Jumat, 24 September 2010

Sebesar apa Bumi kita??


Pernahkan Anda membayangkan pada waktu benda-benda angkasa ini diperbandingkan. Kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi dan kita para penghuninya. Ternyata Jagad raya ini sangat besar,bahkan diluar perkiraan saya.

Sampai akhirnya terlihat bahwa bumi ini terlihat sangat kecil,kira-kira sekecil mikroba kalau dibandingkan dengan planet lainnya.

Silahkan saksikan sendiri, Besarnya jagad raya ini. Dan yang lebih pasti lagi, Betapa MAHA BESARNYA YANG MENCIPTAKAN JAGAD RAYA INI. Dialah Pemilik Semesta Ini.

ALLAH SWT.

TERLIHAT BUMI HANYA SEBESAR TITIK

SEKARANG BUMI KITA SUDAH LEBIH KECIL DARI TITIK

Disini bumi sudah tidak kelihatan dan matahari hanya sebesar debu. yang terbesar adalah antares, yaitu bintang ke 15 yang paling terang di ruang angkasa. jaraknya lebih dari 1000 tahun cahaya.

Kalau bumi kita sudah tidak kelihatan lagi, lalu kita sebagai manusia sebenarnya tidak lebih besar dari atom jika dibandingkan dengan benda ruang angkasa.

LALU KENAPA MASIH BANYAK DARI KITA YANG SOMBONG ??

PADAHAL PLANET YANG KITA HUNI INI AKAN HANCUR JADI ABU KALAU BERTABRAKAN DENGAN BINTANG LAINNYA.

BAHKAN MASIH BANYAK MANUSIA YANG MERASA PALING HEBAT DAN PALING BERKUASA.

PADAHAL MASIH ADA YANG LEBIH BERKUASA LAGI.

SEBAGIAN LAGI MERASA ORANG PALING BESAR DAN BERPENGARUH SEHINGGA KATA-KATANYA HARUS DITURUTI.

PADAHAL MASIH ADA YANG MAHA BESAR LAGI.

SEMOGA BACAAN INI MENYADARKAN KITA SEMUA, BAHWA KITA INI TIDAK ADA APA-APANY JIKA DIBANDINGKAN DENGAN CIPTAAN ALLAH YANG LAIN.

WASSALAM

source.;; sejutainfo.wordpress.com

Kamis, 23 September 2010

Cara Merekam Ingatan Dalam Jangka Waktu Lama

Informasi ini berasal dari seorang sahabat yang bernama PIKA. Semoga dengan adanya informasi ini bisa berguna buat semua sahabat Indonesia. Sebab tak jarang kita sering lupa dengan suatu hal, padahal baru kemaren kita liat atau kita hapal. Malah kadang-kadang hampir-hampir ingat tapi gak bisa terucap, he…he ….kayak sinetron aja ya…Tapi inilah kenyataan yang sering kita alami. Berikut rumusan agar memori otak kita bisa mengingat sesuatu dalam jangka waktu yang lamaaaaaaaaaa….

Otak manusia terdiri dari 1 triliun sel otak dengan kapasitas yang luar biasa. Seringkali ketika kita menghafal, kita sering mengeluh kita tidak sanggup dengan alasan otak kita sudah penuh. Padahal itu semua SALAH.

Saya akan memberikan sebuah tes..
Coba agan afalkan kata2 dibawah ini dalam waktu 20 detik..

Kucing
Sepeda
Buaya
Anjing
Bioskop
Televisi
Kasur
AC
Mobil
Api
Ayam
Sendok
Kaskus

Apa Tteman2 bisa?
Sepintas sepertinya sangat sulit. Seandainya kita bisa, kemampuan mengingatnya sangat terbatas. Kita tidak mampu mengingatnya dalam jangka waktu yang panjang. Karena kita hanya menggunakan SHORT TERM MEMORY

Disini saya akan men share pada sahabat bagaimana cara menghafalkan kata2 tersebut dalam waktu singkat, dan akan terus bertahan (menggunakan LONG TERM MEMORY)

Kemampuan otak kiri adalah berpikir secara analitik, logis, tepat, repetitif, terkumpul, mendetail, ilmiah, terikat, literal, berurutan. Sementara otak kanan berpikir secara kreatif, imajinatif, umum, intuitif, konseptual, gambaran besar, heuristik, empatetik, figuratif, tidak menentu.
Intinya otak kanan menekankan tentang kreatifitas, imajinasi, dsb. Berbeda dengan otak kiri yang menekankan pada analisa, berfikir, matematika dsb.
Dalam belajar sering kali kita terlalu menggunakan otak kiri, padahal yang diperlukan adalah keseimbangan antara keduanya. Untuk itu daya imajinasi, kreatifitas yang ada pada otak kanan harus juga dimanfaatkan..

Baik ini adalah tips untuk menghafalkan deretan kata2 tersebut dalam waktu singkat dan dengan daya ingat dalam jangka waktu yang lama.. silahkan liat,,

Sekarang coba teman imajinasikan dan benar2 dibayangkan :

Kucing naik
Sepeda, ketemu
Buaya, buaya jatuh cinta sama
Anjing, mereka ke
Bioskop, di bioskop nonton
Televisi, di TV ada iklan
Kasur, kasur letaknya dibawah
AC, ACnya di dalam
Mobil, mobilnya tahan
Api, apinya buat bakar
Ayam, ayam makannya pake
Sendok, sambil buka buku

Sekarang coba teman ulangi lagi. Kemampuan mengingat kata2 tersebut akan lebih cepat dalam tersimpan dalam LONG TERM MEMORY.

Coba anda perhatikan tulisan-tulisan di gambar yang menyatakan warna : Yellow, Orange, Blue, Black, Green, Red, dan seterusnya, kemudian sebutkanlah warnanya bukan menyebutkan tulisannya.

Otak kanan anda berusaha menyebutkan warnanya, tetapi otak kiri anda tetap membaca tulisannya!
Coba anda praktekkan, pasti anda akan terganggu oleh konflik otak kiri dan otak kanan Anda

MENINGKATKAN DAYA KERJA OTAK

Ada pepatah orang inggris yang mengatakan “Used it or you will lose it”, maksudnya kalau tidak sering digunakan, dilatih, apalagi tak dipakai sama sekali maka kemampuan otak akan terus melemah, bahkan bisa saja hilang. Berikut ini beberapa kiat untuk menjaga agar otak tetap bekerja dengan baik.

Biasanya ditandai dengan Sering lupa, susah konsentrasi, cepat lelah emosi gak stabil dan sering bengong.

  1. Rajinlah membaca. Sempatkanlah membaca surat kabar, majalah atau buku setiap hari.
  2. Pelajari hal-hal baru. Misalnya belajar komputer, bermain alat musik tertentu, atau mempelajari bahasa asing tertentu, atau lakukan sesuatu yang sesuai dengan bakat anda.
  3. Kunjungilah tempat atau daerah yang tidak pernah dikunjungi sebelumnya. Jangan segan-segan mengisi teka-teki silang, atau menjawab pertanyaan dari berbagai kuis yang anda temui baik yang ada di televisi, majalah atau surat kabar.
  4. Usakan memberi tanda pada kalender, terutama untuk tanggal–tanggal yang anda anggap penting.
  5. Buatlah catatan pengingat, apapun yang hendak anda ingatkan pada diri anda.
  6. Membuat daftar (harian, bulanan) yang harus anda kerjakan.
  7. Untuk mengingat nama orang, perhatikan ciri khas orang tersebut, agar informasi yang tersimpan dalam memori tidak terlalu banyak, sehingga gampang muncul kembali saat anda dibutuhkan.
  8. Untuk mengingat nomer telepon dan nomor mobil, buatlah lagu sederhana dari nomer-nomer tersebut.
  9. Simpan selalu barang-barang anda ada tempat yang sudah ditentukan
  10. Konsumsilah makanan bergisi dan vitamin, terutama vitamin B12
  11. Cobalah berkonsentrasi pada apa yang baru anda baca, dengar, rasakan atau yang anda lihat.

MAKANAN UNTUK OTAK

Tujuh Cara Meningkatkan Kinerja Otak Melalui Asupan Gizi
Untuk meningkatkan kinerja otak, dr. Daniel G. Amen, menulis buku Making a Good Brain Great Here, memberikan tujuh tips berikut:

  1. Tingkatkan asupan air. Ingat, otak kita tersusun atas 80% air. Dehidrasi ringan saja dapat meningkatkan produksi hormon stres yang dapat merusak otak kita.
  2. Batasi asupan kalori. Penelitian pada hewan dan manusia mengindikasikan bahwa diet dengan kalori terbatas baik bagi otak dan memperpanjang usia.
  3. Konsumsilah asam lemak omega-3. Ikan, minyak ikan, dan DHA, merupakan salah satu bentuk asam lemak omega3.
  4. Konsumsilah sumber antioksidan. Vitamin E dan C merupakan sumber antioksidan.
  5. Konsumsi protein, lemak baik, dan karbohidrat dalam porsi seimbang
  6. Masukkan 24 bahan pangan sehat dalam diet harian Anda. Bahan-bahan pangan tersebut meliputi: sumber protein (ikan: salmon, tuna, makerel, hering; unggas: kalkun tanpa kulit; daging merah: sapi ; telur; tahu dan produk olahan kedelai; susu dan produksi olahannya; bebijian; garbanzo beans dan lentil; kekacangan), karbohidrat kompleks (bery-beryan; blueberry; raspberry; stroberi; blackberry; jeruk; cherry; buah persik; brokoli; gandum; lada merah dan kuning; labu; bayam; tomat; ubi jalar), lemak (alpukat; minyak zaitun; buah zaitun), serta cairan (air, teh hijau atau hitam).
  7. Konsumsi camilan rendah kalori

Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat buat kita semua

Sepuluh Keutamaan orang-orang yang berpuasa


Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki menorehkan sepuluh keutamaan orang-orang yang berpuasa yang ada pada umat Nabi Muhamad Saw

Pertama, Allah memberikan keistimewaan kepada umat yang berpuasa dengan menyediakan satu pintu khusus di surga yang dinamai Al Rayyan. Pintu surga Al Rayyan ini hanya disediakan bagi umat yang berpuasa. Kata Nabi dalam satu haditsnya, pintu Rayyan hanya diperuntukkan bagi orang-orang berpuasa, bukan untuk lainnya. Bila pintu tersebut sudah dimasuki oleh seluruh rombongan ahli puasa Ramadhan, maka tak ada lagi yang boleh masuk ke dalamnya. (HR. Ahmad dan Bukhari-Muslim)

Kedua, Allah telah mengfungsikan puasa umat Nabi Muhammad saw sebagai benteng yang kokoh dari siksa api neraka sekaligus tirai penghalang dari godaan hawa nafsu.

Dalam hal ini Rasul bersabda, “Puasa (Ramadhan) merupakan perisai dan benteng yang kokoh dari siksa api neraka.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi).

Rasul menambahkan pula bahwa puasa yang berfungsi sebagai perisai itu layaknya perisai dalam kancah peperangan selama tidak dinodai oleh kedustaan dan pergunjingan. (HR. Ahmad, An Nasa`i, dan Ibnu Majah).

Ketiga, Allah memberikan keistimewaan kepada ahli puasa dengan menjadikan bau mulutnya itu lebih harum dari minyak misik. Sehingga Rasul bertutur demikian, “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih semerbak di sisi Allah dari bau minyak misik.”

Keempat, Allah memberikan dua kebahagiaan bagi ahli puasa yaitu bahagia saat berbuka dan pada saat bertemu dengan Allah kelak. Orang yang berpuasa dalam santapan bukanya meluapkan rasa syukurnya dimana bersyukur termasuk salah satu ibadah dan dzikir. Syukur yang terungkap dalam kebahagiaan karena telah diberi kemampuan oleh Allah untuk menyempurnakan puasa di hari tersebut sekaligus berbahagia atas janji pahala yang besar dari-Nya.

“Orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan. Yaitu berbahagia kala berbuka dan kala bertemu Allah,” kata Rasul dalam hadits riwayat imam Muslim.

Kelima, puasa telah dijadikan oleh Allah sebagai medan untuk menempa kesehatan dan kesembuhan dari beragam penyakit.

“Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat.” (HR. Ibnu Sunni dan Abu Nu`aim).

Abuya menegaskan bahwa rahasia kesehatan di balik ibadah puasa adalah bahwa puasa menempah tubuh kita untuk melumatkan racun-racun yang mengendap dalam tubuh dan mengosongkan materi-materi kotor lainnya dari dalam tubuh.

Menurut kerangka berpikir Abuya, puasa ialah fasilitas kesehatan bagi seorang hamba guna meningkatkan kadar ketaqwaan yang merupakan tujuan utama puasa itu sendiri. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Qs. Al Baqarah: 183).

Keenam, keutamaan berikutnya yang Allah berikan kepada ahli puasa adalah dengan menjauhkan wajahnya dari siksa api neraka. Matanya tak akan sampai melihat pawai arak-arakan neraka dalam bentuk apapun juga.

Rasul yang mulia berkata demikian, “Barangsiapa berpuasa satu hari demi di jalan Allah, dijauhkan wajahnya dari api neraka sebanyak (jarak) tujuh puluh musim.” (HR. Ahmad, Bukhari-Muslim, dan Nasa`i).

Ketujuh, dalam Al Quran Allah berfirman, “Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.” (Qs. At Taubah: 112).

Sebagian ulama ahli tafsir menerangkan bahwa orang –orang yang melawat (As Saihuun) pada ayat tersebut adalah orang yang berpuasa sebab mereka melakukan lawatan (kunjungan) ke Allah. Makna lawatan, tegas Abuya, di sini adalah bahwa puasa merupakan penyebab mereka (orang yang berpuasa) bisa sampai kepada Allah. Lawatan ke Allah ditandai dengan meninggalkan seluruh kebiasaan yang selama ini dilakoni (makan, minum, mendatangi istri di siang hari) serta menahan diri dari rasa lapar dan dahaga.

Sembari mengutip Al Quran pula, Abuya mencoba menganalisa surah Az Zumar ayat 10: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” Kata Al Maliki, orang-orang yang bersabarlah maksudnya adalah orang yang berpuasa sebab puasa adalah nama lain dari sabar. Di saat berpuasalah, orang-orang yang bersabar (dalam beribadah puasa) memperoleh ganjaran dan pahala yang tak terhitung banyaknya dari Dzat Yang Maha Pemberi, Allah swt.

Kedelapan, di saat puasa inilah Allah memberi keistemewaan dengan menjadikan segala aktifitas orang yang berpuasa sebagai ibadah dan ketaatan kepada-Nya. Karenanya, orang yang berpuasa dan ia meninggalkan ucapan yang tidak berguna (diam) adalah ibadah serta tidurnya dengan tujuan agar kuat dalam melaksanakan ketaatan di jalan-Nya juga ibadah.

Dalam satu hadits riwayat Ibnu Mundih dinyatakan, “Diamnya orang yang berpuasa adalah tasbih, tidurnya merupakan ibadah, dan doanya akan dikabulkan, serta perbuatannya akan dilipatgandakan (pahalanya).”

Kesembilan, di antara cara yang Allah kenakan dalam memuliakan orang yang berpuasa, bahwa Allah menjadikan orang yang memberi makan berbuka puasa pahalanya sama persis dengan orang yang berpuasa itu sendiri meski dengan sepotong roti atau seteguk air.

Dalam satu riwayat Nabi bertutur seseorang yang memberi makan orang yang puasa dari hasil yang halal, akan dimintakan ampunan oleh malaikat pada malam-malam Ramadhan…… meski hanya seteguk air. (Hr. Abu Ya`la).

Kesepuluh, orang yang berbuka puasa dengan berjamaah demi melihat keagungan puasa, maka para malaikat akan bershalawat (memintakan ampunan) baginya.

Sabtu, 18 September 2010

10 Amal Pelebur Dosa



10 Amalan Manusia, yang tak lain halnya adalah makhluk yang diberi Allah SWT dengan akal fikiran nafsu, sangat pasti sering terjebak ke dalam lubang-lubang setan. Kadang kala jebakan-jebakan setan tidak mungkin kita hindari, karna setan menggoda manusia mungkin dengan cara yang sangat halus sehingga manusia tercebur ke dalamnya.

Wahai teman-teman ku seperjuangan, terutama yang masih muda seperti saya ini. Tak banyak yang dapat kita lakukan jika sering melanggar larangan Allah. Namun dengan beberapa hal di bawah ini semoga kita masih diberi ampunan Allah dan masih diberi kesempatan untuk dapat lebih dekat dengan Allah kembali.

1. Taubat yang Jujur
“Barang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima taubatnya” [HR. Muslim]

2. Menyempurnakan Wudhu
“Barang siapa yang Wudhu dan menyempurnakan Wudhunya, maka kesalahan-kesalahan akan keluar dari jasadnya sampai-sampai kesalahan itu keluar dari ujung-ujung jemarinya” [HR. Muslim]

3. Dzikir setelah Sholat Fardhu
“Barang siapa membaca tasbih 33 x,tahmid 33x, takbir 33 x, lalu ditambah “laailahaillah wahdahu laa syarikalah……….”, maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni meski sebanyak buih di lautan” [HR. Muslim]

4. Banyaknya Langkah Kaki Menuju Masjid
“Maukah kalian aku tunjukkan dengan apa Allah menghapus kesalahan dan meninggikan derajat? Para sahabat menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda,”Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai (dingin, ngantuk, air sedikit dll), banyaknya langkah menuju masjid dan menunggu diantara dua waktu shalat dan itu merupakan ribath dan itu adalah ribath”.

5. Mengiringi Keburukan dengan Kebaikan
” Iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapuskannya” [HR. Ahmad dan al Hakim]

6. Shalat 2 Rakaat jika Melakukan Dosa
“Tidaklah seorang hamba melakukan dosa, kemudian dia bersuci dengan sempurna lalu mendirikan shalat 2 rakaat lalu beristighfar pada Allah, melainkan pasti Allah akan mengampuninya” [HR. at Tirmidzi]

7. Berada di Shaf Pertama ketika Shalat Jamaah
“Dari Irbadh bin Sariyah, bahwasanya Rasulullah memintakan ampunan bagi shaf paling depan sebanyak 3 x dan yang kedua 1 x” [HR. Ahmad]

8. Bersalaman saat Bertemu Saudara Seiman
“Tidaklah dua orang muslim bertemu dan saling berjabat tangan, melainkan mereka akan diberi ampunan sampai keduanya berpisah” [HR. Abu Daud]

9. Adzan
“Allah akan memberi ampunan kepada muadzin sepanjang jangkauan suaranya dan akan menjadi saksi baginya setiap benda yang basah maupuyang kering yang mendengar adzannya” [HR. Ahmad]

10. Berdoa Saat Masuk Pasar
“Barangsiapa yang masuk pasar lalu membaca, “laa ilaha illallah wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu, yuhyi wayumit, wahua hayyun la yamut, biyadihil khair wahua ‘ala kulli syai’in qodir”, niscaya Allah akan menuliskan baginya beribu-ribu kebaikan, menghapus beribu-ribu keburukan dan menaikkan derajatnya beribu-ribu derajat”

Semoga dengan ini kita bisa selalu istiqomah untuk berjuang di medan kemalasan. Amin.

Barokalloh.

40 AKIBAT MAKSIAT YANG SANGAT BERBAHAYA DAN MEMATIKAN



Segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada makhluk termulia, Muhammad bin Abdullah beserta keluarga dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du:

Sungguh dosa dan kemaksiatan itu akan dibayar spontan di dunia sesuai dengan masyi-atillah. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauzi telah menghitung dan ternyata ada kurang lebih 40 balasan bagi pelaku sebuah kemaksiatan. Saya kutip dan tulis dalam sebuah bulletin mungil, agar seluruh lapisan mengetahuinya dengan mudah. Ibnul Qayyim Al-Jauzi menuturkan, bahwa efek kemaksiatan itu sebagaimana berikut:

1. Tidak mendapatkan ilmu. Sebab ilmu itu adalah nur yang diberikan Allah ke suatu hati, sedangkan maksiat itu berfungsi mematikan nyala nur tersebut. Imam Malik pernah berkata kepada Imam Syafi’i muridnya: Sungguh aku telah melihat Allah memberikan nur ke hatimu, maka jangan engkau matikan dengan kemaksiatan.

2. Kehilangan jatah rizkinya. Nabi bersabda: “Sungguh seseorang bisa tidak mendapatkan rizkinya sebab dosa yang dilakukannya.” (HR. Ahmad dan Hakim dari Tsauban)

3. Pelaku maksiat akan mengalami kegersangan jiwa terhadap Rabbnya. Dia akan kehilangan kelezatan ma’iyatillah, padahal hal ini tidak bisa dinilai dengan kenikmatan duniawi. Jika semua kelezatan duniawi disatukan tidak akan bisa mengobati kekeringan jiwa seseorang.

4. Dia juga akan merasa buas dengan sesama, utamanya dengan para pelaku kebaikan. Semakin kuat rasa kebuasannya semakin jauh dia dengan manusia baik.

5. Semua perkaranya menjadi semakin susah. Maka dari itu, ia akan selalu mendapati pintu tertutup dalam segala hal. Kebalikannya, orang yang menjauhi dosa akan selalu menemukan way out dari segala urusannya. Allah berfirman yang artinya: ” Siapa saja yang bertakwa kepada Allah, maka Allah mejadikan segala urusanya menjadi lebih mudah.” (…l

6. Pendosa ini akan mendapati kegelapan hati. Ia merasakannya seperti saat berjalan pada malam kelam. Pertama kali akan tampak secara lahiriyah di matanya, lalu menjalar ke mukanya dan akhirnya akan diketahui oleh semua orang.

7. Kemaksiatan bisa melemahkan badan dan hati seseorang. Maka dari itu, ia tidak memiliki keteguhan hati dan juga akan terlihat loyo saat kegentingan yang memerlukannya walau kelihatan tegap badan dan ototnya.

8. Kehilangan ketaatan dan banyak pahala. Karena dengan dosa tersebut, ia terhalang untuk melakukan berbagai ketaatan. Padahal sebuah amal ketaatan itu jauh lebih baik daripada dunia seisinya.

9. Kemaksiatan mengurangi jatah umur dan menghilangkan keberkahannya. Karena amal kebajikan itu menambah umur seseorang maka kemaksiatan (amal bejat) dapat mengurangi usia. Rahasianya, usia seseorang adalah waktu hidupnya. Sedangkan hidup tidak berarti kecuali dengan berbakti (beribadah) kepada Penciptanya, merasa nikmat dengan mencintai dan mengingatNya serta lebih mendahulukan ridhaNya.

10. Kemaksiatan menumbuhkan benih-benih dosa. Sebagian ulama berkomentar: Termasuk balasan amal buruk (maksiat) adalah amal buruk berikutnya. Sedangkan balasan amal baik (hasanat) ialah amalan baik selanjutnya.

11. Kemaksiatan melemahkan keinginan pelakunya. Karena maksiat itu akan menguatkan keinginan berbuat dosa dan melemahkan keinginan bertobat.

12. Menganggap kemaksiatan sebagai hal yang biasa. Lalu lenyaplah rasa benci kepadanya dan bahkan berubah menjadi suatu tradisi. Pelakunya menjadi apatis tidak menghiraukan suara dan pandangan masyarakat.

13. Kemaksiatan salah satu faktor jatuhnya di mata Tuhan dan masyarakatnya. Allah berfirman yang artinya: ” Dan siapa saja yang dihinakan oleh Allah, maka tidak ada lagi yang memuliakannya.” (QS. Al-Hajj: 18)

14. Kesialan akan menghantui pelakunya.

15. Kemaksiatan mewariskan kehinaan. Karena kehormatan dan kemuliaan itu berada pada naungan taat kepada Allah. Allah berfirman yang artinya: ” Siapa saja yang menginginkan kemuliaan, sesungguhnya seluruh kemuliaan itu hanya milik Allah.” (QS. Fathir: 10)

16. Kemaksiatan merusak otak. Karena pikiran itu memiliki nur sedangkan maksiat fungsinya adalah memadamkan nur tersebut. Jika nur pikiran padam maka berkuranglah kebriliannya.

17. Jika dosa-dosa banyak menumpuk, maka akan lengket di hati pelakunya dan menjadikannya orang yang lalai. Sebagian ulama menafsirkan ayat yang artinya: ” … ” (QS. Al-Muthoffifin: 14) dengan: Dosa di atas dosa.

18. Pelaku kemaksiatan masuk dalam rangkaian laknat Rasulullah . Maka sungguh amat merugi manusia yang didoakan buruk oleh orang yang amat mustajab doanya.

19. Dia juga kehilangan peluang untuk mendapatkan doa baik dari Rasulullah dan para malaikat.

20. Dosa dan kemaksiatan itu termasuk faktor utama dalam kerusakan bumi. Allah berfirman yang artinya: ” Sungguh telah tampak jelas kerusakan di daratan dan lautan sebab tingkah polah manusia (dengan dosanya) agar merasakan akibat tindakannya tersebut dan mau kembali.” (QS. Ar-Rum: 11)

21. Juga bisa mematikan api kecemburuan dalam hati. Padahal ghirah itu merupakan energi dan penawar hati. Manusia termulai adalah yang paling hebat kadar ghirahnya, utamanya pada diri sendiri , keluarga dan seluruh umat.

22. Kemaksiatan bisa menghilangkan sifat malu. Malu merupakan inti kehidupan hati seseorang dan pangkal segala kebaikan. Jika hilang, maka ia kehilangan banyak hal. Nabi bersabda: “Rasa malu itu adalah kebaikan seluruhnya.” (HR. Muslim)

23. Demikian pula dapat melemahkan rasa pengagungan terhadap Allah dalam hati seseorang dan menghilangkan kewibawaanya di mata manusia. Karena termasuk balasan dari meremehkan Allah adalah dicabutnya kewibawaan di mata orang lain, baik ia rela atau tidak. Akhirnya ia tidak memiliki harga di mata mereka.

24. Kemaksiatan termasuk salah satu faktor dilupakan Allah dan dibiarkan bergelimang dengan hawa nafsu dan setannya. Maka dari itu, kebinasaan dan kehancuran saja yang akan didapat. Allah berfirman yang artinya: ” Waha orang-orang yang beriman, bertaqwalah kalian kepada Allah, hendaknya seseorang itu melihat apa yang telah dipersembahkan untuk esok dan sekali lagi bertakwalah kepada Allah. Karena sesungguhnya Allah Maha Tahu mengenai apa saja yang kalian kerjakan. Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang melupakan Allah, maka Allah melupakan jiwa mereka. Mereka itu adalah orang-orang fasik.” (QS. Al-Hasyr: 18-19)

25. Dosa dan maksiatu itu memperlemah jalan seseorang menuju Allah dan akhirat dan bahkan menyebabkannya terputus.

26. Dosa-dosa itu juga bisa menyingkirkan nikmat dan mendatangkan bencana. Karena termasuk balasan buruk bagi pelakunya adalah menghilangkan kenimatan yang datang dan memutus aliran nikmat yang akan diterima. Oleh karenanya, seorang hamba selalu dalam kenikmatan selama tidak melanggar dosa dan tidak mendapati malapetakan melainkan karena dosa pula. Allah berfirman yang artinya: “… ” (QS. Al-Anfal: 53) seorang penyair bersenandung:

27. Jika anda dalam kenikmatan maka peliharalah

28. karena kemaksiatan itu menghilangkan kenikmatan-kenikmatan

29. Hapuslah kemaksiatan tersebut dengan menaatiNya

30. karena siksa dan ancamanNya amatlah cepat

31. Sebab kemaksiatan, Allah menimpakan ketakutan dan rasa kecut di hati pelakunya. Karena ketaatan itu adalah benteng Allah yang agung, siapa saja yang memasukinya akan mendapati jaminan keamanan dari siksa dunia dan akhirat. Sedangkan pelaku kemaksiatan tidak terlihat kecuali dalam kondisi penuh ketakutan dan kehawatiran, sebab dihantui perasaan dosanya terus menerus.

32. Kemaksiatan itu membelokkan hati seseorang dari komitmen dan konsisten kepada inhiraf (melenceng) dan sakit. Sungguh, pengaruh hati itu amat besar seperti sakit atas badan seseorang. Bahkan dosa-dosa itu pada hakikatnya adalah penyakit hati yang hanya bisa sembuh dengan meninggalkannya.

33. Kemaksiatan itu mematikan mata hati, meredupkan cahayanya, menutup jalan ilmu dan menghalangi pintu hidayah.

34. Kemaksiatan mengkerdilakan jiwa dan menjadikannya hina dina. Sebaliknya amal taat mengembangkan jiwa, membersihkan dan membesarkannya. Allah berfirman yang artinya: ” Sungguh telah berbahagia orang yang …” (QS. As-Syams: 9-10)

35. Dosa juga menjatuhkan kedudukan seseorang di sisi Allah dan di mata manusia. Karena orang termulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa, sedangkan yang paling dekat denganNya ialah orang yang paling taat kepadaNya.

36. Kemaksiatan merampas nama terpuji dan kemuliaan. Maka ia kehilangan predikat mukmin, pelaku kebaikan dan orang yang bertaqwa. Tapi mendapatkan predikat pendurhaka, fasik, penzina, pemabok dll.

37. Kemaksiatan memutus tali hubungan seseorang dengan Rabbnya. Jika hal itu terputus, maka terputuslah aliran kebaikan dan hanya menemui semua faktor keburukan.

38. Kemaksiatan menghapuskan keberkahan-keberkahan, baik keberkahan umur, rizki, ilmu, pekerjaan dan ketaatan. Secara keseluruhan menghilangkan keberkahan agami dan duniawi.

39. Kemaksiatan menjadikan pelakunya hina dina. Padahal memiliki peluang menjadi lebih terhormat. Nabi bersabda: “Aku diutus dihadapan hari Kiamat. Rzkiku berada di bawah tombakku dan ditimpakan orang yang tidak menaatiku kehinaan dan kekerdilan.” (HR. Ahmad dari Abdullah bin Amr)

40. Kemaksiatan menarik makhluk lain untuk lebih berani kepada pelakunya. Maka dari itu, setan lebih berani menimpakan penyakit, kesesatan, waswas, kesedihan dan kesusahan. Demikian pula setan manusia dan hewan lain.

41. Kemaksiatan itu menghianati pelakunya dalam hal yang amat diperlukannya. Baik itu dalam mendapatkan ilmu, lebih mementingkan sesuatu yang remeh daripada yang lebih mulia.

42. Maksiat bisa menjadikan lupa pelakunya terhadap dirinya sendiri. Jika ia melupakannya maka akan menyia-nyiakan, merusakkan dan menghancurkannya. Allah berfirman yang artinya: ” Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang melupakan Allah lalu Allah lupa terhadap diri mereka sendiri. Mereka itu adalah orang-orang fasik.” (Al-Hasyr: 19). Juga dalam ayat: “Mereka lupa Allah, maka Allah lupa mereka.” (At-Taubah: 67)

43. Maksiat menjauhkan diri pelakunya dari para penolongnya. Maka ia akan lebih dekat kepada setan.

44. Termasuk efek maksiat adalah kehidupan sulit di dunia, kubur dan siksa pedih di akhirat. Allah berfirman yang artinya: ” Dan siapa saja yang berpaling dari mengingatKu, maka sungguh ia akan menemui kehidupan susah.” (Thoha: 124)

Ini semua adalah aneka efek maksiat dan dosa. Orang yang menggunakan akalnya akan merasa cukup untuk bertaubat dan kembali kepada Allah dengan salah satunya saja. Maka sungguh amat layak untuk seorang muslim untuk segera bertobat secara benar. Allah berfirman yang artinya: ” Katakanlah, Waha para hambaKu yang telah menzalimi dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa. Sesungguhnya Allah Maha pengampun dan Maha penyayang.” (az-Zumar: 53)

Nabi bersabda: “Bahwasanya Allah membentangkan kedua Tangannya pada malam hari untuk menerima tobat orang yang berbuat dosa di siang hari. Dan membukanya pada siang hari untuk menerima tobat orang yang berbuat dosa pada malam hari.”

Jauhilah tobat yang bohong yang hanya dibibir saja, sementara hatinya selalu ingin melakukan kemaksiatan. Jangan anda anggap remah suatu kemaksiatan, karena sebab kemaksiatanlah bapak dan ibu kita dikeluarkan dari Surga. Juga penyebab Iblis dikeluarkan dari lingkungan malaikat. Demikian pula yang menyebabkan disiksanya kaum ‘Ad, kaum Tsamud dengan suatu teriakan, kaum Luth, kaum Nabi Syu’aib, Fir’aun dan pengikutnya serta maksiat merupakan penyebab segala bencana yang menimpa manusia. Maksiat itu menyeru, saudariku saudariku. Begitu pula kebaikan. Hanya saja maksiat menyeru dan menyeru saudarinya hingga terkumpul pada seseorang dan akhirnya menghancurkannya. Maka dari itu, marilah kita memohon kepada Allah agar selalu diberi ampunan dan keselamatan.

Dan akhirnya, wa shallallaahu ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.
………………

Mari kita berfikir, mengingat kembali tentang sebuah penyakit yang apabila kita biarkan maka akan membuat kehancuran bagi kehidupan seorang hamba di dunia maupun di akhirat,

sepatutnya kita sadar dan mengetahui bahwa perbuatan dosa dan ma’siat adalah sumber dari malapetaka yang membahayakan. bahayanya terhadap hati seperti racun dalam tubuh sesuai dengan tingkatan beda kemudharatan, tidak ada keburukan dan penyakit melainkan penyebab dari semua itu adalah bermuara dari dosa dan ma’siat.

apa penyebab bapak-ibu kita Adam dan Hawa keluar dari surga rumah kelezatan, kenikmatan dan kebahagia’an kepada rumah kesengsara’an, kesusahan serta tempat dari segala musibah??? tak lain adalah dosa dan ma’siat.

apa penyebab iblis di usir dari keraja’an langit, di usir dan di laknat . bentuknya di rubah luar – dalam hingga berubah menjadi bentuk yang sangat buruk lagi menyeramkan, dan batinya lebih buruk lagi lebih menyeramkan daripada bentuk luarnya. dari dekat berubah menjadi jauh, dari rahmat menjadi laknat, dari indah menjadi jelek, dari surga menjadi keneraka, dari iman menjadi kufur, dari pemimpin yang di cintai menjadi seorang musuh yang paling di benci, dari yang suka bertasbih dan mensucikan allah dan bertahlil, berubah menjadi kekufuran,kemusyrikan,kema’siatan, kepalsuan, kebohongan,serta keburukan. maka terhina di hadapan ALLAH di puncak kehina’an, jatuh di mata ALLAH di dasar jurang kenista’an, kebohonganya adalah kebohongan yang paling besar, dan jadilah ia pemimpin dari orang-orang fasiq dan penjahat yang rela di pimpin oleh iblis setelah mereka menjadi seorang hamba yang terhormat. maka jauhkan kami wahai tuhan dari menyelisih perintahmu dan melakukan laranganmu.

apa penyebab tenggelamnya penduduk bumi sampai air menjulung tinggi ke puncak gunung-gunung ???

apa penyebab datangnya angin badai ke kaum aad sehingga mereka di campakkan ke permuka’an bumi dengan keadaan mati mengenaskan bak daun kurma gugur berjatuhan ??? rumah, ladang, tumpanganya di luluh lantakkan , sehingga ia menjadi palajaran bagi ummat sampai hari kiamat . semua itu tak lain adalah bermuara dari perbuatan dosa dan maksiat. wahai tuhan kami kami akui telah banyak dosa yang kami perbuat . maka ampunilah … telah bnyak pelanggaran yang kami lakukan maka jangan sampai itu menjadi penghalang nikmatmu, penghalang dari terkabulkan doa kami … bukakanlah pintu magfirahmu sehingga kami bersimpuh di hadapanmu dengan segala pengakuan… astagfirullah robbal baraya, astagfirullah minal khothoya . robbi zidni ilman naafi’an wa waffiqni amalan maqbulan

Semoga bermanfaat….

Source catatan :

Tentang Sebab Turunya Mihnah (Cobaan dari Allah)


Ada seorang yang mendatangi Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad r.a memberitahukan bahwa hama belalang menyerang ladang-ladang di berbagai kawasan Negri. Mendengar itu, beliau r.a berkata , “Kami Telah Menyuruh Mereka Supaya Berdoa (Kepada Allah) Dengan Hati & Ucapan (Lisan) Mereka Serta Ber-tadhorruk (Merendahkan Diri) dihadapan nya sambil terus berdoa. Sebab , Manusia itu tidak mempunyai apa-apa selain Allah , Tuhannya , dan tidak akan mendapat pertolongan dari selain Allah. Allah SWT Telah Berfirman yang artinya : sesungguhnya yang kalian sembah selain Allah itu tidak mampu memberi rizeki kepada Kalian Maka carilah Rezeki itu di sisi Allah (Mohonlah Rizeki Kepadanya) serta sembahlah dia dan bersyukurlah kepadanya…..(Qs. Al-ankabut: 17). “Allah swt Mengarahkan berbagai musibah kepada mereka seraya memerintahkan mereka berbuat banyak kebajikan. Jika perintahnya itu mereka laksanakan, niscaya dia akan Menyingkirkan musibah dari mereka akan tetapi, mereka menghadapi kendala yang mencegah mereka dari kebajikan. Setan-setan Menguasai diri mereka dan hawa nafsu mereka. Jika mereka berjuang melawannya dan berbuat sebagai mana yang di perintahkan Allah , Yaitu mengasihani orang yang mebutuhkan pertolongan , memberi pinjaman kepada yang membutuhkan nya , memberi makan orang yang kelaparan , memberi pakaiyan kepada orang yang telanjang (compang-camping) , dan lain sebagainya ., Niscaya Allah akan menyikirkan musibah yang sedang menimpa mereka.
“Akan tetapi , jika mereka tidak berbuat seperti itu , Allah akan melipat gandakan musibah itu . Musibah tersebut akan hilang bila mereka telah melakukan semuanya itu . Demikian lah yang seharusnya , mereka lakukan. Tiap musibah datang menimpa mereka , hendaklah mereka segera kembali berbuat kebajikan agar musibah itu segera hilang.

Al Qur’an Menjawab semua Pertanyaan Manusia


” Al Qur’an Menjawab semua Pertanyaan Manusia ..”

*Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji ?

*Qur’an Menjawab : ….. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:” Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2). …….Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)

*Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?

*Qur’an Menjawab : …..boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)

*Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini? *Qur’an Menjawab : ….Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqarah : 286)

*Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi ?

*Qur’an Menjawab : ….Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) , jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)

*Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?

*Qur’an Menjawab : ….dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)

*Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?

*Qur’an Menjawab : ….Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200) ….Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (Al-Baqarah : 45)

*Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?

*Qur’an Menjawab : ….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal. (At-Taubah : 129)

*Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?

*Qur’an Menjawab : ….Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. (At-Taubah : 111)?

Kamis, 16 September 2010

Lidahmu Singamu


Salah satu anggota badan yang patut diwaspadai adalah lidah. Dalam bahasa arab distilahkan al-lisan yang berarti tempat berucap, bahasa, maupun surat. Lidah bentuknya memang kecil namun mempunyai implikasi yang cukup besar. Ia dapat menjadi lambang ketaatan lewat lantunan zikir namun bisa berubah sebagai sumber bencana.

Nabi SAW menyebut keselamatan seseorang terletak di dalam kemampuannya mengontrol lidahnya. Oleh karena itu, sebelum berbicara berpikirlah dulu. Bila pembicaraannya berisi kebaikan, silakan bicara, bila tidak, lebih baik ia diam.”

Habib Ahmad bin Zain Al-Habsyi menyebutkan beberapa penyakit lidah. Pertama, lidah dapat menimbulkan perdebatan yang tidak ada ujung pangkalnya.

Kedua, lidah mampu melaknat, mencercau, mendoakan keburukan meski pada hewan. Nabi SAW bersabda, “Orang mukmin itu bukanlah ahli melaknat.” Dalam sabdanya yang lain, “Mencaci seorang mukmin adalah sebuah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran.”

Ketiga, lidah bisa menyebarluaskan rahasia, mengolok-olok, dan meremehkan. Bahaya lidah adalah membuka aib, merendahkan harkat dan martabat orang lain. Allah berfiman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (Qs. Al-Hujurat: 11).

Keempat, memuji. Memuji yang tercela adalah memuji yang tidak proposional, berlebih-lebihan, tidak sesuai fakta, dan cenderung menjilat.


Kelima, menggunjing. Inilah penyakit yang sangat berbahaya pada lidah siapa pun. Sungguh butuh perjuangan keras untuk membinasakan perilaku menggunjing, menggoisp. Ghibah digolongkan sebagai perbuatan yang dosanya lebih besar dari zina.

Dalam perjalaan Isra`-Mi`raj, nabi ditunjukkan orang yang mencakar wajahnya dengan kukunya. Ternyata ia adalah orang yang gemar menggunjing manusia dan mencemarkan kehormatannya.

Keenam, mengadu domba dan bermuka dua. Adu domba ialah menukil ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak dan menfitnah. Bermuka dua setali tiga uang dengan adu domba (namimah): di sisi barat ia mengatakan A di sisi timur ia mengatakan B. Nabi berujar, “Seburuk-buruk hamba Allah adalah orang-orang yang berjalan sembari mengadu domba dan mencerai-beraikan di antara orang-orang yang mencintai.”

Ketujuh, berdusta. Dusta lawan jujur. Jika jujur membawa pada ketenteraman meski terkadang membawa risiko yang berat, maka dusta malah menyeret pada kesusahan dan kenikmatan sesaaat tanpa rasa tenang. Lidah yang tidak jujur biangnya dusta, dusta dalam bentuk sumpah palsu, berujar yang tidak selaras kenyataan, maupun janji yang tak ditepati.

Jagalah Allah, Maka Allah Menjagamu

Banyak orang yang sumpek bahkan stress menghadapi tekanan dan masalah dalam hidupnya. Ada masalah ekonomi. Usaha tidak pernah berhasil, hutang menggunung, sementara kebutuhan tidak pernah habis. Untuk biaya makan sehari-hari, biaya sekolah anak-anak, belum lagi cicilan sepeda yang masih panjang. Ada juga yang punya masalah keluarga. Suami istri nggak pernah akur. Orang tua dan anak tidak mau sejalan, sama-sama saudara saling menjatuhkan.

Alhasil, banyak sekali orang yang mengalami kesulitan dan permasalah hidup. Mereka bingung, apa sebabnya. Kenapa hidupnya jadi begitu. Ujung-ujungnya ada yang bersikap keliru. Ia menuduh gusti Allah tidak adil, kenapa ia dijadikan orang susah dan banyak masalah.

Lho, hati-hati jangan sampai kita menyalahkan Allah. Sebab, dengan tegas Alah SWT menyatakan bahwa, “….apa-apa yang menimpa kamu dari hal-hal yang buruk maka itu (sebabnya) dari (kesalahan) diri kamu sendiri” (QS. An-Nisa: 79)

Jadi, kalau ada masalah dan kesulitan yang menimpa kita, coba kita koreksi dulu diri kita, jangan-jangan ada yang eror dalam sikap dan langkah kita. Tidak perlu menyalahkan orang lain, cari kambing hitam atau kambing merah, apalagi sampai menyalahkan Allah SWT.

Salah satu yang perlu kita koreksi adalah bagaimana pengabdian kita, kepatuhan kita dan usaha kita memenuhi hak Allah. Sebab, Rasulullah SAW sudah menegaskan jaminan bagi mereka-mereka yang betul-betul menjaga hak Allah. Dari Abu al-Abbas Abdullah bin Abbas RA. beliau berkata: “Dahulu aku berada di belakang Nabi SAW pada suatu hari, maka beliau berkata kepadaku, “Hai anak muda! Aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat. Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka akan kamu dapati Allah di hadapanmu. Apabila kamu hendak meminta maka mintalah kepada Allah. Dan apabila kamu hendak meminta tolong maka mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat manusia bersatu padu untuk memberikan suatu kemanfaatan kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat memberikannya kepadamu kecuali sebatas apa yang telah ditakdirkan Allah bagimu. Seandainya mereka pun bersatu padu untuk menimpakan suatu kemadharatan kepadamu, maka tidak akan bisa membahayakan dirimu kecuali sebatas bahaya yang memang telah ditakdirkan Allah akan menimpa dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran takdir telah kering.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan sahih).

Sedangkan di dalam riwayat selain Tirmidzi berbunyi, “Jagalah Allah, niscaya kamu temukan Allah di hadapanmu. Kenalilah Allah di saat lapang maka Dia akan mengenalmu di saat sempit. Ketahuilah, apa pun yang ditakdirkan meleset darimu maka tidak akan pernah menimpamu, dan apa pun yang ditakdirkan menimpamu tidak akan pernah meleset darimu. Ketahuilah, sesungguhnya pertolongan (akan datang) bersama dengan kesabaran, dan jalan keluar bersama dengan kesempitan. Dan setiap kesulitan pasti diikuti kemudahan.”

Dalam hadits ini Rasulullah SAW mengajari kita agar kita senantiasa menjaga Allah dalam arti menjaga hak-hak Allah yaitu dengan menjalankan semua perintah-Nya, meninggalkan larangan-Nya, melakukan hal-hal yang mendatangkan keridhoan-Nya serta menjauhi hal-hal yang dimurkai-Nya. Kalau kita sudah melakukan itu, maka Allah akan menjaga kita, menjaga harta benda kita, menjaga keluarga kita, menjaga iman kita di dunia dan akhirat.

Selanjutnya, kalau kita senantiasa menjaga hak Allah seperti di atas, kita akan mendapati Alah selalu di depan kita, artinya Allah akan selalu hadir untuk menolong kita, memenuhi harapan dan cita-cita kita, mengabulkan permohonan kita, melindung kita dari hal-hal buruk. Kalau kita sudah dilindungi, kalau kita selalu ditolong oleh Allah maka kehidupan kita akan nikmat, penuh rahmat, jauh dari kesumpekan, kesulitan, keruwetan dan segala permasalahan yang membuat kita susah.

Oleh karena itu, kalau kita mendapat kesulitan dan permasalah coba periksa iman dan keyakinan kita kepada Alah, jangan-jangan iman kita pas-pasan, jangan-jangan keyakinan kita meragukan. Kemudian kita koreksi sholat kita, jangan-jangan sholatnya masih belum jangkep alias bolong-bolong. Kalaupun sudah jangkep, lihat lagi jangan-jangan sholatnya belum sempurna, sering telat dan asal-asalan, pokoknya gugur kewajiban. Setelah itu, lihat lagi tingkah laku kita, jangan-jangan banyak ucapan kita, perbuatan kita yang dimurkai oleh Allah. Mungkin antara rasan-rasan dan dzikir kita tidak imbang. Dosa rasan-rasannya sekarung, tapi dzikirnya hanya secangkir.

Kalau kita kurang memperhatikan hak-hak Allah, kewajiban kita kepada Allah, maka jangan heran kalau Allah enggan untuk memperhatikan kita dalam arti memberi kita rahmat dan pertolongan. Begitu dalam pesan Rasulullah SAW ini. Singakat tapi maknanya sangat padat. Mudah-mudahan kita diberi kemudahan untuk menjaga hak-hak Allah, dan Alah bekenan menjaga dan melindungi kita, lahir batin, dunia akhirat, amiin.

source : mediaummatonline.com

7 Kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah SWT


Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda:”Ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya.Mereka adalah pemimpin yang adil, anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla,seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid,dua orang yang saling mencintai karena Allah,yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah”,seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya,dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata”. (H.R.Bukhary – Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa pada hari kiamat ada tujuh tipe atau golongan manusia yang akan mendapatkan perlindungan Allah swt., yaitu :
1. Pemimpin yang adil

Menjadi pemimpin yang adil itu tidaklah mudah, butuh pengorbanan pikiran,perasaan, harta, bahkan jiwa. Dalam ajaran Islam, kepemimpinan bukanlah fasilitas namun amanah. Kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu sebagai fasilitas, kemungkinan besar kita akan memanfaatkan kepemimpinan itu
sebagai sarana memperkaya diri tanpa menghiraukan aspek halal atau aharam.Sebaliknya, kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu sebagai amanah, kita akan melaksanakan kepemimpinan itu dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Nah, untuk melaksanakan kepemimpinan dengan cara yang amanah itu tidaklah mudah,Karena itu logis kalau kita menjadi pemimpin yang adil,Allah akan memberi perlindungan di akhirat kelak.
2.Anak muda yang saleh

Masa muda adalah masa keemasan karena kondisi fisik masih prima. Namun diakui bahwa ujian pada masa muda itu sangat beragam dan dahsyat. Oleh sebab itu, apabila ada anak muda yang mampu melewati masa keemasannya dengan taqarrub (mendekatkan) diri kepada-Nya, menjauhkan diri dari berbagai kemaksiatan, serta mampu mengendalikan nafsu syahwatnya, Allah akan memberikan perlindungan-Nya pada hari kiamat.Ini merupakan imbalan dan penghargaan yang Allah berikan kepada anak-anak muda yang saleh.
3.Orang yang hatinya terikat pada mesjid

Kalimat “seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid”seperti yang disebutkan hadits di atas, paling tidak menunjukkan dua pengertian. Pengertian pertama, orang-orang yang kapan dan di manapun berada selalu ingin memakmurkan tempat ibadah. Pengertian kedua, orang-orang yang tidak pernah melalaikan ibadah di tengah kesibukan apapun yang dijalaninya.

4.Bersahabat karena Allah

Poin ini terambil dari kalimat “dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah”. Bersahabat karena Allah swt. maksudnya kita mencintai seseorang atau membencinya bukan karena faktor harta, kedudukan, atau hal-hal lain yang bersifat material,namun murni semata-mata karena Allah swt. Kalau sahabat kita berbuat baik,
kita mendukungnya, dan kalau berbuat salah kita mengingatkannya, bahkan kita berani meninggalkannya kalau sekiranya sahabat tersebut akan menjerumuskan kita pada gelimang dosa dan maksiat. Inilah yang dimaksud dengan persahabatan karena Allah.
5.Mampu menghadapi godaan lawan jenis

“Seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah.” Kalimat ini menggambarkan bahwa kalau kita mampu menghadapi godaan syahwat dari lawan jenis, maka kita akan mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat. Di sini
digambarkan seorang laki-laki yang digoda wanita bangsawan nan rupawan tapi dia menolak ajakannya bukan karena tidak selera kepada wanita itu, namun karena takut kepada Allah. Jadi, rasa takut kepada Allahlah yang menjadi benteng laki-laki tersebut, sehingga tidak terjerembab pada perbuatan maksiat. Karena itu Allah memberikan penghargaan pada hari kiamat dengan memberikan pertolongan-Nya. Di sini diumpamakan laki-laki yang digoda wanita, namun sangat mungkin wanita pun digoda laki-laki.

6.Ihklas dalam beramal

“Seseorang yang mengeluarkan sedekah lantas disembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya.” Ini gambaran keihlasan dalam beramal. Saking ihklasnya dalam beramal sampai-sampai tangan kiri pun tidak tahu apa yang diinfakkan atau disumbangkan oleh tangan kanannya. Pertanyaannya, bolehkah kita bersedekah
sambil diketahui orang lain, bahkan nama kita dipampang di koran?
Boleh saja, asalkan benar-benar kita niatkan karena Allah swt., bukan karena cari popularitas. Perhatikan ayat berikut, ” Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S.Al-Baqarah 2: 271)
7.Zikir kepada Allah dengan khusyu

“Seseorang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi, kemudian ia mencucurkan air mata.” Zikir artinya mengingat Allah. Kalau seseorang berdo’a dengan khusyu hingga tak terasa air mata menetes karena sangat nikmat berzikir dan munajat kepada-Nya, maka Allah akan memberikan pertolongan kepadanya pada hari kiamat kelak.
Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan agar kita bisa menjadi orang-orang yang mendapat pertolongan dan perlindungan-Nya. Caranya? Kerjakanlah tujuh poin di atas!

Wallahu A’lam.

Sumber : Milis majelisrasulullah