tebar-tebaran pujian. Di dunia nyata sudah berkali-kali pula saya mendengar akhwat, teman sejawat, sahabat yang cerita-cerita ikhwan-ikhwan pujaannya di dunia maya bernama pesbuk. Banyak yang berpendapat dan meyakini apa yang tergambar di pesbuk adalah gambaran nyata dan pribadi sebenarnya akan diri seseorang.

Ketika seorang dengan akun pesbuk menuliskan postingan-postingan bernilai positif, itu tidak dapat dijadikan rujukan bahwa orang tersebut memang benar-benar sesuai antara kepribadian dan kemampuannya didunia nyata dengan apa yang ditampilkan di dunia maya alias dumay.

Orang yang punya kemampuan mendalam dalam berdebat di dumay, belum tentu ia juga mampu berdebat secara baik dan ilmiah didunia nyata. Bahkan seseorang yang biasa memosting komentar yang panjangnya terbentang dari Sabang sampai Merauke pun belum tentu dia mampu berkata panjang lebar didunia nyata.

Dunia maya adalah dunia penuh pesona, berisikan aneka sandiwara, adegannya palsu belaka, mirip para pemain drama. Jika ingin mengetahui seseorang secara asli dan tulen, bukan dengan cara melihat sepak terjangnya di dumay. Namun kadang kita juga tidak bisa mengatakan seseorang urakan dan berandalan hanya karena postingan pesbuknya yang suka menghajar seseorang dengan kalimat pedas, intinya ya ‘DON’T JUDGE PERSON BY FACEBOOK PROFILE!”

Ada beberapa tipe pemain pesbuk, yang di mana setiap tipe ini kadangkala sesuai karakter asli seseorang di dunia nyata, tetapi ada juga yang berbalik 180 derajat. Berikut tipe-tipenya:

1. TEBAR PESONA

Tipe ini mempunyai cirri-ciri sangat suka update foto. Hampir setiap hari atau setiap waktu, foto-fotonya akan di upload terus-menerus, agar para fansnya pada mampir untuk sekedar memberi senyum, jempol, komentar manis.

Bagi yang cantik seakan berkata ‘nih que cantik’, bagi jilbaber mengandung pesan ‘jilbab que manis khan’, bagi pemakai niqob juga membawa pesan ‘lihat nih que wanita bercadar’, bagi ikhwan juga sama, sangat ganjen bin genit, up load foto-foto agar dikomenin akhwat. Norak khan? Hihihihi. Tipe ini mirip jiwa-jiwa artis. Dahulu hanya artis saja yang bisa berpose-pose ditempat umum, tetapi era sekarang beda, orang biasa pun bisa mengalahkan rating artis, siapa aja yang tertarik boleh memberikan komentar.

2. TABUR SIMPATI

Ciri-ciri dari tipe ini adalah pribadinya yang sangat cengeng, rapuh, mellow, dan seabrek kata sedih lainnya. Semua suasana hatinya akan tumpah ruap dipesbuk. Kalau lagi sedih akan bilang ‘que dijahilin’, que disakitin’, que dibohongin’ de el el. Kalau pas bahagia juga gitu, statusnya berisi ‘asek dapat tiket undian ke new zealand’, ‘hore dapet undian lotre’, ‘uh senengnya dikecup pasangan’, hihihi, lebay bin alay khan. Gak tau ini ajaran siapa yang dipakai.

Rasulullah dan para generasi salaf adalah sebaik-baik generasi yang sangat menyembunyikan amalan-amalan. Kebaikan mereka tidak dapat dihitung, keshalehan mereka juga diacungi jempol, tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat menghindari riya’, menghindari pujian dan simpati.

3. TIPE PUBLIC FIGURE

Manusia jenis ini sangat aktif mengkampanyekan dirinya didumay. Sangat ahli mencari cara agar manusia berduyun-duyun mengalihkan pandangan padanya. Seakan-akan dia adalah manusia hebring, cerdas, mempesona dan punya nama mendunia (hihihi, emang artis Hollywood yang kerjanya pamer).

Postingan manusia jenis ini macam-macam. Dari yang ngejiplak  tulisan orang lalu diklaim karyanya sendiri, ampe postingin foto dari internet yang cakep and dibilang fotonya sendiri. Dan manusia jenis ini tidak segan-segan memakai universitas, kota dan Negara beken untuk menarik manusia agar menyukai dirinya.

Misalnya dia di Hong Kong sebagai pekerja biasa akan menuliskan Kairo-Mesir diakunnya, pekerja di Indonesia akan memakai Negara Amrik agar sibilang wah, kerja dikampung lalu mengatakan kerja di Australia agar terlihat gimane gitu. Sesuatu banget khan? Hihihi.

Sebenarnya masih banyak tipe-tipe lain, tapi saya hanya menyebutkan tiga saja. Yang sangat bagus dan salut tuh pada pesbuker yang memakai pesbuk untuk menggali ilmu, menbebar dakwah ato jualan, jadi waktu pesbukannya engga sia-sia. Yang over PD didumay juga cepet dibenerin, ntar pas diajak kopdar ga sepede didumay khan malu-maluin, iya ga sob? Dan trakhir pesan penulis adalah, hati-hati aja dengan pribadi dumay, dan yang pasti ‘don’t judge person by facebook profile’. Smile ^_^ [voa-islam.com]

Tahukah Anda , Bagaimana Firaun Membangun Piramida?

piramida giza

Sudah sekian lama para saintis kebingungan tentang bagaimana sebuah piramid yang merupakan salah satu bangunan ajaib di dunia ini dibina. Terdapat pelbagai teori yang dikemukakan untuk mengetahui teknologi yang digunakan dalam pembangunan piramid ini kerana teknologi untuk mengangkat batu-batuan besar yang beratnya mencapai ribuan kilogram ke puncak bangunan belum memungkinkan di zamannya. Apakah rahasia di sebalik pembangunan piramid ini?

Harian Amerika Times edisi 1 Disember 2006, telah menyiarkan satu berita saintifis yang mengabarkan bahwa Firaun telah menggunakan tanah liat untuk membangun piramid. Menurut kajian tersebut, disebutkan bahawa batu yang digunakan untuk membuat piramid adalah dari tanah liat yang dipanaskan sehingga membentuk batuan keras yang sukar dibedakan dengan batu asalnya.

Al-Quran Telahpun Mempunyai informasi :

Jika dikaji lebih mendalam, ternyata Al-Quran telah menjelaskan perkara ini 1400 tahun silam sebelum kajian saintifik dijalankan. Perhatikan sebuah ayat Al Quran yang berikut:

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ

“Dan berkata Fir’aun: ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku TANAH LIAT kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahawa Dia dari orang-orang pendusta.” (Al-Qasas: 38)

Para saintis mengatakan bahawa Firaun mahir di dalam bidang ilmu kimia dalam memproses tanah liat sehingga menjadi batu. Teknik yang mereka gunakan adalah sangat misteri jika dilihat dari spesifikasi  batu yang mereka tinggalkan.

Profesor Gilles Hug, dan Dr. Michel Barsoum menegaskan bahawa Piramid yang paling besar di Giza, dibuat dari dua jenis batuan yang terdiri dari batu asli dan batu-batu yang dibuat secara manual hasil dari olahan tanah liat.

Gilles Hug (duduk kiri) dan Dr. Michel Barsoum (berdiri)

Artikel kajian yang diterbitkan oleh majalah “Journal of the American Ceramic Society” menegaskan bahawa Firaun menggunakan tanah jenis slurry untuk membina monumen yang tinggi, termasuk piramid. Kerana tidak mungkin bagi seseorang untuk mengangkat batu berat ribuan kilogram. Sebaliknya pada dasar piramid, Firaun menggunakan batu asli.

Lumpur tersebut merupakan campuran lumpur kapur yang dipanaskan dengan  air garam dan ini akan menghasilkan  terbentuknya campuran tanah liat. Kemudian olahan itu dituangkan ke dalam tempat yang disediakan di dinding piramid. Ringkasnya lumpur yang sudah diaduk mengikut ukuran yang dikehendaki tersebut dibakar, lalu diletakkan di tempat yang sudah disediakan di dinding piramid.

Profesor Davidovits

Profesor Davidovits telah mengambil sampel batu piramid yang terbesar untuk dilakukan analisis dengan menggunakan mikroskop elektron terhadap batu tersebut. Hasilnya, Davidovits menegaskan bahawa batu itu diperbuat dari lumpur. Selama ini, tanpa penggunaan mikroskop elektron, ahli geologi belum mampu untuk membedakan antara batu alam dengan batu buatan manusia.

Sebelumnya, seorang saintis Belgium, Guy Demortier, telah bertahun-tahun mencari jawaban dari pembuatan batu besar di puncak-puncak piramid. Guy Demortier berkata, “Setelah bertahun-tahun melakukan penyelidikan dan kajian, sekarang barulah saya yakin bahwa piramid yang terletak di Mesir diperbuat dengan menggunakan tanah liat.”

Piramid Bosnia

Penemuan oleh Dr Perancis Joseph Davidovits ini adalah hasil kajian yang memakan masa kira-kira dua puluh tahun. Sebuah kajian yang begitu lama terhadap piramid Bosnia, “Piramid Matahari” dan menjelaskan bahawa batu-batunya diperbuat dari tanah liat. Ini memperkuatkan lagi bahawa kaedah ini tersebar luas di masa lalu.

Gambar di atas menunjukkan kaedah tuangan batu berasal dari tanah liat telah dikenali sejak ribuan tahun yang lalu dalam teknologi yang berbeda baik Roma ataupun Firaun.

Bukti-bukti dari kajian menunjukkan kepada kita semua bahwa bangunan bangunan raksasa, patung-patung raksasa dan tiang-tiang yang ditemui dalam teknologi canggih zaman dahulu, juga dibuat dari tanah liat. Al-Quran adalah kitab pertama yang menjelaskan rahsia bangunan piramid, bukan para Ilmuwan Amerika, maupun Perancis.

Kita tahu bahwa Nabi saw tidak pernah pergi ke Mesir dan tidak pernah melihat piramid, bahkan mungkin tidak pernah mendengar tentangnya. Kisah Firaun, terjadi sebelum masa hidupnya Nabi saw ribuan tahun yang lalu, dan tidak ada satu pun di muka bumi ini pada masa itu yang mengetahui tentang rahasia piramid. Sebelum ini, para saintis tidak pasti bahawa Firaun menggunakan tanah liat yang dipanaskan untuk membina monumen tinggi kecuali beberapa tahun kebelakangan ini.

Ajaib, 1400 tahun yang lampau, Nabi Muhammad saw, beratus tahun selepas berakhirnya Dinasti Firaun memberitahu bahwa Firaun membina monumen yang kini dikenali sebagai Piramid menggunakan tanah liat.

Kenyataan ini sangat jelas dan kuat untuk membuktikan bahawa Nabi Muhammad saw tidaklah berbicara mengikut hawa nafsunya melainkan petunjuk dari Allah swt yang menciptakan Firaun dan menenggelamkannya, dan Dia pula yang menyelamatkan nabi Musa. Dan Dia pula yang memberitahu kepada Nabi terakhir-Nya akan hakikat ilmiah ini, dan ayat ini menjadi saksi kebenaran kenabiannya di kemudian hari.

Source: Majalah Biar Betul