Jumat, 16 Juli 2010

Kekuatan Rasa Ikhlas

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas. Karena betapapun kita melakukan sesuatu hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis tenaga dan terkuras pikiran, kalau tidak ikhlas melakukannya, tidak akan ada nilainya di hadapan Allah.

Bertempur melawan musuh, tapi kalau hanya ingin disebut sebagai pahlawan, ia tidak memiliki nilai apapun. Menafkahkan seluruh harta kalau hanya ingin disebut sebagai dermawan, ia pun tidak akan memiliki nilai apapun.

Mengumandangkan adzan setiap waktu shalat, tapi selama adzan bukan Allah yang dituju, hanya sekedar ingin memamerkan keindahan suara supaya menjadi juara adzan atau menggetarkan hati seseorang, maka itu hanya teriakan-teriakan yang tidak bernilai di hadapan Allah, tidak bernilai!

Ikhlas, terletak pada niat hati. Luar biasa sekali pentingnya niat ini, karena niat adalah pengikat amal. Orang-orang yang tidak pernah memperhatikan niat yang ada di dalam hatinya, siap-siaplah untuk membuang waktu, tenaga, dan harta dengan tiada arti. Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna.

Apakah ikhlas itu? Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang dapat ia lakukan. Konsentrasi orang yang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT. Jadi ketika sedang memasukan uang ke dalam kotak infaq, maka fokus pikiran kita tidak ke kiri dan ke kanan, tapi pikiran kita terfokus bagaimana agar uang yang dinafkahkan itu diterima di sisi Allah.

Seperti yang dikatakan Imam Ali bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah. Seorang pembicara yang tulus tidak perlu merekayasa kata-kata agar penuh pesona, tapi ia akan mengupayakan setiap kata yang diucapkan benar-benar menjadi kata yang disukai oleh Allah. Bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bisa dipertanggungjawabkan artinya. Selebihnya terserah Allah.

Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut: Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?”

Allah menjawab, “Ada, yaitu besi” (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi). Para malaikat pun kembali bertanya, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?” Allah yang Mahasuci menjawab, “Ada, yaitu api” (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).

Bertanya kembali para malaikat, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?” Allah yang Mahaagung menjawab, “Ada, yaitu air” (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air). “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?” Kembali bertanya para malaikat.

Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).

Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, “Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?”

Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya.”

Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.

Nah, sahabat. Orang yang ikhlas adalah orang yang punya kekuatan, ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan. Allahu Akbar.

Senyum itu adalah Sedekah

Rasulullah SAW bersabda bahwa anak keturunan Adam memiliki kewajiban untuk bersedekah setiap harinya sejak matahari mulai terbit. Seorang sahabat yang tidak memiliki apa pun untuk disedekahkan bertanya, “Jika kami ingin bersedekah, namun kami tidak memiliki apa pun, lantas apa yang bisa kami sedekahkan dan bagaimana kami menyedekahkannya?”

Rasulullah SAW bersabda, “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR Tirmizi dan Abu Dzar).

Dalam hadis lain disebutkan bahwa senyum itu ibadah, “Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah.” (HR Trimidzi, Ibnu Hibban, dan Baihaqi).

Salah seorang sahabat, Abdullah bin Harits, pernah menuturkan tentang Rasulullah SAW, “Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW.” (HR Tirmidzi).

Meskipun ringan, senyum merupakan amal kebaikan yang tidak boleh diremehkan.

Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” (HR Muslim).

Mungkin kita sering berpikir bahwa sedekah itu berkaitan erat dengan harta benda seperti pemberian uang, pakaian, atau apa pun yang bisa langsung dinikmati penerima dalam bentuk materi. Hal itu juga mungkin yang ada dalam pikiran para sahabat Rasulullah SAW, sehingga mereka sangat gelisah kemudian mempertanyakannya.

Karena itu, tidak semestinya seorang Muslim membiarkan satu hari pun berlalu tanpa dirinya terlibat dalam kegiatan bersedekah. Jika kita punya wawasan sempit mengenai pengertian bersedekah, tentulah hal itu menjadi mustahil.

Di antara keistimewaan sedekah adalah menolak bala (musibah).

Dari Sayyid Ali Ar-Ridha, dari Sayyid Ja’far Ash-Shadiq, dari Sayyid Ali Zainal Abidin, dari Ali bin Abi Thalib Radiyallahu Anhum, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah itu dapat menghindarkan diri dari kematian yang tidak baik, menjaga diri dari tujuh puluh macam bencana.”

Wallahu alam

Tujuh Kalimat Penyelamat

Al Faqih Abu Laits Samarqandi mengatakan, ada tujuh kalimat yang dapat memberikan kenikmatan beribadah, dan dapat menghapuskan dosa. Diantaranya;

1.Sebelum melakukan pekerjaan yang baik, selalu membaca Basmalah. (Bismillaahirrahmanir-rahim. Artinya, dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang).

2.Sesudah menunaikan pekerjaan atau memperoleh kenikmatan yang halal mengucapkan Hamdalah (Alhamdulillahi rabbil ‘Alamin. Artinya, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam).

3.Jika telah melakukan kekeliruan, segera beristighfar (Astaghfirullah hal adhiim. Artinya, aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung).

4.Ketika berjanji didahului dengan kata Insya Allah (Jika Allah menghendaki, aku akan melakukannya).

5.Ketika menghadapi masalah yang menyulitkan, membaca Haulaqoh (Laa haula walaa quwwata illa billah. Artinya, Tidak ada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah).

6.Ketika ditimpa musibah, membaca Istirja’ (Innaalillahi wa inna ilaihi raji’un. Artinya, segala sesuatu itu dari Allah, dan akan kembali kepada-Nya).

7.Setiap hari, setiap saat selalu berdzikir kalimat Thayyibah (Laailaaha illallah. Artinya, tidak ada Tuhan selain Allah)

Tujuh Kemuliaan Duduk Dekat Orang Alim

Al-Faqih Abu Laits Samarqandi menuturkan, bahwa orang yang duduk bersama orang pandai/alim, sekalipun tidak dapat mengingat yang disampaikannya akan memperoleh tujuh kemuliaan. Diantaranya :

1. Kemuliaan orang yang belajar.
2. Dapat mengekang laku dosa, sepanjang dekat orang yang pandai dan alim.
3. Ketika berangkat ke majelis/pertemuannya Allah SWT selalu menurunkan rahmat-Nya.
4. Ketika berdampingan dengannya, memperoleh rahmat yang diberikan kepada orang pandai yang alim tersebut.
5. Memperoleh kebaikan sepanjang mendengarkan tutur katanya, atau nasihatnya.
6. Selalu dikelilingi para malaikat, karena mereka sangat rela kepadanya.
7. Setiap langkah ditulis kebaikan dan penebus dosa baginya, serta dinaikkan tingkat derajatnya.

Tujuh Macam Amal Jariyah

Yazid Raqqasyi menuturkan, ada tujuh amal jariyah yang dapat mengucurkan pahala secara terus-menerus. Diantaranya :

1. Membangun masjid, sepanjang dipergunakan shalat.
2. Membuat saluran air minum, selama diminum masyarakat.
3. Menulis atau mencetak mush-haf (Alqur’an) selama dibaca.
4. Menggali sumur, selama digunakan masyarakat.
5. Menanam pohon, selama hasilnya dapat dinikmati orang lain atau hewan.
6. Mengajarkan ilmu yang bermanfaat, selama ilmu itu diamalkan.
7. Meninggalkan anak yang sholeh, selama dia mendo’akan kepada kedua orang tuanya. Karenanya, apabila mempunyai anak, didiklah dengan ilmu yang bermanfaat, ajarkan membaca Alqur’an. Selama anak tersebut membaca Alqur’an dan mengamalkan ilmu yang dimilikinya, selama itu pula orang tuanya memperoleh pahalanya. Sebaliknya, jika anak dibiarkan atau tidak dibekali dengan ilmu sehingga melakukan kejahatan karena kebodohannya, maka orang tuanya juga mendapat bagian dosa dari perbuatan anaknya.

Mengapa Air Telinga Pahit Rasanya? Mengapa Air Mata Asin Rasanya? Mengapa Air Liur Tawar Rasanya?


Sudah merupakan ketentuan Allah Subhaanahu Wata’aala bahwasannya air telinga itu pahit rasanya. Fungsinya adalah agar hewan-hewan kecil tidak mudah masuk ke dalam rongga telinga. Setiap kali ada hewan kecil yang berusaha masuk ke dalamnya, pastilah ia akan segera berbalik mencari jalan keluar.

Allah menciptakan air mata rasanya asin, tujuannya agar dapat menjaga kesehatan mata, sebab lemak yang ada pada mata mudah sekali rusak, maka air matapun diciptakan asin untuk memelihara keduanya.

Dan Allah menciptakan air liur itu rasanya tawar agar dapat mencicipi berbagai jenis rasa sesuai dengan rasa aslinya. Sebab, bila rasanya tidak tawar, tentunya setiap rasa akan berubah. Misalnya orang yang air liurnya menjadi pahit karena penyakit, maka segala sesuatu yang dicicipinya menjadi pahit, padahal sebenarnya tidak pahit.

Seorang penyair berkata :
Siapa saja yang air liurnya pahit karena sakit
Maka air tawar akan terasa pahit baginya

(Keajaiban-keajaiban Makhluk Dalam Pandangan al-Imam Ibnul Qayyim, Pustaka Darul Haq/alsofwa), madinatulilmi

AMALIYAH & KE ISTIMEWAAN BULAN SYA’BAN YG PENUH BERKAH DARI LANGIT


Rosululloh bersabda : Rajab adalah bulan Alloh, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan ummatku. “ tiga rangkaian bulan tersebut selalu di jadikan acuan utk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Banyak Hadits Rosululloh yg menganjurkan memperbanyak ibadaha di bulan tersebut. Bulan Sya’ban adalah menjadi persiapan terakhir bagi kita utk memasuki bulan suci Ramdhan, oleh karena itu sudah selayaknyalah kita memberikan perhatian khusus kepada bulan Sy’aban, agar kita nantinya di bulan Ramdhan tdk merasa kaget dg banyaknya rutinitas ibadah, terforsirnya waktu dan tenaga utk beribadah baik di siang maupun malam harinya, agar di bulan Ramadhan nanti lebih mantap dan terasa ringan dalam beribadah. MAKNA SYA’BAN Ibnu Manzhur dlm kitab Lisan al Aroby mengatakan, bulan Sya’ban dinamakan Sya’ban karena ia adalah sya’ab, artinya “ menonjol “, di anatar 2 bulan, yakni Rajab dan Ramadhan. Dalam Kitab Raudloh al Ulama’ di riwayatakan oleh Rosululloh SAW menerangkan, tentang makna Sy’aban, bahwa di namakan Sya’ban karena, pada buan itu terdapat tasya’ub ( bercabang-cabang ) kebaikan yang banyak. KEMULIAAN BULAN SYA’BAN Di Dalam Bulan Sya’ban, terdapat saat yang sangat istimewa, yaitu malam Nisfu Sya’ban ( yakni di tanggal 15 Sya’ban ). Malam Nisyfu Sya’ban adalah malam yg mempunyai kelebihan di banding dg malam-malam yg lainnya. Imam Ahmad dan Daruqutni meriwayatkan, bahwa Rosululloh bersabda : “ Sesungguhnya Alloh SWT memberikan Rahma-Nya ke langit dunia pada malam nisyfu sya’aban. Maka diberi-Nya ampunan yg lebih banyak dari pada bulul kambing bani kalb. “ Dari Abu Hurairoh, ia berkata, “ telah bersabda Rosululloh SAW, “ Jibril pernah datang kpdku pada malam nisyfu sya’ban, seraya berkata. “ wahai Muhammad inilah malam yg di bukakan padanya pintu-pintu langit dan pintu2 rahmat. Maka bangunlah engkau, shalatlah dan angkatlah kepalamu serta kedua tanganmu ke langit. Lalu aku bertanya. “ wahai jibril, malam apakah ini. ? Ia menjawab : inilah malam yg di bukakan kpdnya 300 pintu rahmat. Maka Alloh mengaruniakan ampunan bagi segenap mrk yg tdk meneyekutukan Alloh, dg sesuatu, kecuali org yg menjadi tukang sihir, tukang tenung, org yg bermarah2han, org yg mengekalkan minum khomer, org yg mengekalkan zina, org yg makan riba, org yg durhaka kpd ortunya, tukang mengadu domba, dan org yg memutuskan tali silaturrahmi. Maka sesungguhnya mrk itu tdk di ampuni hingga mereka bertaubat dan meninggalkan perbuatan tersebut. “ Kemudian Rosululloh pun keluar rumah, lalu sholat dan menangis dalam sujudnya dan mengatakan : “ Ya ilahi…sesungguhnya aku berlindung kpd-Mu dari siksa-Mu, dan kemurkaan-Mu. Dan tdklah dapat menghinggakan pujian atas-Mu. Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri. Maka bagi-Mu lah pujian hingga Engkau Ridlo. “ AMALAN DI BULAN SYA’BAN 1. Perbanyak Sholat Sunnah 2. Membca Istghfar, Tasbeh, dan Sholawat setiapa malam 3. Memperbanyak Sedekah kpd Yatim Piatu dan Fakir Miskin ADAPUN YG KHUSUS UTK MALAM TANGGAL 15 SYA’BAN ( NISYFU SYA’BAN ) Kerjakanlah Sholat Hajat 2 Rekaat ato lebih pada malam hari setelah sholat Maghrib, kemudian Bacalah Surat Yasin 3 Kali, dg cara sbb : 1. Setelah baca Yasin yg pertama, maka berdoalah khusus memohon panjang umur, diberi umur yg manfaat dan berkah, yg senantiasa taat kpd-Nya sampai hari qiyamat 2. Setelah membaca Yasin yg ke dua, maka berdoalah khusus memohon keselamatan, jauh dari Bala’ dan Musibah, jauh dari penyakit lahir dan batin 3. Setelah Yasin yg ke Tiga, maka berdoalah agar diberi kemudahan Rizqi yg khalal, manfaat, dan berkah Kemudian berdoalah dg Doa Nisyfu Sya’ban, doa tersebut bisa di cari di Kita2 majmu’ lathif, al barjanzi, kumpulan doa-doa, atau doa dg cara jawa spt di bawah ini : “ Ya Alloh Gusi Kulo Nyuwun ngapuro, panjang umur, selamet songko coba lan loro, jembaripun rizqi ingkang halal kangge to’at ibadah dunyo akhirat. Akhir gesang khusnul khotimah. AMIN “

Apa Rahasia dibalik hari Jumat ???

Mungkin kita semua menganggap hari jumat sebagai hari biasa, di sebabkan dengan tidak tahunya kita tentang hari jumat dan di samping itu hari libur di seluruh penjuru dunia lebih dari 75 % menganggap hari libur adalah hari minggu padahal perlu kita ketahui sesungguhnya hari libur ummat islam adalah hari jumat hal ini di sebabkan dengan kalahnya kita dengan adat-adat budaya barat yang mengedepankan dunia dari pada akherat.

Perlu anda ketahui sesungguhnya hari jumat merupakan hari yang sangat istimewah Apa itu istimewah nya istimewah nya adalah hari jumat merupakan hari yang paling afdol di sisi Allah dan gak tanggung-tanggung lagi hari jumat Allah telah membebaskan lebih dari 600 orang yang akan masuk ke neraka dan bukan hanya ini saja yang gak tanggung-tanggung nya , yaitu : barang siapa meninggal dunia pada malam jumat atau hari jumat maka Allah tidak akan menghisab orang tersebut dan di jauhkan dari azab kubur , Semoga kita semua dapat meninggal Khusnul khotimah Amien maka ayo kita gunakan hari jumat dengan memperbanyak ibadah kepada Allah dan mengikuti sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW.

Dahsyatnya Siksa Bagi Orang yang Meninggalkan Sholat


Ibnu Abbas, berkata, Maksud Hadist: “Aku dengar Rasulullah SAW bersabda: “Awalnya orang yang meninggalkan solat itu, bukanlah dia termasuk golongan Islam. Allah tidak terima tauhid dan imannya dan tidak ada faedah shodakah, puasa dan syahadatnya”. Alhadist.

Gambaran Azab Bagi Yang Meninggalkan Sholat.

Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW, bukan saja diperlihatkan tentang balasan orang yang beramal baik, tetapi juga diperlihatkan balasan orang yang berbuat mungkar, diantaranya siksaan bagi yang meninggalkan Sholat fardhu.
Mengenai balasan orang yang meninggalkan Sholat Fardu: “Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (Riwayat Tabrani).
Orang yang meninggalkan Sholat akan dimasukkan ke dalam Neraka Saqor. Maksud Firman Allah Ta’ala: “..Setelah melihat orang-orang yang bersalah itu, mereka berkata: “Apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam Neraka Saqor ?”. Orang-orang yang bersalah itu menjawab: “kami termasuk dalam kumpulan orang-orang yang tidak mengerjakan Sholat” Al-ayat.
Saad bin Abi Waqas bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai orang yang melalaikan Sholat, maka jawab Baginda SAW, “yaitu mengakhirkan waktu Sholat dari waktu asalnya hingga sampai waktu Sholat lain. Mereka telah menyia-nyiakan dan melewatkan waktu Sholat, maka mereka diancam dengan Neraka Wail”.
Ibn Abbas dan Said bin Al-Musaiyib turut menafsirkan hadist di atas “yaitu orang yang melengah-lengahkan Sholat mereka sehingga sampai kepada waktu Sholat lain, maka bagi pelakunya jika mereka tidak bertaubat Allah menjanjikan mereka Neraka Jahannam tempat kembalinya”.

Maksud Hadist: “Siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka sesungguhnya dia telah kafir dengan nyata”.

Berdasarkan hadist ini, Sebagaian besar ulama (termasuk Imam Syafi’i) berfatwa: Tidak wajib memandikan, mengkafankan dan mensholatkan jenazah seseorang yang meninggal dunia dan mengaku Islam, tetapi tidak pernah mengerjakan sholat. Bahkan, ada yang mengatakan haram mensholatkanya.

Siksa Neraka Sangat Mengerikan

Mereka yang meninggalkan sholat akan menerima siksa di dunia dan di alam kubur yang terdiri dari tiga siksaan.

Tiga jenis siksa di dalam kubur yaitu:
1. Kuburnya akan berhimpit-himpit serapat mungkin sehingga meremukkan tulang-tulang dada.
2. Dinyalakan api di dalam kuburnya dan api itu akan membelit dan membakar tubuhnya siang dan malam tiada henti-henti.
3.Akan muncul seekor ular yang bernama “Sujaul Aqra” Ia akan berkata, kepada si mati dengan suaranya bagai halilintar: “Aku disuruh oleh Allah memukulmu sebab meninggalkan sholat dari Subuh hingga Dhuhur, kemudian dari Dhuhur ke Asar, dari Asar ke Maghrib dan dari Maghrib ke Isya’ hingga Subuh”. Ia dipukul dari waktu Subuh hingga naik matahari, kemudian dipukul dan dibenturkan hingga terjungkal ke perut bumi karena meninggalkan Sholat Dhuhur. Kemudian dipukul lagi karena meninggalkan Sholat Asar, begitulah seterusnya dari Asar ke Maghrib, dari Maghrib ke waktu Isya’ hingga ke waktu Subuh lagi. Demikianlah seterusnya siksaan oleh “Sajaul Aqra” hingga hari Qiamat.

Didalam Neraka Jahanam terdapat wadi (lembah) yang didalamnya terdapat ular-ular berukuran sebesar tengkuk unta dan panjangnya sebulan perjalanan. Kerjanya tiada lain kecuali menggigit orang-orang yang tidak mengerjakan Sholat semasa hidup mereka. Bisa ular itu juga menggelegak di di badan mereka selama 70 tahun sehingga hancur seluruh daging badan mereka. Kemudian tubuh kembali pulih, lalu digigit lagi dan begitulah seterusnya.

Maksud Hadist: “orang yang meninggalkan sholat, akan Allah hantarkan kepadanya seekor ular besar bernama “Suja’ul Akra”, yang matanya memancarkan api, mempunyai tangan dan berkuku besi, dengan membawa alat pemukul dari besi berat”.

Siapakah orang yang sombong?

Orang yang sombong adalah orang yang diberi penghidupan tapi tidak mau sujud pada yang menjadikan kehidupan itu yaitu, Allah Rabbul Alaamin, Tuhan sekalian alam. Maka bertasbihlah segala apa yang ada di bumi dan di langit pada TuhanNya kecuali Iblis dan manusia yang sombong diri.
Siapakah orang yang telah mati hatinya?

Orang yang telah mati hatinya adalah orang yang diberi petunjuk melalui ayat-ayat Qur’an, Hadits dan cerita-cerita kebaikan namun merasa tidak ada kesan apa-apa di dalam jiwa untuk bertaubat.
Siapakah orang dungu kepala otaknya?

Orang yang dungu kepala otaknya adalah orang yang tidak mau melakukan ibadah tapi menyangka bahwa Allah tidak akan menyiksanya dengan kelalaiannya itu dan sering merasa tenang dengan kemaksiatannya.
Siapakah orang yang bodoh?

Orang yang bodoh adalah orang yang bersungguh-sungguh berusaha sekuat tenaga untuk dunianya sedangkan akhiratnya diabaikan.

Bahaya Meninggalkan Sholat
Barang siapa yang (sengaja) meninggalkan solat fardhu lima waktu:

Subuh –Allah Ta’ala akan menenggelamkannya kedalam neraka Jahannam selama 60 tahun hitungan akhirat. (1 tahun diakhirat=1000 tahun didunia=60,000 tahun).

Dhuhur -Dosa sama seperti membunuh 1000 orang muslim.

Asar -Dosa seperti menghacurkan Ka’bah.

Maghrib -Dosa seperti berzina dengan ibu-bapak sendiri.

Isya’ -Allah Ta’ala akan berseru kepada mereka: “Hai orang yang meninggalkan sholat Isya’, bahwa Aku tidak lagi ridha’ engkau tinggal dibumiKu dan menggunakan nikmat-nikmatKu, segala yang digunakan dan dikerjakan adalah berdosa kepada Allah Ta’ala”.

Maksud Firman Allah Ta’ala: “Mereka yang menyia-nyiakan solat dan mengikuti hawa nafsu kepada kejahatan, maka tetaplah mereka jatuh ke dalam satu telaga api neraka.” (Maryam : 59).

Kehinaan bagi yang meninggalkan sholat:
Di dunia

A.Allah Ta’ala menghilangkan berkat dari usaha dan rezekinya.

B.Allah Ta’ala mencabut nur orang-orang mukmin (sholeh) dari pada (wajah) nya.

c.ia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.
Ketika Sakaratul Maut

a.Ruh dicabut ketika ia berada didalam keadaan yang sangat haus.

b.Dia akan merasa amat azab/pedih ketika ruh dicabut keluar.

c.Dia akan Mati Buruk (su’ul khatimah)

d.ia akan dirisaukan dan akan hilang imannya.
Ketika di Alam Barzakh

A.ia akan merasa susah (untuk menjawab) terhadap pertanyaan (serta menerima hukuman) dari Malaikat Mungkar dan Nakir yang sangat menakutkan.

B.Kuburnya akan menjadi sangat gelap.

C.Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang-tulang rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari).

D.Siksaan oleh binatang-binatang berbisa seperti ular, kala jengking dan lipan.
Malaikat Jibril as, telah menemui Nabi Muhammad SAW, dan berkata:

“Ya Muhammad.. Tidaklah diterima bagi orang yang meninggalkan sholat yaitu: Puasanya, Shodaqahnya, Zakatnya, Hajinya dan Amal baiknya”.


Orang yang meninggalkan Sholat akan diturunkan kepadanya tiap-tiap hari dan malam seribu laknat dan seribu murka. Begitu juga Para Malaikat di langit ke-7 akan melaknatnya.


Ya Muhammad..! Orang yang meninggalkan Sholat tidak akan mendapat syafa’atmu dan ia tidak tergolong dari umatmu.. Tidak boleh diziarahi ketika ia sakit, tidak boleh mengiringi jenazahnya, tidak boleh beri salam pada nya, tidak boleh makan minum dengan nya, tidak boleh bersahabat dengannya, tidak boleh duduk besertanya, tidak ada Agama baginya, tidak ada kepercayaan bagi nya, tidak ada baginya Rahmat Allah dan ia dikumpulkan bersama dengan orang Munafiqiin pada lapisan Neraka yang paling bawah (diazab dengan amat dahsyat..).

Sabda Nabi Muhammad SAW, Maksud Hadist: “Perjanjian (perbedaan) diantara kita (orang islam) dengan mereka (orang kafir) ialah Sholat, dan barangsiapa meninggalkan Sholat sesungguhnya ia telah menjadi seorang kafir”. (Tirmizi).

Wahai Saudaraku Ummat Islam, mari kita merenung sejenak tentang ancaman azab bagi yang meninggalkan sholat Fardhu. Apa guna kita hidup di dunia sekalipun berlimpah harta jika kita termasuk golongan orang-orang yang (kafir) meninggalkan sholat..?, barang siapa meninggalkan Sholat, maka ia telah menjadi kafir dengan nyata…! Orang yang meninggalkan sholat, ia wajib menerima azab Allah Ta’ala..! Orang yang meninggalkan sholat, tidak akan mendapat Syafa’at Nabi Muhammad SAW, karena mereka telah menjadi kafir dan orang kafir tidak berhak mendapat Syafa’at Nabi Muhammad SAW. Ancaman Allah Ta’ala terhadap orang-orang yang meninggalkan sholat bukan sekedar gertakan belaka. Sungguh ancaman Allah Ta’ala akan terbukti kelak di akhirat. “…sesungguhnya Allah tidak akan mengingkari janji”.

Wa Salam.