Rabu, 23 Januari 2013

Wahai Wanita, Hanya Islam Yang Akan Memuliakanmu

muslimah

Inilah nasib para wanita dijaman dahulu. Di Yunani, wanita hanya dianggap sebagai pemuas nafsu biologis saja. Sudah menjadi kebiasaan bagi mereka memperjual belikan wanita selayaknya hewan.
Hal yang sama juga terjadi di peradapan Arab Jahiliyyah kuno. Dalam Alquran surat Al-Nahl ayat 58 diceritakan bahwa ketika seorang ayah dikabari bahwa istrinya telah melahirkan anak perempuan, maka suaminya tersebut akan merah padam mukanya menahan marah merasa malu. Mereka lalu mengubur hidup-hidup bayi tersebut. Mereka menganggap anak perempuan sebagai aib keluarga, manusia yang membebani, dan bukan manusia produktif yang dapat bermanfaat bagi kehidupan keluarga dan masyarakat.

Nasib wanita dalam peradapan Romawi bahkan lebih tragis, sebab di samping hanya dijadikan sebagai pemuas nafsu, wanita juga tidak mempunyai hak apa-apa. Para laki- lakipun berhak melakukan apa saja kepada para wanita seperti membunuh, menyiksa, dan menjual mereka.

Ketika Islam datang, wanita akhirnya termuliakan. Hal ini bahkan tertulis jelas dalam beberapa ayat suci Alquran dan Hadis Nabi Muhammad SAW.  Keberadaan dan hak- hak wanita  akhirnya diakui.

Akhirnya, wanita mendapatkan hak yang sama dengan laki- laki. Mereka tidak perlu repot- repot memperjuangkan persamaan hak seperti yang banyak dilakukan wanita barat sekarang ini. Wanita dalam islam diberikan wilayah tersendiri untuk berjuang. Dan ketika wanita mantab untuk tetap berjuang di wilayah mereka, bukan berarti wanita menjadi rendah dari pada laki- laki. Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan “ (QS. An-Nahl : 97)

Bukti pemuliaan Islam kepada kaum wanita lainnya adalah pengakuan Islam bahwa setiap orang baik laki-laki maupun wanita mempunyai kesempatan yang sama untuk berprestasi. Dalam Alquran surat An-Nisa ayat 32, Allah berfirman “Bagi orang laki-laki terdapat bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan.”

Sekali lagi, jika para wanita harus melakukan yang berbeda dengan laki- laki bukan berarti mereka terendahkan. Laki- laki memiliki wilayah sendiri, pun demikian dengan wanita. Laki- laki memiliki fisik yang lebih kuat, akal dan logika yang lebih dari pada wanita. Karena itulah mereka dipersiapkan untuk hidup diluar rumah, menghadapi segala konflik dan masalahnya. Sedangkan wanita lebih lembut, dan memiliki naluri sebagai seorang ibu yang telaten dan mengayomi lebih dari pada laki- laki. Untuk itu, Allah memberi ladang dakwah para wanita yang pas yaitu di rumah. Mereka bertugas menjaga anak, dan membereskan rumah suaminya. Dan ini bukan berarti mereka tidak termuliakan dibanding para laki- laki. Sungguh, Allah maha kuasa dalam pengaturan terhadap kebutuhan manusia. 

Islampun juga memuliakan wanita untuk urusan pernikahan, tidak boleh siapapun memaksakan kehendak kepada mereka untuk menikah dengan laki- laki yang tidak mereka sukai. Begitulah islam melindungi wanita. Karena wanita bukan hanya sebagai obyek yang pantas dinikahkan atau dimiliki siapapun, tanpa keridoan mereka sendiri.

Pemuliaan Islam terhadap para wanita juga terlihat jelas melalui Hadist Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda “Sesungguhnya orang yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik ahlaknya, dan paling ramah terhadap istrinya.”

Syariat Islam juga menggariskan bahwa darah haid adalah darah kotor, tetapi wanita yang haid bukanlah makhluk yang kotor. Demikian juga, masa berkabung yang dijalani seorang istri tidaklah harus dengan cara mengasingkannya. Islam hanya membatasi tidak boleh bersolek dan beraktivitas secara bebas. Hal ini jelas sangat berbeda dengan budaya hindu kuno, dimana seorang istri harus rela di bakar-hidup hidup, sebagai bukti kesetiaan terhadap sang suami. Dan bahkan hal ini masih di praktekan oleh sebagian rakyat India sampai saat ini.

Beberapa contoh diatas, adalah sedikit gambaran bahwa hanya islam yang akan memuliakan wanita.

Maka Lihatlah wahai wanita… Lihatlah para musuh islam yang katanya mengusung kebebasan dan memerdekakan wanita dengan doktrin versi mereka. Mungkin dalam pandangan manusia mereka terlihat baik- baik saja, tapi pada kenyataannya pastilah hidup mereka terlihat kacau. Betapa tidak, hal yang mereka ucapkan sebagai pegangan dan pandangan hidup pun juga tidak jelas. Tentu sajalah, tidak akan mungkin ada seorang manusia yang mampu menandingi patennya aturan Allah yang maha dahsyat kemampuannya dalam mengatur hidup manusia. Maka kasihanilah mereka. Karena sejatinya mereka seperti bersandar pada sandaran yang sangat rapuh, yang ketika roboh bahkan bisa menimpa tubuh mereka sendiri. 

Lihatlah betapa agungnya islam melindungi hak- hakmu. Saksikan pula betapa hanya dengan aturan islam, kau akan lebih dihormati. Maka sungguh, wahai wanita…kenalilah islam yang sebenar- benarnya. Pelajarilah islam dengan seutuhnya. Pandaikan dirimu dengan mempelajari aturan yang telah diberikan oleh Allah. Gunakan iman dan akalmu dan jangan hanya sekedar termakan fitnah manusia yang berhati dengki dan ingin merusak kemuliaan islam.

Ketika kau menerima islam sepenuhnya dalam hidupmu, dan menjauhkan egomu serta hanya berbakti dan patuh pada satu tuhan yaitu Allah Subhanahu Wata’ala, maka disanalah hidupmu akan mulia dan jauh dari musibah yang akan merendahkan kehormatanmu sendiri. Jadi, sebenarnya tidak ada pilihan lain bagimu kecuali tunduk patuh kepada islam, karena bukankah kau selalu ingin kehormatanmu tetap terjaga dan suci?

(Syahidah/voa-islam.com)

Minggu, 20 Januari 2013

Arti Di Balik Perubahan Warna Langit Ketika Waktu Sholat Tiba

Oleh: Neo Helmy Latief

1. Waktu Sholat Subuh

sholat-shubuh

Jika kita sering memperhatikan waktu selepas shubuh, apalagi menjelang siang, langit seringkali berwarna biru yang diselingi dengan merah (oranye) yang dihasilkan oleh sinar mentari yang akan terbit.

Dalam Islam, tidur setelah shubuh sangat dilarang karena akan ketinggalan rezeki. Seperti Sabda Rasulullah : “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi harinya,” (HR. Abu Dawud no. 2606, Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236, shahih At-Targhiib waTarhiib no, 1693)

Selain itu, mengapa kita tidak dibenarkan tidur selepas subuh adalah karana warna biru mempertenagakan kelenjar tyroid. Bila kelenjar tyroid kita lemah, kita akan mengalami masalah kehausan sepanjang hari.

Pada waktu shubuh, alam berada dalam spectrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh.

Jadi warna biru muda atau waktu shubuh mempunyai rahasia yang berkaitan dengan rezeki dan komunikasi.

Mereka yang kerap tertinggal waktu shubuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama-kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki. Ini karena tenaga alam yaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad dalam keadaan tidur dalam arti kata lain lebih baik terjaga daripada tidur. Di sini juga dapat kita ambil hikmah untuk solat di awal waktu.

Bermulanya saat azan shubuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonansi pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat shubuh sebenarnya sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.

 

2. Waktu Sholat Dzuhur

Ketika ini warna kuning mendominasi atmosfera. Mengurangi makan pada waktu kuning (siang hari) ialah amalan terbaik untuk menjaga supaya pemikiran menjadi kreatif, tajam, dan peka. Ini mengapa kita amat digalakkan untuk melakukan puasa sunah Senin dan Kamis untuk menggurangi beban kerja organ pencernaan.

Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Warna kuning ini mempunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang- ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat
cerianya.

 

3. Waktu Sholat Ashar

sholat-ashar

Kemudian warna alam akan berubah kepada warna oranye, yaitu masuknya waktu Ashar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovarium dan testis yang merangkumi sistem reproduktif.

Rahasia warna orange ialah kreativitas. Orang yang kerap tertinggal Asar akan hilang daya kreativitasnya dan lebih malang lagi kalau di waktu Asar dipakai buat tidur.

 

4. Waktu Sholat Magrib

sholat-maghrib

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka beresonansi dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini alias menjalankan sholat Maghrib dulu.

Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang.

Tahukah Anda bahwa warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai resonansi yang sama dengan jin dan syaitan. Kita lebih baik untuk berada di dalam rumah pada waktu magrib ini.

 

5. Waktu Sholat Isya

Apabila masuk waktu Isya, alam berubah ke warna merah dan seterusnya memasuki fasa kegelapan. Waktu Isya ini menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian dimana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak.

Mereka yang kerap ketinggalan Isyanya akan selalu berada dalam kegelisahan. Alam sekarang berada dalam kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam dimana keseluruhan sistem tubuh berada dalam keadaan relaks atau istirahat. Allohu alam bi shawwab.

Dibencinya Tidur Di Waktu Pagi Hari

6871351-young-man-lying-down-and-sleeping-in-his-bed

MENURUT para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah).

Di antara bahaya tidur pagi adalah :

1. Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah.

2. Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush sholih (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.

3. Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.

4. Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya. Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.” (Miftah Daris Sa’adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.

5. Menghambat datangnya rizki. Ibnul Qayyim berkata, “Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat.”  (Zaadul Ma’ad, 4/378).

6. Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222). [disarikan dari tulisan: Muhammad Abduh Tuasikal/alrumaysho]

Ketika Jin Berada Dalam Tubuh Manusia (1)

Screen-Shot-2012-12-07-at-1.35.51-PM1

Oleh: Yudhistira Adi Maulana, Penggagas rumah sehat Bekam Ruqyah Centre yang berasaskan pengobatan Thibbunnabawi.

___________________

IHHH SEREEMMM, mungkin hal seperti itu yang kita utarakan bila membicarakan tentang seputar jin. Tapi pengertian jin ini kadang agak sedikit kabur. Baik, kita bahas sedikit mengenai apa itu jin. Secara etimologis , kata jin berasal dari kata janna yang artinya bersembunyi atau tidak terlihat.

Dinamai jin karena tidak bersembunyi dari pandangan manusia. Kata lain yang berasal dari jannaadalah janin, artinya jabang bayi. Yang dinamakan demikian karena dia bersembunyi dalam rahim ibu. Secara terminologis, jin adalah makhluk ruhiah (gaib) yang diciptakan oleh Allah SWT dari api.

Jin ini berwujud udara, sedangkan manusia memiliki pori-pori, karena itu jin bisa masuk dari bagian mana pun kedalam tubuh manusia. Allah SWT Swt berfirman sebagai berikut: “Dia menciptakan jin dari nyala api,” (QS.Al-Rahman [55]:15).

Dalam tafsir, Ibnu Abbas menyatakan bahwa ujung api adalah ujung gejolak api, sedangkan ujung gejolak api adalah udara panas yang keluar dari api. Ketika jin masuk dalam tubuh manusia, dia langsung menuju ke otak , dan melalui otak inilah dia bisa mempengaruhi bagian manapun anggota tubuh manusia.

Kajian dokter yang mutakhir telah membuktikan bahwa penderita kesurupan mempunyai gelombang yang sudah terdeteksi dan terdapat benda yang terasa asing bersemayam di otaknya.

Setidaknya ada empat jenis gangguan jin. Berikut ini empat jenis gangguan yang biasa dirasakan oleh seseorang saat diganggu oleh jin:

1. Gangguan total, yaitu jin mengganggu seluruh tubuh manusia.

2. Gangguan sektoral, yaitu jin mengganggu sebagian anggota tubuh yang berakibat sakit.

3.gangguan berkepanjangan, yaitu jin selalu selalu berada dalam tubuhnya dalam jangka waktu yang lama.

4.gangguan sejenak, yaitu jin berada dalam tubuh yang bersangkutan hanya beberapa detik saja seperti dalam kasus mimpi buruk.

Karakter setan selalu menyuruh dan memotivasi manusia kepada kejahatan, melarang setiap kebaikan, dan membuat manusia takut melakukan kebaikan. Allah SWT berfirman : “Setan mengancam kemiskinan bagi kalian dan menyuruh kalian pelit, sedangkan Allah SWT menjanjikan kalian ampunan dan karunia-Nya,” (QS.AL-Baqoroh [2]:268).

Setan mengancam kemiskinan kepada manusia dengan mengatakan “jika kalian menginfakan harta kalian maka kalian akan jatuh miskin.” Selain bertujuan menyesatkan manusia serta menjerumuskan kepada kekufuran dan kemaksiatan, setan juga bertujuan menyakiti manusia baik dari fisik maupun mental. Setan memiliki kemampuan memperlihatkan mimpi yang mengganggu seseorang dengan tujuan membuat manusia sedih dan merasa sakit.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mimpi seseorang dalam tidur ada tiga macam :

1. Mimpi yang berasal dari Allah SWT

2. Mimpi yang membuat sedih, yang berasal dari setan

3. Mimpi yang berasal dari suara hati.

Jika kita bermimpi baik itu artinya datang dari Allah SWT dan boleh menceritakannya kepada orang lain. Sebaliknya bila bermimpi buruk, ketahuilah itu berasal dari syetan, oleh karena nya berlindunglah kepada Allah SWT dan dilarang untuk mengumbarnya.

[BERSAMBUNG]

Siapa Yang Bisa Melihat Jin?

dunia-ghaib_islampos_jin

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan,” (QS: Al-An’am 6:112).

ALAM jin adalah alam yang berdiri sendiri, ia terpisah dan berbeda dengan alam manusia namun keduanya hidup dalam dunia yang sama, kadang tinggal dalam rumah yang dibangun atau di diami manusia. Keduanya pun mempunyai kesamaan yakni berkewajiban untuk beribadah kepada Allah: “Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanyalah untuk beribadah kepadaKu” (QS. Adz-Dzariyat 51:56).

Menurut Ibnu Aqil sebagaimana dikutip asy-Syibli dalam bukunya Akam al-Marjan fi Ahkam al- Jann, mengatakan bahwa makhluk ini disebut dengan jin karena secara bahasa jin artinya yang tersembunyi, terhalang, tertutup. Disebut jin, karena makhluk ini terhalang (tidak dapat dilihat) dengan kasat mata manusia. Oleh karena itu, bayi yang masih berada di dalam perut ibu, disebutjanin (kata janin dan jin memiliki kata dasar yang sama yakni jann) karena ia tidak dapat dilihat dengan mata. Demikian juga orang gila dalam bahasa Arab disebut dengan majnun (dari katajann juga) karena akal sehatnya sudah tertutup dan terhalang.

Siapa yang bisa melihat jin dan bagaimana wujudnya?

Kecuali dalam kondisi tertentu yang itu pun sangat jarang terjadi. Kondisi dimaksud misalnya ketika seseorang meminum air sihir dari dukun, atau karena jin telah berubah wujud misalnya menyerupai hewan. Tapi sekali lagi hal itu sangatlah jarang. Tidak dapat dilihatnya jin dalam bentuk aslinya, tentu ini merupakan rahmat bagi manusia, karena dengan demikian manusia bisa hidup tenang, tanpa ada rasa takut sedikitpun. Sedangkan keadaan wujud jin itu sendiri menurut beberapa ayat dan hadits sebagai berikut;

1.   Sebagian hewan dapat melihat wujud jin misalnya anjing dan keledai

Artinya: “Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila kalian mendengar ayam jantan berkukuruyuh (kongkorongok), maka mintalah karunia dari Allah, karena sesungguhnya ayam itu melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, berlindunglah kepada Allah dari godaan dan tipu daya syaithan karena keledai itu telah melihat syaithan”. (HR. Bukhari Muslim).

Dalam hadits lain dikatakan: Artinya: “Dari Jabir bin Abdullah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila kalian mendengar anjing menggonggong dan himar meringkik, maka berlindunglah kepada Allah karena sesungguhnya mereka itu melihat sesuatu yang kalian tidak dapat melihatnya” (HR. Abu Dawud dalam shahih sunannya).

2. Jin memiliki wujud yang sangat jelek

Jin (setan), memiliki bentuk yang sangat jelek. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an ketika Allah menyamakan pohon Zaqum yang tumbuh di dasar neraka, dengan kepala setan dalam hal sama-sama buruk bentuk dan rupanya. Hal ini sebagaimana tertuang dalam firman Allah surat ash-Shafat ayat: 64-65: Artinya: “Sesungguhnya dia (pohon Zaqum) adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala. mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan” (QS. As-Shafat 37: 64-65).

3.  Jin mempunyai dua tanduk dan sayap

Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kalian bermaksud untuk shalat pada waktu matahari terbit juga pada waktu matahari terbenam, karena pada kedua waktu itu saat dimana dua tanduk setan muncul” (HR. Muslim).

Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menghabarkan kepada kami bahwasannya jin itu terdiri dari tiga kelompok. Pertama, jin yang selalu beterbangan (melayang) di udara, kedua, jin dalam wujud ular-ular dan anjing- anjing dan ketiga, jin yang mempunyai tempat tinggal dan suka bepergian” (HR. Thabrani, Hakim, Baihaki dengan sanad yang shahih).

Dalam riwayat lain dikatakan: Artinya: “Ubaidullah berkata: Imam adh-Dhahhak pernah ditanya: “Apakah setan mempunyai sayap?” ia menjawab: “Bagaimana mereka dapat terbang menuju langit kalau mereka tidak memiliki sayap” (HR. Ibnu Jarir). [sumber:akhirzaman]

Tempat Tinggal Jin

tempat-tinggal_-rumah-jin_islampos

JIN memang suatu mahluk yang hidup terpisah dengan manusia. Namun, ada hadist-hadist Rasulullah Muhammad SAW yang secara jelas menyebutkan bahwa di dunia ini ada tempat-tempat yang memang dijadikan tempat tinggal oleh jin. Apa saja?

Di tempat-tempat kotor seperti Toilet dan tempat sampah.

“Dari Zaid bin Arqam, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya toilet-toilet itu dihuni oleh Jin. Oleh karena itu, apabila seseorang di antara kalian masuk WC, maka katakanlah: Allahumma inni audzubika minal khubutsi wal khabaits (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari gangguan jin laki-laki dan jin perempuan” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).

Kata muhtadhirah dalam hadits di atas maksudnya adalah dihadiri atau ditempati oleh jin (yahdiruhal jinn). Hanya saja, jin yang tinggal di tempat-tempat kotor seperti WC itu hanyalah jin kafir. Adapun jin muslim mereka tinggal di tempat-tempat bersih dan wangi.Oleh karena itu, setiap muslim disunnahkan setiap kali memasuki toilet atau WC untuk berdo’a: “bismillahirrahmanirrahim allahumma inni audzubika minal khubutsi wal khabaits“, karena dengan berdoa demikian, jin kafir itu tidak akan mengganggu kita sekaligus tidak akan dapat melihat aurat kita ketika mandi. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Saw dalam salah satu haditsnya:

“Dari Ali, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila seseorang masuk WC kemudian berdoa: ” bismillahirrahmanirrahim “, maka mata jin akan tertutup dan tidak akan dapat melihat aurat keturunan Adam” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).

Waktu Berkeliaran Jin

haunted_house_3d_screensaver_26299

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila sore hari menjelang malam tiba, tahanlah (di dalam rumah) anak-anak kecil kalian, karena pada saat itu setan berkeliaran. Apabila permulaan malam sudah tiba, diamkanlah anak-anak kalian di dalam rumah, tutuplah pintu-pintu (termasuk jendela) kalian dengan terlebih dahulu menyebut nama Allah karena setan tidak akan dapat membuka pintu yang terkunci dengan menyebut nama Allah sebelumnya, dan ikatlah kendi-kendi air kalian (qirab adalah jama dari qurbah yakni tempat air yang terbuat dari kulit dan di ujungnya biasa diikat dengan tali untuk menghalangi kotoran masuk) sambil menyebut nama Allah, tutuplah bejana-bejana atau wadah-wadah kalian sambil menyebut nama Allah meskipun hanya ditutup dengan sesuatu alakadarnya dan matikanlah lampu-lampu kalian (kalau mau tidur),” (HR. Bukhari Muslim).

DALAM hadits di atas Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menganjurkan lima hal ketika sore hari menjelang malam tiba.

1. menyuruh masuk dan diam anak-anak,

2. menutup pintu, karena dengan demikian, setan tidak akan mengganggu anak tersebut juga setan tidak akan bisa masuk ke dalam rumah yang sudah terkunci dengan menyebut nama Allah sebelumnya.

3. mengikat (menutup) tempat air.

4. menutup bejana dan wadah-wadah, karena setan juga tidak akan bisa membuka tempat air dan bijana yang disebutkan nama Allah sebelumnya, dan matikanlah lampu apabila menjelang tidur.

5. matikan lampu sebelum tidur karena dengan demikian, kita akan terhindar dari bahaya kebakaran yang seringkali dilakukan setan. Setan seringkali bermaksud untuk membakar rumah dan penghuninya dengan jalan menyerupai seekor tikus lalu menubruk tempat lampu tersebut sehingga api bisa menjalar. Untuk itu Rasulullah menganjurkan agar lampu dimatikan sebelum tidur. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:

“Ibnu Abbas berkata: “Suatu hari seekor tikus datang menyeret kain yang dipintal kemudian dilemparkan ke hadapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang sedang duduk di atas tikar. Kemudian kain dipintal yang dibawa tikus tadi terbakar persis sebesar uang dirham. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Kemudian bersabda: “Apabila kalian tidur, matikanlah lampunya, karena syaithan seringkali berwujud seekor tikus yang membawa sesuatu (yang mudah dibakar) yang ditujukkan ke lampu tersebut sehingga dapat membakar kalian,” (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih).

Dalam hadits lain juga dikatakan:

“Dari Jabir, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kalian melepaskan binatang peliharaan dan anak-anak kalian ketika matahari terbenam sehingga hitam legammnya sore hari (sunda=layung) betul- betul hilang, karena setan-setan berkeliaran ketika matahari terbenam sampai saat dimana hitam legamnya sore hilang (sampai waktu malam tiba)” (HR. Muslim).

Mengapa setan berkeliaran pada waktu menjelang malam? Menurut Ibn al-Jauzi, karena gerak gerik setan pada waktu malam jauh lebih gesit dan kuat dari pada waktu siang. Karena waktu gelap bagi setan adalah waktu yang lebih fresh dan lebih menguatkannya, di samping memang kegelapan dan warna hitam adalah kesukaan setan. Karena itulah, dalam salah satu hadits Rasulullah Saw mengatakan: “Anjing hitam itu adalah setan”. (lihat juga dalam Fathul Bari, VI/342).

Senin, 07 Januari 2013

Kebebasan Itu Omong Kosong!!

freedom

"Aku pengen hidup bebas!! aku paling nggak suka diatur- atur". Itulah curcol kebanyakan kita yang ngerasa hopelessbanget, saat merasa jadi boneka karena suka diatur- atur oleh orang- orang sekitar. Sebagai anak baru gede yang lagi nyari jati diri, kadang kita pengen sesuka hati melangkah kemanapun  yang kita suka, buat nyari pengalaman. Tapifriend,apa iya kebebasan yang sedang kita cari itu matchbanget sama kita? apa iya kebebasan itu membebaskan kita? dan apa iya dengan kebebasan itu, kita bisa hidup enak dan nyaman? yuk bareng- bareng kita discuss disini.

Friend, saat kita merasa pengen bebas, maka saat itulah justru kita bakal ngerasa terkungkung banget. Kok bisa? ya iyalah, dengan hidup bebas tralala ala kita,  masalah bakal makin banyak, dan rasanya hari- hari makin runyam aja. Karena hidup tanpa aturan itu sama dengan mobil yang nggak ada remnya. Pertanyaannya, siapa bersedia setor nyawa buat naik mobil yang jelas- jelas remnya blong? kalo berani, ya coba aja atuh! sehat nggak... almarhum iya! hee...

Taukah kamu friend, kebebasan yang sebenarnya adalah justru saat kita mau patuh sama aturan Allah. Hidup akan jadi teratur, hati serasa adem banget, dan nggak ada lagi tuh cerita semrawut. Batin kamu akan terasa MERDEKA. Dan kalau kamu tanya, kenapa harus pakai aturan Allah? karena eh karena Allah kan yang nyiptain kita, jadi jelas dunk kalau Allah jugalah yang paling tahu yang terbaik buat kita. Nggak percaya? buat aja tandingan kalau situ bisa dan merasa (sok) mampu!!

Jadi buat kamu yang merasa hidup kamu lonely atau semarawut, buruan cek deh. Siapa tau kamu udah terlalu jauh melangkah friend. Jangan sampai kamu malah tambahdesperate dan makin jauh aja sama Allah. Kebingungan kamu nggak bakal ada ujungnya, sebelum kamu kembali ke jalan Allah. Ini persis banget sama yang difirmankan Allah dalam Alquran, friend

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta..."(QS Thaahaa [20]: 124 – 126). Juga di ayat yang lain,“Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.” (QS. Ar Rad: 28).

Masih nggak percaya? coba aja deh sono. Semakin kamu jauh, pikiran kamu semakin melayang dan hidup kamu akan makin nggak jelas.

Dan satu lagi, jangan gampang dongkol kalo ortu kita kadang cerewet sama kita. Yah, jangan lihat caranya deh, lihat manfaat nasehatnya aja. Toh, ortu kita adalah orang yang paling tulus sama kita. Mereka marah justru karena mereka sayang sama kita. Mereka nggak pengen kita sampai salah jalan, atau mengalami kesalahan yang mungkin pernah mereka lakukan dulu. Lagi pula, nanti kalo kita udah tua kaya' mereka dan lihat anak kita bandel, may be kita juga bakalan melakukan hal yang sama kok seperti yang mereka lakukan saat ini.

So friend, berhentilah menuntut kebebasan yang tanpa aturan! karena kebebasan yang seperti itu hanyalah omong kosong dan nggak bakal bisa buat hidup kamu bahagia.

(NayMa/voa-islam.com)

Kasih sayang Itu Bernama Ibu

ibu

Seringkali dunia dibuat takjub oleh kesuksesan para tokoh- tokoh besar karena kecerdasan, kekuasaan, ataupun pengaruh mereka. Selain itu mereka juga dipuja karena kontribusi dan kisah inspiratif yang begitu melegenda. Sebut saja Imam syafi'i. Siapa yang dapat meragukan kemampuan beliau dalam penguasaan ilmu. Diusia sembilan tahun saja, prestasi spektakuler sudah ditorehkannya. Pada usia belia tersebut, beliau sudah mampu menghafal seluruh isi Alquran.

Kisah inspiratif lainnya juga terjadi pada Thomas Alfa Edison. Dia adalah seorang anak tuna rungu, yang bahkan dibilang bodoh oleh guru disekolahnya sendiri. Dia akhirnya keluar sekolah, yang hanya dinikmatinya selama tiga bulan. Tapi cerita sedih itu berubah saat dia telah tumbuh dewasa. Thomas berhasil memegang rekor 1093 penemuan yang dipatenkan atas namanya. Dan diakhir cerita, jadilah dia salah satu superstar, ilmuwan hebat dunia yang sangat mendunia.

Dari sedikit cerita diatas, mungkin muncul pertanyaan dalam diri kita, siapakah yang menjadi motivator manusia- manusia hebat tersebut? Siapakah tokoh heroik yang telah sukses mengantarkan mereka menuju kesuksesan? Jawabnya tidak lain adalah para ibu mereka.

Ibu mereka tidak hanya sekedar melahirkan dan menyusui. Tapi lebih dari itu, profesi mereka sebagai seorang ibu yang bahkan tidak dinilai dengan uangpun, mereka jalankan dengan baik. Pengayoman, pendidikan, perhatian, dengan setulus- tulusnya, mereka berikan demi masa depan si anak. Karena itu tak berlebihan jika kita menyebut bahwa Ibu adalah kata lain dari kasih sayang.

Mungkin para ibu tersebut tidak memiliki kepandaian dalam hal ilmu seperti anak- anak mereka yang melegenda. Namun para ibu itu adalah satu- satunya yang memiliki ketulusan dan keikhlasan untuk mereka, anak- anaknya.

Masihkah kita ingat kisah tentang Nabi musa? Ibunya yang dengan ikhlas menjalankan perintah Allah untuk menghanyutkan nabi musa, walau nabi musa saat itu masih bayi. Suatu hal yang memang jika dinilai dengan nalar atau batin seorang ibu, pastilah tidak akan tergapai. Namun begitulah keikhlasan itu yang ada dalam hati para ibu tersebut, yang menyelamatkan anaknya. Hal yang sama juga terjadi pada ibu Imam syafii. Beliau yang rela melepas anaknya untuk merantau untuk mendapatkan ilmu. Walau dengan linangan air mata, sang ibu rela dengan harapan dan doa, bahwa anak- anak mereka kelak akan menjadi seorang yang sukses.

Maka jika kita telah menjadi orang yang sukses hari ini, ingatlah bahwa ibu kita lah yang mengantarkan kita untuk bisa menjadi seperti sekarang ini. Doa, kasih sayang, dan perhatian terbaik yang selalu dipanjatkannya adalah "hutang" terbesar yang tidak akan mampu kita bayar, bahkan dengan nyawa kita sekalipun. Lalu, sudahkah hari ini kita menyapa beliau, dan mendoakan yang terbaik pula untuk beliau?

Dan untuk kita para wanita, rugilah bagi yang memilih untuk hanya sekedar menjadi wanita yang melahirkan dan menyusui, namun menolak menjadi seorang ibu yang sebenarnya. Rugilah para wanita yang justru lebih bangga dengan pujian manusia disekelilingnya karena kecemerlangan karirnya di luar rumah saja, dan melalaikan kebutuhan anak- anak dan rumahnya. Karena nanti saat kita telah tiada, dunia tidak akan berhenti dan akan tetap melanjutkan aktivitasnya. Kitapun hanya sejenak dikenang dalam sebatas kenangan. Namun jika kita memilih untuk menjadi seorang ibu yang disayangi anak- anak kita, selamanya mereka akan menyayangi kita. Mereka akan tetap menengadahkan tangan dan memohonkan doa bagi kita untuk dimuliakan oleh Allah di akherat sana. Dan kita akan tetap bersemayam dalam hati mereka sebagai sosok wanita yang mulia. InshaAllah

(Syahidah/voa-islam.com)

Ini Adalah Tentang Cowok "Cantik"

timthumb

Belum lama ini kontes waria remaja di gelar disalah satu wilayah di Jakarta. Mereka bahkan berhasil menobatkan pemenangnya. Selain itu kontes kecantikan serupa juga rutin digelar di luar negeri dengan iming- iming hadiah ratusan juta rupiah.

Pertanyaan kemudian muncul, kenapa sih mereka harus memaksakan diri jadi cewek saat mereka udah begitu ganteng menjadi cowok?

Hal yang jadi alasannya sih macem- macem. Mereka bilang ada yang pengen cari yang namanya bahagia, karena dengan yang mereka lakukan sekarang mereka merasa bisa menjadi diri mereka sendiri yang utuh. Tapi apa iya setelah menjadi seorang banci, mereka bener- bener bahagia? jawabannya pasti nggak juga tuh. Mungkin di depan kelihatannya iya. Tapi dalam hati nurani mereka pastilah pertentangan itu ada. Masak sih? alaahhh, gampang aja lah dibaca. Gimana nggak, menurutmu ada nggak kebahagiaan yang lebih pasti, selain ikut dengan aturan Allah? 100 % jawabannya, nggak!. Dan menurutmu ada nggak dosa yang lebih menggelisahkan selain saat kita menentang aturannya Allah? 100 % jawabannya, nggak!. So, kalaupun mereka bahagia, itu hanya sesaat, dan sisanya mereka akan semakin bingung dengan jati diri mereka sendiri.
Selain itu, ada juga yang beralasan dengan menyalahkanbackground keluarga dan kehidupan masa lalu mereka, yang membentuk mereka memilih menjadi cowok "cantik" seperti sekarang. Friend, tapi bukankah hidup itu adalah nggak untuk masa lalu, melainkan masa depan yang masih suci, ya nggak?. Yups, seperti apapun masa lalu kita, tapi masa depan kita masih suci alias nggak ada dosa, kecuali kita sendiri yang menuliskan dosa disana. Memaki masa lalu nggak akan merubah masa depan kita, kecuali kita sendiri yang cerdas mendidik diri buat bergerak dan berubah.

Semua orang pasti pernah berbuat salah dan lupa. Bahkan yang sekelas Nabi pun juga pernah ditegur oleh Allah saat melakukan kekhilafan, apalagi kita?. Lalu kenapa harus menghukum masa depan kita, yang seharusnya kita bisa lebih baik bersamanya?.

So, kalau kamu termasuk dari salah satu cewek "ganteng" atau cowok "cantik", buruan pikir 1000 x deh. Memang sih, tiap orang punya style masing- masing, tapi hidup bukan tentang selera kita bro!!. Karena kita kudu ingat tujuan kita hidup buat apa. Ibarat kata "no free lunch" alias nggak akan ada yang gratis di dunia, semua pasti dipertanggugjawabkan di akherat nanti. Kalau kita memilih style kita, pastikan bahwa gaya itu match banget dengan aturan Allah, atau kalau nggak kamu sendiri yang bakala repot buat kedepannya.
"Dari Ibnu 'Abbas, dari Nabi SAW, bahwasanya beliau melaknat wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita". (HR. Abu Dawud)

Kelihatannya pesan Rasulullah tersebut sudah cukup jelas buat kita, kan?

Hidup itu memang terdiri dari pilihan-pilihan yaitu ada yang baik dan yang buruk. Tapi bukan pilihan kita untuk memilih mengikuti aturan Allah atau menentangnya. Aturan Allah itu mutlak dilakukan. Ya iyalah, apa iya kita mau nyalahin Allah, dengan alasan salah nyiptain kita, atau mendemo Allah karena dianggap naruh jiwa di badan yang salah? helloooo, yang bener aja bro and sis!!
Yakin deh, kegelisahan, kebingungan atas ketenangan hati kita itu nggak akan selesai sebelum kita menyerah kepada aturan Allah SWT yang sebenar- benarnya. Kalau kita masih keras kepala dengan menjadi cowok- cowok "cantik" dan cewek "jantan", dengan alasan yang bernama kebebasan berekspresi, atau hak azasi untuk melakukan apapun dalam hidup kita, hmmm may be kudu dikunci dulu mulut kita deh. Kok? ya iyalah.. bayangin aja gimana kalau Allah meminta hak-Nya juga, karena kita udah nggak nurut sama perintahnya, dan di usir dari bumi ini. Trus kita mau hidup dimana? ngontrak di planet mars?????

(NayMa/voa-islam.com)