Selasa, 24 Juli 2012

Menyoroti Jadwal Imsak, Adakah Tuntunannya?


Pada jadwal waktu berkaitan dengan Ramadlan, baik berkaitan dengan shalat lima waktunya atau berbuka dan sahurnya, kita dapati satu bagian yang disebut “imsak”. Yaitu jadwal waktu yang diadakan sepuluh atau lima belas menit sebelum Shubuh. Implikasinya mempengaruhi amal dan keyakinan kaum muskimin yang berpuasa, mereka meyakini bahwa waktu imsak adalah batas dibolehkannya makan dan minum. Apakah hal ini dibenarkan dan memiliki dasar dari sunnah Nabi ataukah termasuk perkara bid’ah (yang diada-adakan dalam urusan agama)?

Jawaban:
Perbuatan ini salah dan tidak bisa dibenarkan, karena Allah Ta’ala telah membolehkan orang yang berpuasa untuk makan dan minum sehingga ada kejelasan telah terbitnya fajar. Allah Ta’ala berfirman,
وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS. Al-Baqarah: 187)
Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya (1919) begitu juga Imam Muslim (1092), dari Ibnu Umar dan Aisyah radliyallaahu 'anhum bahwa Bilal beradzan pada waktu masih malam, lalu Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, “Makan dan minumlah sehingga Ibnu Ummi Maktum beradzan, karena dia tidak akan beradzan sehingga fajar telah terbit.”
Imam al-Nawawi berkata, “Di dalamnya (hadits): dibolehkannya makan, minum, jima’, dan segala hal sehingga terbit fajar.”
Memulai wajibnya puasa dari imsak adalah perbuatan salah dan bid'ah, karena Allah Ta’ala telah membolehkan orang yang berpuasa untuk makan dan minum sehingga ada kejelasan telah terbitnya fajar.
Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam fathul Baari (4/199) pernah menyinggung bentuk lain dari imsak yang tejadi zaman beliau, “Di antara perkara-perkara bid’ah mungkar yang diada-adakan pada zaman ini adalah meletakkan kumandang adzan kedua sebelum shubuh sekitar 20 menit pada bulan Ramadhan; serta memadamkan lampu-lampu sebagai pertanda (telah datangnya waktu) haram untuk makan dan minm bagi orang yang akan berpuasa dengan beranggapan dari apa yang mereka ada-adakan bahwa hal itu dimaksudkan untuk berhati-hati dalam beribadah. . . ”
Fatwa Syaikh Utsaimin rahimahullah
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah pernah menjawab persoalan serupa, “Ini termasuk perkara bid’ah, tidak memiliki landasan dari sunnah, bahkan sunnah sendiri menyelisihinya karena Allah Ta’ala berfirman,
وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّيْلِ وَلاَ تُبَـٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَـٰكِفُونَ فِي الْمَسَـٰجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلاَ تَقْرَبُوهَا كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 187)
Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Bilal beradzan pada malam hari, maka makan dan minumlah sehingga kalian mendengar adzan yang dikumandangkan Ibnu Ummi Maktum, karena dia tidak akan mengumandangkan adzan sehingga fajar mulai terbit.” Dan Imsak yang telah dibuat dan ditetapkan oleh sebagian orang ini merupkan tambahan dari perkara fardlu yang ditetapkan Allah 'Azza wa Jalla , sehingga hukum imsak itu batil. Imsak juga termasuk bentuk berlebihan dalam menjalankan agama Allah. Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam telah bersabda,
هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُون هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُون هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُون

Sungguh celaka orang-orang yang berlebihan (dalam beragama) –beliau mengulanginya sebanyak tiga kali-.” (HR. Ahmad)
Fatwa Syaikh Bin Bazz rahimahullah
Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah pernah juga menjawab pertanyaan seputar masalah ini,:
“Saya tidak mengetahui adanya dalil tentang penetapan waktu imsak 15 menit sebelum adzan Shubuh. Bahkan yang sesuai dengan dalil Al Qur’an dan As Sunnah, imsak (yaitu menahan diri dari makan dan minum, -pen) adalah mulai terbitnya fajar (masuknya waktu shubuh). Dasarnya firman Allah Ta’ala,
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS. Al Baqarah: 187)
Juga dasarnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الفَجْرُ فَجْرَانِ ، فَجْرٌ يُحْرَمُ الطَّعَامُ وَتَحِلُّ فِيْهِ الصَّلاَةُ ، وَفَجْرٌ تُحْرَمُ فِيْهِ الصَّلاَةُ (أَيْ صَلاَةُ الصُّبْحِ) وَيَحِلُّ فِيْهِ الطَّعَامُ

“Fajar ada dua macam: [Pertama] fajar diharamkan untuk makan dan dihalalkan untuk shalat (yaitu fajar shodiq, fajar masuknya waktu shubuh, -pen) dan [Kedua] fajar yang diharamkan untuk shalat (yaitu shalat shubuh) dan dihalalkan untuk makan (yaitu fajar kadzib, fajar yang muncul sebelum fajar shodiq, -pen).” (Diriwayatakan oleh Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro no. 8024 dalam “Puasa”, Bab “Waktu yang diharamkan untuk makan bagi orang yang berpuasa” dan Ad Daruquthni dalam “Puasa”, Bab “Waktu makan sahur” no. 2154. Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim mengeluarkan hadits ini dan keduanya menshahihkannya sebagaimana terdapat dalam Bulughul Marom)
Dasarnya lagi adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّ بِلاَلاً يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ

“Bilal biasa mengumandangkan adzan di malam hari. Makan dan minumlah sampai kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum.” (HR. Bukhari no. 623 dalam Adzan, Bab “Adzan sebelum shubuh” dan Muslim no. 1092, dalam Puasa, Bab “Penjelasan bahwa mulainya berpuasa adalah mulai dari terbitnya fajar”). Seorang periwayat hadits ini mengatakan bahwa Ibnu Ummi Maktum adalah seorang yang buta dan beliau tidaklah mengumandangkan adzan sampai ada yang memberitahukan padanya “Waktu shubuh telah tiba, waktu shubuh telah tiba.” Hanya Allah lah yang memberi taufik. (Disadur dari Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 15/281-282, Mawqi’ Al Ifta’) Wallahu A’lam

Jumat, 20 Juli 2012

Subhanallaah, NASA Membenarkan Matahari Akan Terbit dari Barat!!

Kebenaran ajaran Islam terus-menerus dibuktikan oleh penemuan demi penemuan ilmu pengetahuan. 1.400 tahun yang lalu, Rasulullah SAW sudah menyatakan dalam haditsnya bahwa kelak matahari akan terbit dari Barat sebagai bukti keagungan Allah SWT dan ciri-ciri kiamat sudah semakin dekat: ““Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari saja, kemudian tertutuplah pintu taubat. Setelah itu, gerakan matahari pun akan kembali seperti sebelumnya terbit dari timur sampai terjadinya kiamat. Ini sesuai dan dibenarkan oleh peneliti NASA dalam artikelnya dibawah. Dari Ibn ‘Abbas, “Maka Ubai bin Ka’ab berkata: “Maka bagaimana jadinya matahari dan manusia setelah itu?” Rasulullah menjawab: “Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang-orang akan menghadapi (tugas-tugas) dunia mereka, apabila kuda seorang laki-laki melahirkan anaknya, maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya kiamat.” (Fathul Baari, Kitaburriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribiha).
 
  _______________
MATAHARI TERBIT DARI BARAT DIBENARKAN ILMUWAN FISIKA DAN MASUK ISLAM
Ilmuwan Fisika Ukraina Masuk Islam Karena Membuktikan Kebenaran Al-qur’an Bahwa Putaran Poros Bumi Bisa Berbalik Arah
Demitri Bolykov, sorang ahli fisika yang sangat menggandrungi kajian serta riset-riset ilmiah, mengatakan bahwa pintu masuk ke Islamannya adalah fisika. Sungguh suatu yang sangat ilmiah, bagaimanakah fisika bisa mendorang Demitri Bolyakov masuk Islam? Demitri mengatakan bahwa ia tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika.
Mereka sedang dalam penelitian terhadap sebuah sempel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori moderen yang menjelaskan tentang perputaran bumi dan porosnya. Mereka berhasil menetapkan teori tersebut. Akan tetapi Dimetri mengetahui bahwasanya diriwayatkan dalam sebuah hadis dari nabi saw yang diketahui umat Islam, bahkan termasuk inti akidah mereka yang menguatkan keharusan teori tersebut ada, sesuai dengan hasil yang dicapainya. Demitri merasa yakin bahwa pengetahuan seperti ini, yang umurnya lebih dari 1.400 tahun yang lalu sebagai sumber satu-satunya yang mungkin hanyalah pencipta alam semesta ini.
Teori yang dikemukan oleh Prof. Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menfsirakan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sempel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan , ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.
Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.
Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya matahari. Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun. Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat !!!
Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian. Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam. Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huarirah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ”Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima Taubatnya.” (dari kitab Islam wa Qishshah). (IslamIsLogic.wordpress.com )

Mengapa Rasulullah Sangat Sayang Terhadap Kucing

NABI  Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.

Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.
Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.
Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).

Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Keistimewaan Kucing
Fakta Ilmiah 1 : 
Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri.  Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.
Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta Ilmiah 2 :
Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.
 
Hasil yang didapatkan adalah:
- Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
- Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
- Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
- Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
- Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
- Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Komentar Para Dokter Peneliti

- Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.
- Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
- Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing,
- Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
- Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
- Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)
- Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.
- Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Fakta Ilmiah 3 :
Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.

Fakta Ilmiah Tambahan :
 
Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.

Sisa makanan kucing hukumnya suci.
Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata,
“Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur.  Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.

Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah mengapa Rasulullah SAW sangat sayang kepada Muezza, Kucing kesayangannya. [fzl/islampos/berbagaisumber]


Rabu, 18 Juli 2012

"Aku Muslim, Tapi Nggak Sholat"



Pernah nggak, kita membayangkan saat ibu atau ayah kita memanggil, tapi kita masih aja nggak bergeming atau malah pura- pura nggak denger? May be, selanjutnya bakal ada teriakan atau bahkan sesuatu yang melayang, yang pastinya mampir di kita.

Nah, itu aja baru urusan dengan sesama manusia, trus pernah nggak kepikiran, gimana cerita kalau Allah Sang maha Pemberi hidup, "memanggil" kita buat sholat, tapi kita masih aja ogah- ogahan dan males?

Yups, tapi begitulah kenyataan yang ada sekarang ini. Kebanyakan dari kita meremehkan shalat bahkan melihatnya sebagai baban yang berat banget. saking ogahnya, 1001 alasan pribadi dibawa cuma buat menunda-nunda shalat atau bahkan meng-cancel-nya. Na’udzubillah

Parahnya, ada juga yang mendirikan sholat aja nggak, eh malah terang-terangan melecehkan shalat dan menghina orang-orang yang mengerjakannya, tapi kalau ditanya, dia tetap saja mengaku-aku sebagai seorang muslim. Mereka itu juga nggak habis- habisnya mengkritisi perintah Allah tentang tiang agama ini. Ibarat kata saat mereka diajak kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mereka malah balik berkata, “Kami mendengar tapi kami menentang!”

Padahal kalau saja mereka sadar, mereka cuma membiarkan diri mereka sendiri untuk didikte sama hawa nafsu, setan dan syahwatnya. Hawa nafsunya itu juga yang menegakkan argumen di hatinya, supaya dia merasa tenang, tapi padahal sebenarnya dia telah terhinakan.

Kalau saja mereka mau jujur sama kebenaran, pun hatinya bakal berkata yang sama, kalau yang namanya Sholat, itu adalah ibadah yang sangat amat penting sekali. Sholat jugalah yang bakal pertama kali Allah pertanyakan ke kita nanti kalo di akhirat. Shalat juga merupakan salah satu rukun Islam yang jadi pembatas seseorang itu mukmin atau kafir.

Nabi SAW bersabda: “Perjanjian yang mengikat antara kami dan mereka adalah mendirikan shalat. Siapa yang meninggalkannya, maka sungguh dia telah kafir”(H.R Muslim)

Selain itu Saking pentingnya,ibadah shalat dalam Islam nggak bakal bisa diganti atau diwakilkan. Cowok atau cewek yang muslim dalam kondisi apapun, sehat ato nggak, aman atau takut, lagi bermukim dan musafir tetep kudu sholat. Kalau nggak bisa berdiri boleh duduk, kalau tidak bisa duduk boleh berbaring, dan seterusnya.Tapi judulnya kudu tetep sholat.

Trus apa sih manfaat sholat? Allah Subhanahu wataala berfirman,

"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan tegakkanlah shalat untuk mengingat-Ku."(Qs. Thaha: 14). "(Yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah, hati menjadi tenang." (Qs. Ar-Ra'du: 28)

Friend, orang hidup pastilah butuh yang namanya ketenangan. Dan dua ayat di atas memberitahukan ke kita kalau soal ketenangan jiwa adalah janji Allah yang sudah pasti bakal diberikan kepada orang yang shalat. Hati kita bisa merasa tenang banget kalau selalu mengingat dan dzikir kepada Allah. Nah, sarana berdzikir yang paling efektif itu adalah shalat. Tapi tentu saja, bukan sembarang shalat loh. kan perintah Allah tadi adalah menegakkan sholat dan nggak hanya sekedar melaksanakan. Dan dua hal itu, tentu saja beda, Friend.

Kalau kita mendirikan shalat, otomatis ada niat buat perjuangan, keseriusan, kedisiplinan, dan konsentrasi level tinggi. Beda kalau kasusnya cuma sekedar melaksanakan. Kadang kita masih santai, dan nggak perlu serius- serius amat. Yang penting kan udah terlaksana.

Sholat juga adalah nikmat yang sangat besar dari Allah SWT. Allah juga menjanjikan tingkatan surga tertinggi yaitu surga FIRDAUS bagi hamba-hambanya yang beriman dan mendirikan sholat dengan benar. Tapi nggak tahu kenapa ya, dengan imbalan sebesar itu, sebagian besar dari kita masih aja berat plus bandel buat melaksanakannya.

Umar bin Khaththab sering mengingatkan para pemimpinnya, dan rakyatnya betapa pentingnya arti sholat bagi mereka. Bahkan beliau berkata, “Barang siapa menjaga sholatnya, sungguh dia telah menjaga agamanya. Barang siapa yang menyia-nyiakan sholatnya, maka terhadap urusan yang lain slain sholat, ia akan lebih menyia-nyiakan lagi”

Ini baru gambaran kecil kalau para kekasih Allah SWT selalu menganggap sholat itu primer banget di mata mereka.

Maka, belajar dari keteladanan mereka, malu banget dunk kalau kita bilang "aku muslim, tapi nggak sholat". Lagi pula, Friend...bukankah Allah memberikan jatah waktu 24 jam ke kita selama 1 hari. Dan itu nggak sebentar kan, so kenapa kita nggak mau memberikan walau cuma 24 menit saja buat "laporan" dan mengingat Allah sebagai bentuk rasa trimakasih kita kepadaNya? atau jangan- jangan kita memang termasuk orang- orang yang nggak pandai bersyukur dan berterimakasih? jawabnya, kembali kepada diri kita masing- masing.

(NayMa/voa-islam.com)

Petunjuk Islam Dalam Memuliakan Sya'ban

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Sya'ban adalah bulan yang mendapat perhatian dari Islam. Posisinya yang berada di antara bulan haram (Rajab) dan Ramadhan menjadi salah satu sebab penentunya. Di mana pada masa jahiliyah, orang-orang sibuk dengan kegiatan duniawi sehingga lalai dari menjalankan ketaatan. Tidak sebagaimana pada saat bulan Rajab dan Ramadhan.
Al-Hafidz Ibnul Hajar rahimahullah berkata: "Dinamakan Sya'ban karena kesibukan mereka mencari air atau sumur setelah berlalunya bulan Rajab yang mulia, dan dikatakan juga selain itu." (al-Fath: 4/251)
Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid Radhiyallahu 'Anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ
Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan.” (HR. Al Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Pada bulan Sya'ban, umumnya, umat Islam sibuk dengan persiapan-persiapan menyambut Ramadhan. Tetapi, seringnya, persiapan itu berkisar hanya masalah materi. Bagi pedagang, mereka sibuk menyiapkan stok untuk menghadapi pasar Ramadlan, yang biasanya sangat ramai. Bagi panitia pengajian, sibuk mengadakan acara-acara penutupan pengajian. Biasanya diisi dengan makan-makan atau rekreasi bareng. Padahal berdasarkan sabda Nabi Shallalahu 'Alaihi Wasallam ada beberapa amalan yang dianjurkan, seperti memperbanyak puasa di bulan itu.
Di sisi lain, sebagian kaum muslimin yang terlalu gemar beribadah, melakukan ritual-ritual yang beraneka ragam untuk memuliakan bulan ini, khususnya di malam pertengahan, nishfu Sya'ban. Tetapi, sayangnya, ritual-ritual tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dari dalil shahih.
. . . satu amal yang mendapat perhatian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam secara khusus. Beliau menghidupkan Sya'ban dengan memperbanyak puasa, hampir seluruhnya. . .
Bagaimana petunjuk Islam dalam memuliakan Sya'ban?
Dalam memuliakan Sya'ban dianjurkan melaksanakan ketaatan dan amal ibadah yang telah disyariatkan secara umum, seperti qiyamullail, shalat sunnah rawatib, membaca al-Qur'an, bersedekah dan lainnya. Namun ada satu amal yang mendapat perhatian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam secara khusus. Beliau menghidupkan Sya'ban dengan memperbanyak puasa, hampir seluruhnya. Sehingga terjadi perbincangan serius di kalangan ulama tentang puasa penuh di bulan Sya'ban.
Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid Radhiyallahu 'Anhuma, beliau berkata, “Wahai Rasulullah! aku tidak pernah melihatmu berpuasa pada satu bulan dari bulan-bulan yang ada sebagaimana puasamu pada bulan Sya’ban.”Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amat suka saat amalanku dinaikkan aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Al Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak pernah berbuka (tidak puasa). Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak pernah berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha juga mengatakan,
لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
“Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156)
Dalam lafazh Muslim, ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha mengatakan,
كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً
“Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya. Namun beliau berpuasa Sya'ban semuanya kecuali hanya sedikit hari saja (sedikit hari yang beliau tidak berpuasa padanya).” (HR. Muslim no. 1156)
Dari Ummu Salamah, beliau mengatakan, “Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Sya’ban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Maksud berpuasa pada Sya'ban seluruhnya
Lalu apa yang dimaksud dengan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya (Kaana yashumu sya’ban kullahu)? Imam Asy Syaukani rahimahullah menjawab hal ini, “Riwayat-riwayat ini bisa dikompromikan dengan kita katakan bahwa yang dimaksud dengan kata “kullu” (seluruhnya) di situ adalah kebanyakannya (mayoritasnya). Alasannya, sebagaimana dinukil oleh At Tirmidzi dari Ibnul Mubarok. Beliau mengatakan: bahwa boleh dalam bahasa Arab disebut berpuasa pada kebanyakan hari dalam satu bulan dengan dikatakan berpuasa pada seluruh bulan.” (Nailul Authar, 7/148). Jadi, yang dimaksud oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berpuasa di seluruh hari bulan Sya’ban adalah berpuasa di mayoritas harinya.
. . . Jadi, yang dimaksud Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berpuasa di seluruh hari bulan Sya’ban adalah berpuasa di mayoritas harinya. . .
Kenapa Nabi Tidak Puasa Penuh di Bulan Sya'ban?
Al-Imam Al-Nawawi rahimahullah menuturkan bahwa para ulama mengatakan, “Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak menyempurnakan berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan agar tidak disangka puasa selain Ramadhan adalah wajib.” (Syarh Muslim, 4/161)
Hikmah Banyak Puasa di Bulan Sya'ban
Di antara rahasia kenapa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam banyak berpuasa di bulan Sya’ban adalah karena puasa Sya’ban adalah ibarat ibadah rawatib (ibadah sunnah yang mengiringi ibadah wajib). Sebagaimana shalat sunnah rawatib adalah shalat yang memiliki keutamaan karena dia mengiringi shalat wajib, sebelum atau sesudahnya, demikianlah puasa Sya’ban. Karena puasa di bulan Sya’ban sangat dekat dengan puasa Ramadhan, maka puasa tersebut memiliki keutamaan. Dan puasa ini bisa menyempurnakan puasa wajib di bulan Ramadhan. (Lihat Lathaif Al Ma’arif, Ibnu Rajab, 233)
Alasan lainnya, karena pada bulan Sya'ban tersebut amal-amal shalih di angkat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sehingga Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyukai saat amal shalih beliau diangkat kepada Allah sedang beliau dalam kondisi berpuasa.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amat suka saat amalanku dinaikkan aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Al Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

. . . Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam banyak berpuasa di bulan Sya’ban adalah karena puasa Sya’ban adalah ibarat ibadah rawatib (ibadah sunnah yang mengiringi ibadah wajib) . . .
Mari kita muliakan Sya'ban dengan semestinya dan jangan melalaikannya dari ibadah dan taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Khususnya, bagi saudari-saudariku, kaum muslimah, yang masih mempunyai hutang puasa di tahun lalu, hendaknya segera dilunasi hutang tersebut. Wallahu Ta'ala a'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Doa Tanggal Satu Awal Bulan (Doa Melihat Hilal)


 Doa Tanggal Satu Awal Bulan (Doa Melihat Hilal)

Allahu akbar. Allahumma ahillahu ‘alainaa bil-amni wal-iimaan was-salaamati wal-islaami wat-taufiiqi limaa yuhibbu rabbunaa wa yardhaa. Rabunaa wa rabbukallaahu.
“Allah Maha Besar, ya Allah, tampakkan hilal (bulan tanggal satu) itu kepada kami dengan membawa keamanan, keimanan, keselamatan dan Islam, serta taufik untuk menjalankan apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah.”
Doa ini bukan khusus untuk bulan Muharram atau Ramadhan atau Syawal saja, tapi juga dibaca setiap awal bulan dalam kalendar Hijriah, sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW dalam hadits Nabi berikut:

“Dari Ibnu Umar RA, dia berkata, dulu Rasulullah SAW apabila melihat Al-Hilal beliau mengucapkan doa: "Allahu akbar. Allahumma ahillahu ‘alainaa bil-amni wal-iimaan was-salaamati wal-islaami wat-taufiiqi limaa yuhibbu rabbunaa wa yardhaa. Rabunaa wa rabbukallaahu." Allah Maha Besar, ya Allah, tampakkan al-hilal (bulan tanggal satu) itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, dengan keselamatan dan Islam, serta mendapat taufik untuk menjalankan apa yang Engkau cintai dan Engkau Ridhai. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah”
Hadits tersebut diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ad-Darimi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Kalimith Thayyib no. 162.
Makna doa:
Doa kepada Allah agar menerbitkan dan memperlihatkan hilal kepada kita dengan diiringi keamanan dan iman, serta dengan keselamatan dan Islam. Nabi SAW menyebutkan “keamanan dan keselamatan,” sebagai bentuk permintaan untuk dihindarkan dari segala kerugian dan bahaya.
Dan beliau SAW menyebutkan “Iman dan Islam”, sebagai bentuk permintaan untuk memperoleh segala manfaat dalam bentuk yang paling baik.
Dalam doa tersebut Nabi SAW juga menegaskan “Rabbku dan Rabbmu adalah Allah”. Di sini terkandung nilai tauhid, bahwa Rabb segenap makhluk, termasuk manusia, dan termasuk pula hilal yang sedang terbit itu adalah Allah. Dia-lah satu-satunya Rabb, yakni Pencipta, Pemilik, dan Pengatur alam semesta dan segala yang ada di dalamnya.
Penegasan ini meniadakan adanya sekutu bagi Allah dalam pengaturan alam semesta, termasuk dalam mengatur terbitnya hilal. Menerbitkan, menenggelamkan, dan mengatur peredaran hilal hanya Allah semata. Sebagaimana Allah adalah satu-satu-Nya Pencipta, Pemilik, Penguasa, dan Pengatur seluruh alam semesta, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Di sini juga terdapat bantahan terhadap orang-orang yang menyembah selain Allah, baik matahari, bulan, bintang, ataupun yang lainnya. Padahal segala sesuatu selain Allah adalah makhluk yang tidak boleh dan tidak layak untuk disembah. [taz/voa-islam.com]

Apakah Ada Doa Khusus Saat Memasuki Bulan Ramadhan?

Assalamu 'Alaikum Wr. Wb.
Pak Ustad, Apakah ada doa khusus disunnahkan untuk dibaca saat kita memasuki bulan Ramadhan?
Uni Yeni – di Bekasi
______________________________________________
Oleh: Badrul Tamam
Wa'alaikum Salam Warahmatullah Wabarakatuh
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang dari-Nya semua nikmat berasal. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Uni Yeni yang dirahmati Allah, ada beberapa kebiasaan membaca kalimat-kalimat tertentu dan beberapa macam doa saat memasuki bulan Ramadhan, bahkan beberapa hari menjelang kedatangannya. Sehingga ada anggapan bacaaan-bacaan tersebut memiliki kedudukan dalam syariat Islam. Namun ringkasnya, tidak ada doa khusus yang dibaca saat kita memasuki bulan Ramadhan. Yang ada adalah doa saat melihat hilal. Dan ini berlaku pada seluruh bulan, bukan hanya pada hilal Ramadhan saja.  
Berikut ini kami sertakan satu fatwa seorang ulama yang diakui keilmuannya di tingkat dunia, yaitu Syaikh Shalih bin Fauzal al-Fauzan sebagai jawaban atas beberapa pertanyaan di atas:
______________
Pertanyaan:
Apakah di sana ada doa-doa khusus dari sunnah saat memasuki bulan Ramadhan yang penuh berkah? Dan doa apa yang harus dibaca seorang muslim pada malam tersebut? Mohon beri penjelasan kepada kami, Baarakallahu Fiikum!
Jawaban:
Saya tidak pernah mengetahui adanya doa khusus yang dibaca saat memasuki bulan Ramadhan. Yang ada adalah doa umum berkaitan dengan seluruh bulan. Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, apabila melihat hilal pada Ramadhan dan pada bulan selainnya, beliau membaca:
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
"Ya Allah, perjalankanlah bulan ini kepada kami dengan penuh kebajikan, iman, selamat dan Islam. Rabb-ku dan Rabb-mu (bulan) adalah Allah." (HR. al-Tirmidzi)
Dalam sebagian riwayat lain, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam membaca:
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ ، رَبِّى وَرَبُّكَ اللَّهُ
"Allahu Akbar, Ya Allah perjalankanlah bulan itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, kesematan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (hai bulan) adalah Allah." (HR. Al-Tirmidzi: 9/142 dari hadits Thalhah bin Ubaidillah Radhiyallahu 'Anhu dengan yang serupa. Lihat juga Musnad Imam Ahmad: 1/162 dari hadits Bilal bin Yahya bin Thalhah bin Ubaidillah, dari ayahnya, dari kakeknya. Lihat juga Musnad al-Daarimi: 2/7, dari hadits Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhu. Lihat pula Kitab al-Sunnah milik Abi 'Ashim: 1/165 dari hadits Bilal bin Yahya bin Thalhah bin Ubaidillah, dari ayahnya, dari kakeknya. Lihat pula Mu'jam al-Thabrani al-Kabir: 12/357 dari hadits Ibnu Umar. Lihat pula al-Mustadrak milik Al-Hakim: 4/285 dari hadits Bilal bin Yahya . . . Lihat juga Majma' al-Zawaid wa Mamba' al-Fawaid: 10/139. Lihat Tuhfah al-Dzakirin, hal. 176 dan 177. Lihat Faidh al-Qadiir: 5/136 dan 137, dan Shahih al-Waabil al-Shayyib, hal. 220)
. . . Adapun penghususan Ramadhan dengan doa-doa tertentu yang dibaca saat memasukinya, maka saya (Syaikh Fauzan,-pent) tidak mengetahui adanya satu doapun dalam hal itu. . .
Doa yang dibaca saat melihat hilal tersebut berlaku untuk bulan Ramadhan dan bulan lainnya. Adapun penghususan Ramadhan dengan doa-doa tertentu yang dibaca saat memasukinya, maka saya (Syaikh Fauzan,-pent) tidak mengetahui adanya satu doapun dalam hal itu. Tetapi kalau seorang muslim berdoa agar Allah membantunya untuk bisa menjalankan puasa pada bulan tersebut dan menerima puasanya itu, maka tidak apa-apa. Tetapi tidak boleh menghususkannya dengan doa tertentu. [PurWD/voa-islam.com]

Selasa, 17 Juli 2012

Hukum Percaya Pada Ramalan(bintang, jodoh, nasib, dll) Dalam Islam


1. Shalatnya Tidak Diterima 40 Hari
Disebutkan bahwa shalatnya tidak diterima sebanyak empat puluh hari. Nauzu billahi min zalik. Rasulullah saw bersabda:
Siapa yang mendatangi arraf lalu ia menanyakan sesuatu dan membenarkannya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari.

2. Kufur kepada Agama Islam
Barangsiapa mendatangi Kahin , lalu membenarkan apa yang diucapkannya, niscaya ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw. {HR Abu Daud, at-Tirmidz Ibnu Majah, Ahmad dan ad-Darimi}

Sebab, di antara yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. adalah bahwa hal-hal yang gaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah.

Allah berfirman:
Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib tak ada yang mengetahuinya selain Dia sendiri. Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya. {QS Jin: 26 - 27}

Bahkan Nabi Muhammad saw sendiri tidak mengetahui hal-hal ghaib kecuali yang diberitahukan Allah kepadanya melalui wahyu, karenanya Allah berfirman kepadanya:
Katakanlah, Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah, dan sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

Begitu juga jin, yang oleh para tukang sihir dan dukun dimintai pertolongan, mereka juga tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui hal-hal gaib. Al-Quran menceritakan bahwa jin-jin Nabi Sulaiman alaihis-salam tidak mengetahui kematian beliau.

Maka tatkala ia tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib, tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.

Karena itu, membenarkan para dukun dan peramal yang mengaku mengetahui hal yang gaib- adalah pengingkaran terhadap ayat-ayat yang telah diturunkan Allah.

Jika mendatangi dan membenarkan mereka demikian buruk kedudukannya dalam agama, maka bagaimana dengan para dukun dan peramalnya sendiri? Mereka telah melepaskan diri dan agama dan agama berlepas diri dan mereka, sebagaimana dalam hadits:
Tidak termasuk golongan kami orang yang melakukan tathayyur atau minta di-tathayyur, atau menjadi dukun atau minta dibuatkan perdukunan untuknya, atau menyihir atau minta disihirkan untuknya.

Na 'udzubillahi min dzalik. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang percaya pada ramalan. Amin

Sabtu, 14 Juli 2012

Mari Bersiap-siap Menyambut Ramadhan, Bagaimana Caranya?


Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Ramadhan adalah bulan kebaikan dan keberkahan. Pahala amal di dalamnya dilipatgandakan melebihi hari-hari pada bulan selainnya. Syetan dibelenggu. Pintu-pintu surga dibuka. Sementara pintu-pintu neraka ditutup. Maka sepantasnya kita (kaum muslimin) menyambut Ramadhan dengan penuh semangat. Sebagimana musafir yang menyiapkan bekal perjalannya. Seorang profesional yang menyiapkan keahliannya dengan diklat dan pelatihan-pelatihan. Dan perlu diketahui, sesungguhnya syetan juga menyiapkan godaan-godaan -sebelum ia dibelenggu- dengan berbagai program-program melalaikan, seperti: sinetron, film-film, permainan-permainan, dan semisalnya. Oleh karenanya, kaum muslimin harus benar-benar dalam mengadakan persiapan menyambut Ramadhan ini. Sungguh bahagia orang yang bisa memanfaatkan Ramadhan dari hari pertama sampai terakhirnya.
Bagaimana Menyambut Ramadhan
Pertama, dengan doa. Kita berdoa kepada Allah agar menyampaikan umur kita kepada bulan yang mulia ini. Para ulama salaf telah melakukannya. Mereka berdoa kepada Allah enam bulan sebelumnya agar dipertemukan dengan Ramadhan, lalu enam bulan sesudahnya mereka berdoa agar amal Ramadhan mereka diterima. Karenanya, kita berdoa kepada Allah agar membantu kita dalam mempersiapkan bekal terbaik menyambut Ramadhan dan dalam menjalankan amal-amal shalih fi Syahrin karim (di bulan yang mulia ini).
Kedua, dengan menjaga hati terhadap kaum muslimin. Yakni jangan sampai ada kebencian dan permusuhan antara kita dan saudara muslim kita. Diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
إِنَّ اللهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مَشَاحِن
"Sesungguhnya Allah menilik pada malam nishfu (pertengahan) Sya'ban, lalu mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik atau orang yang cekcok/meninggalkan jama'ah." (HR. Ibnu Majah dan dihassankan oleh Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah no. 1144 dan Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 1016)
Ketiga, Menyambut Ramadhan dengan puasa. Ini termasuk sunnah berdasarkan hadits Usamah bin Zaid Radhiyallahu 'Anhu, beliau berkata, “Wahai Rasulullah! aku tidak pernah melihatmu berpuasa pada satu bulan dari bulan-bulan yang ada sebagaimana puasamu pada bulan Sya’ban.” Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amat suka saat amalanku dinaikkan aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Al Nasa’i. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan, lihat: Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 1012).
Keempat, memperhatikan amal-amal wajib, seperti shalat berjamaah lima waktu sehingga saat Ramadhan tiba tidak ada pahala besar yang luput dari kita. Usahakan sekuat tenaga, jangan sampai ada dosa yang menghambat mengalirnya pahala.
Kelima, membiasakan shalat malam, doa, tilawatul Qur'an sehingga kita tidak melemah di pertengahan jalan. Perlu juga disiapkan waktu khusus untuk tilwataul Qur'an, baik sesudah shalat atau sebelumnya, antara maghrib dan Isya', atau waktu-waktu selainnya.
Keenam, membaca dan mempelajari hukum-hukum puasa dari berbagai kitab, kaset rekaman ceramah para ulama dan dai.
Ketujuh, persiapan untuk dakwah dengan sarana-sarana yang memungkinkan. Misalnya, mengadakan kajian-kajian, menyebarkan buletin dakwah, membagi buku-buku keislaman dan selainnya. Semoga dengan itu banyak orang mendapat petunjuk sehingga kita mendapat pahala dari amal-amal yang mereka kerjakan.
Kedelapan, membiasakan diri dengan akhlak baik dan menjauhi akhlak-akhlak tercela. Ini bisa dengan merujuk kepada kitab-kitab suluk (akhlak) dan bertanya kepada orang-orang shalih perihal akhlak mulia yang diagungkan dalam Islam.
Kesembilan, membuat jadwal kegiatan di Ramadhan, seperti kapan membaca Al-Qur'an, kapan berkunjung ke saudara atau kawan, kapan bersilaturahim, kapan memberikan santunan, sedekah dan semisalnya.
Kesepuluh, ikut andil dalam memberikan hidangan berbuka. Ini bisa dengan mengusulkan kepada pengurus masjid untuk mengadakan buka puasa bersama. Minimal, sekali selama Ramadhan. Lebih baik lagi kalau bisa setiap hari.
Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita mendapai Ramadhan di tahun ini. Memberi taufiq untuk beramal shalih dan berbuat kebajikan sebayak-banyaknya di bulan yang mulia. Memberkahi umur dan waktu kita untuk menghiasinya dengan nilai-nilai hasanah di bulan berkah. Amiin!! [PurWD/voa-islam.com]

Penetapan Awal Ramadhan: Muhammadiyah Jatuh 20 Juli, NU 21 Juli 2012


JAKARTA (VoA-Islam) – Kemungkinan besar, penetapan awal Ramadhan 1433 H, antara dua arus besar NU dan Muhammadiyah kembali berbeda. Meski Ramadhan tinggal beberapa hari hari,  Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan tanggal 1 Ramadan atau hari pertama puasa jatuh pada 20 Juli 2012. Keputusan itu tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Penetapan Hasil Hisab, Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah Tahun 1433 Hijriah.
Dalam maklumat disebutkan, berdasarkan hasil hisab, PP Muhammadiyah menetapkan tanggal 1 Ramadan 1433 H jatuh pada hari Jumat Kliwon atau 20 Juli 2012 Masehi. Adapun hari Idul Fitri 1 Syawal 1433 H jatuh pada hari Ahad Kliwon, 19 Agustus 2012 M.
Berbeda dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) bisa dipastikan akan menetapkan awal Ramadhan jatuh pada 21 Juli 2012. Perbedaan penentuan awal Ramadan itu disebabkan karena adanya perbedaan dalam pendekatan cara penentuan tanggal. Jika Muhammadiyah menggunakan metode hisab rukyah, NU dengan rukyatul hilal.
Rukyatul hilal adalah melihat hilal dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik. Sedangkan hisab adalah metode perhitungan. Sesuai dengan perhitungan, Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 2012 jatuh pada 20 Juli 2012. Sedangkan ormas NU kemungkinan besar sehari setelahnya atau 21 Juli. Pemerintah sendiri baru akan menggelar sidang isbat penentuan awal Ramadan pada 19 Juli mendatang.
Koordinator Pendidikan dan Pelatihan Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Izzuddin menyatakan, pada 29 Sya''ban nanti diperkirakan posisi hilal (bulan) masih di bawah 2 derajat sehingga NU memilih menggenapkan umur Sya''ban menjadi 30 hari. Diperkirakan, posisi hilal masuk kategori sulit dilakukan rukyat atau dilihat dengan mata telanjang.

“Pada 1 Ramadan berpotensi jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012,” katanya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kata Izzuddin, penetapan yang dikeluarkan oleh pemerintah diperkirakan juga sama, yaitu menggunakan metode rukyat seperti halnya yang dilakukan oleh NU. Sebelum penentuan itu, pemerintah akan melaksanakan sidang isbat (penetapan) terlebih dulu,” ujar Izzudin.
Seruan PP Muhammadiyah
Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Penetapan Hasil Hisab, Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah Tahun 1433 Hijriah, yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin ini juga berisi sembilan imbauan, khususnya kepada warga Muhammadiyah untuk mengisi bulan penuh berkah atau Ramadan dengan ibadah dan kegiatan yang bermanfaat.
"Kami mengimbau umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, untuk mengggairahkan dan mendorong anak-anak, remaja, dan angkatan muda untuk meningkatkan ibadah puasa Ramadan dan ibadah-ibadah makhdhah lainnya."
Selain itu, PP Muhammadiyah juga meminta industri hiburan, baik media cetak maupun elektronik, untuk mengedepankan nilai-nilai moral dan kebaikan serta tidak menjual komoditi pornografi dan pornoaksi. 

Say No To Maksiat



Masa remaja, adalah saat dimana kita membutuhkan figur dan suasana serta lingkungan yang baik buat kita tumbuh. Tapi, sayangnya ternyata nggak semua orang bisa mendapatkan yang dia mau.

Dan keadaan itu akhirnya membuat remaja seumuran kita memilih jalan berputus asa dan semakin terpuruk dan menjadi pesakitan. Selain itu, mereka juga memutuskan untuk mengganti jati dirinya menjadi seseorang yang kurang bagus dalam hal akhlak dan perilaku, demi datangnya sebuah perhatian.

Sahabat, Allah SWT, telah mengirimkan contoh teladan yaitu Rasulullah SAW yang seorang yatim piatu. Tidak ada orang tua yang mendampingi untuk berkeluh kesah atau sekedar memanjakan beliau. Saat itu Rasulullah hanya hidup dengan pamannya, Abu Thalib.

Pada awal-awal masa remaja, Rasulullah juga belum memiliki pekerjaan tetap untuk mencukupi kebutuhan hidup. Namun begitu, beliau nggak putus harapan, beliau juga tidak mengeluh. Beliau menggembala kambing di kalangan Bani Sa’ad dan juga di Makkah dengan imbalan beberapa dinar. Beliau menjalani semua itu nggak cuma satu hari dua hari, tapi selama beberapa tahun.

Lihatlah, betapa semua cobaan dalam hidup tetap tidak membuat beliau bersikap tidak baik ataupun sampai terjerumus dan menjerumuskan diri pada hal- hal yang negatif. Beliau tetaplah mempertahankan kemuliaan akhlaknya, seperti yang diceritakan oleh Ali bin Abu Thalib, bahwa Rasulullah pernah bercerita :

Aku tidak pernah tertarik oleh perbuatan yang lazim dilakukan orang-orang jahiliyah kecuali dua kali. Namun dua kali itu Allah menjaga dan melindungi diriku. Ketika aku masih bekerja sebagai penggembala kambing bersama kawan-kawanku, pada suatu malam kukatakan kepada seorang dari mereka : “ Awasilah kambing gembalaanku ini, aku hendak masuk ke kota (Mekah) untuk bergadang seperti yang biasa dilakukan oleh kaum pemuda”. Setibaku di Mekah kudengar bunyi rebana dan seruling dari sebuah rumah yang mengadakan pesta. Ketika kutanyakan kepada seorang di dekat rumah itu, ia menjawab bahwa itu pesta perkawinan si Fulan dengan si Fulannah. Aku lalu duduk hendak mendengarkan tetapi kemudian Allah swt membuatku tertidur hingga tidak mendengar apa-apa. Demi Allah aku baru terbangun dari tidurku setelah disengat panas matahari. Peristiwa ini terulang lagi keesokan harinya. Demi Allah sejak itu aku tidak pernah mengulang hal-hal seperti itu lagi”.

Subhanallah....

Sahabat, banyak dari kita beralasan, “aku begini karena broken home”, “aku bandel karena kurang perhatian dari sekitarku”, “aku jadi rusak karena tidak ada yang membimbingku” dan lain sebagainya. Tapi semua hujatan dan makian kita terhadap keadaan sama sekali tidak membuat kita beranjak dari kesalahan itu sendiri. Kita tetap disana dan “menikmati”.

Sahabat, ketahuilah... memang hidup adalah tentang melewati berbagai cobaan demi cobaan. Banyak dari kita yang mudah tergoda dengan “kesenangan”, karena saking putus asanya menghadapi keadaan.

Padahal, jika kita tahu, sebenarnya semua itu nggak menyenangkan sama sekali. Kita mengira, toh masih muda ini kan, jadi nikmati saja. Tapi sayang banget, nggak ada yang gratis di dunia ini.

Termasuk dengan akibat minus dari setiap perbuatan jelek yang kita lakukan. Walaupun itu atas nama pelarian dari putus asa.

Nah, sayangnya saat kita sudah jatuh pada titik terendah dari kejatuhan kita akibat perbuatan itu, nggak jarang menyalahkan orang tua, keluarga, bahkan siapapun kecuali diri kita sendiri, sebagai akibat dari semua kesalahan yang kita lakukan. Nggak Gentle banget kan.

Maka dari itu tugas seorang pemimpin yang nggak bisa di wakilkan adalah memutuskan. Dan kamu adalah pemimpin dari diri kamu sendiri. So, mengapa kita tidak tegas kepada diri sendiri, dengan mengatakan "NO" kepada kemaksiatan atau perilaku kurang baik apapun yang kita lakukan?.

Dengan begitu kita akan boleh berbangga dengan kemampuan diri kita mendidik diri sendiri. Lihat saja, nggak akan ada ruginya kok, kalau kita buru- buru meng-cut kebiasaan buruk itu secepatnya. Yups, karena semua orang pasti tahu kalau menjadi pribadi yang mengalami kerugian itu, tidak akan menguntungkan dan mendamaikan. Dan siapakah orang yang merugi itu?

Rasulullah SAW Bersabda, "Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung." (HR. Bukhari).

Kalau orang lain bisa, lalu kenapa kita nggak? Bukankah kita semua diciptakan Allah dengan sangat istimewa dan pasti punya keistimewaan tersendiri?.

Kuncinya adalah kesegeraan segera tentukan akan jadi apa dan akan kemanakah jalur hidupmu akan kamu habiskan, dengan mengubah kejelekan dan mengolah kekurangan kita, sehingga kita menjadi pribadi yang pantas dibanggakan, paling tidak oleh diri kita sendiri.

Hidup kan Cuma sekali ini, kenapa nggak membuat yang sangat berarti? Ya, nggak?

(NayMa/voa-islam.com)

Ini Dia Caranya Agar Kamu Jadi Pemenang


Manusia adalah makhluk istimewa. Dan kita semua terlahir dengan dianugrahi bakat yang unik. Dan wajar banget kalau semua orang juga pasti pengen jadi yang Number one dengan bakat, atau keahlian itu. Dan buat meluluskan keinginannya itu, bisanya setiap orang punya cara dan ciri khasnya masing- masing. So, kali ini kita mau berikan beberapa tips yang bisa kamu coba untuk selalu siap tampil jadi yang paling menonjol dan yang paling oke.
1. Konsisten

Ini adalah hal pertama yang kudu kamu lakuin, yaitu kenali apa bakat serta kegemaran kamu, lalu cobalah kamu tekuni itu semua dengan sungguh-sungguh, alias jangan gampang bosen terhadap apapun yang kamu kerjakan, selama hal itu positif.

2. Ahli analisa paling yahud buat diri sendiri.

Selain bakat, manusia terlahir juga dengan kelebihan dan kekurangan. Bahasa kerennya No body's perfect gitu. Dan seorang juara, adalah dia yang paling ngerti tentang kelemahannya berikut cara mengatasinya dan cara menjadikan kegagalan itu sebagai pelajaran berharga. Juga paling kenal dengan kelebihannya, tapi paling tahu gimana caranya bersikap rendah hati.

3. Banyak belajar dan mendengar.

Belajar sebanyak- banyaknya tentang pengalaman serta ilmu dari orang- orang yang lebih pintar, lambat laun akan menjadikian diri kita pintar seperti mereka. Orang yang paling mengetahui teknik menggapai puncak sukses itu adalah calon orang sukses yang tinggal menunggu waktu. Maka jangan sungkan untuk meminta nasihat dan tips-tips positif tentang hal apapun yang menjadikan kamu lebih baik.

4. Jangan mudah menyerah.

Kamu pernah lihat adik bayi yang suka jatuh kalau lagi belajar jalan? ya seperti itulah yang bakal kita rasakan seterusnya dalam hidup. Susah senang, jatuh bangun, ibarat dua sisi mata uang yang nggak bisa dipisahkan. Yang penting, mental seorang juara adalah yang memang sih kadang bisa jatuh, tapi sangat tahu gimana caranya buat bangun dan bangkit kembali. So, dalam hal kebaikan apapun yang kamu lakukan, keep up your spirit ya!!

5. Banyak berdoa

Kalau kamu berharap mendapatkan dengan mudah apapun permintaan kamu, maka cara tercerdas yaitu harus membina hubungan baik dengan yang memiliki dunk, ya nggak?. Maka dari itu, semua hal yang ada di dunia ini adalah milik Allah dan dalam kekuasaan Allah, maka nggak ada jalan lain bagi kamu jika ingin selalu mendapatkan kebaikan, ya kudu banyak- banyak minta sama Allah supaya selalu didekatkan dengan kebaikan dan kebahagiaan, setuju?
(NayMa/voa-islam.com)

Kita 'N Make Up


Di umur- umur kita ini, biasanya penampilan jadi hal yang biasa pertama diperhatikan. Terutama buat yang cewek- cewek. Tapi buat para makhluk adam, mereka juga nggak kalah heboh lho, buat urusan yang satu ini. Makanya, jangan heran kalau pemandangan cowok pergi ke salon adalah hal yang lumrah dan nggak asing buat kita.

Yups, seterusnya pandangan kita tertuju pada apa yang nampak dari badan kita. Mulai dari hidung yang kurang mancung sampai di rela- relain dijepit pakai jepit jemuran tiap mandi, atau mata yang kecil dan sayu yang dipasang- pasangin bulu mata. Bisa juga berupa pipi yang tembem yang di kamuflase pakai bedak, dll.

Tujuan akhirnya, adalah gimana caranya biar muka bisa tetep kece di namapun berada. Alhasil, nggak sedikit yang kemudian make up pun jadi sasaran yang pas buat diandalkan. Nggak perduli amatir ataupun ekspert dalam hal tata rias, tapi kalau keluar rumah judulnya udah pakai make up, hatipun serasa tenang sangat.  
Buat yang cewek, eyeliner, blush on, minyak wangi, lip gloss, sampai penjepit bulu mata, bisa jadi perabotan andalan yang mungkin bakal ada di setiap tas kita. Pernak pernik mulai dari hiasan kepala sampai kaki juga banyak tersedia di toko- toko. Nggak ketinggalan, soal diskon kosmetik, jadi perkara wajib yang harus didatangi.

Friend, nggak ada salahnya kita dandan, namanya juga cewek euy. Tapi sayang banget, saking sukanya dengan dunia yang satu ini, banyak dari kita yang kemudian jadi suka banget belanja, dan masuk ke wilayah tabaruj alias show up keindahan yang kamu punya buat menarik perhatian cowok- cowok dalam hal syahwat.
Gawaaaat!! loh kok bisa?

Yups, may be buat sebagian kamu, perkara ginian cuman sekedar mampir di telinga bentar, habis itu nggak berbekas. Asli friend, ternyata nggak sesimple itu. Nggak percaya? Denger pesan manusia termulia, Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam berikut ini: “wanita mana saja yang memakai wewangian, kemudian dia melewati kaum (laki-laki) agar mereka mencium baunya maka dia pezina” (HR. An Nasa’i, Abu Dawud, At Tirmidzi, Al Hakim, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban)

Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Dua golongan ahli neraka yang belum aku lihat: Orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi, mereka mencambuki manusia dengannya; dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan menggoyangkan kepalanya seperti bergoyangnya punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya itu bisa dicium dari jarak sekian dan sekian” (HR. Muslim)

Ngeri banget kan??

Maka dari itu, sudah saatnya friend kita berpikir realistis dan kembali kedunia nyata, tampil cantik itu nggak harus menor dan bukan urusan tentang make up dan cantiknya wajah, nggak melulu jadi hal yang "wajib" dipikirkan banget- banget. Dengan tampil apa adanya kamu, malah bisa lebih membuat kamu fokus pada apa yang kurang dari kamu dari sisi yang lebih penting, prestasi contohnya. Serius friend, ridho Allah dan masa depan kita adalah hal yang sangat lebih penting untuk diperhatikan ketimbang hanya ngurusi bagusnya badan dan wajah saja.
(NayMa/voa-islam.com)

Remaja Di Dua Kutub


Banyaknya para remaja seusia kita yang punya pemahaman minim tentang islam, yang kemudian bertemu dengan serbuan budaya barat yang menawarkan kebebasan, membuat kita akhirnya jadi ragu tentang dimana seharusnya kita menempatkan diri. Saat dua kutub yang ekstrim berpapasan, kita kemudian mau tidak mau harus memilih dalam menentukan sikap serta kelanjutan kehidupan kita pada salah satu sisi yang menarik di hati kita.

Sebut saja bulan februari yang identik dengan bulan cinta para remaja. Yups, begitulah yang banyak di dengungkan oleh kutub barat. Kebebasan mengekspresikan cinta yang kemudian menghalalkan juga adanya "sesuatu hubungan yang lebih" sebagai kelanjutannya, kemudian banyak menarik minat kita yang masih labil untuk kemudian mencobanya. Seakan bukan hanya udah jadi adat namun bulan cinta itu, disakralkan menjadi "agama" yang harus di puja dan dianut, dan kalau sampai nggak, maka akan jadi dosa.
Sedangkan nggak jarang banyak orang yang kemudian menyandingkan dan membandingkan kebiasaan ini dengan cara- cara ketimuran yang dinilai kurang asyik. Dan selanjutnya aturan- aturan islami, yaitu pernikahan atau ta'aruf pun dilanggar, sekali lagi atas nama mengekang,penuh aturan, dan kuno.

Padahal islam datang justru untuk memuliakan kita. Selain itu, islam datang datang untuk meninggikan derajat kita biar nggak sama dengan hewan.Pikiran dan konsep- konsep yang kebanyakan ditawarkan kutub tetangga sebelah, kebanyakan hanyalah untuk menjauhkan sejauh- jauhnya kita dari sebuah kemuliaan, dan cerahnya masa depan. Contoh aja tentang kebebasan bergaul. Efeknya nggak sepele loh, sebenarnya "hasil"  nyatanya sudah banyak, may be nggak kehitung lagi jumlahnya. tengok saja di kiri kananmu, banyak dari mereka penganut aliran kebebasan hidup yang kemudian terjerumus menjadi pelaku aborsi, pecandu narkoba, hidup luntang- lantung nggak jelas, perokok berat, dll, dsb. Benar- benar kita dilalaikan, sampai kita benar- benar jatuh dan dalam keadaan yang sangat rendah. Dan sayangnya, penutup dari semua itu hanya selesai pada kata menyesal.

Itu belum seberapa, lihat saja betapa banyak adik, saudara, atau teman kamu yang cewek yang dilucuti habis- habisan pakaian mereka. Dan lucunya bukan orang lain yang melakukan, tapi diri mereka sendiri, dan pola pemikiran mereka yang sudah teracuni atas nama kebebasan itulah yang menggerakkan tangan- tangan dan hati para cewek- cewek itu sendiri. lucunya, para orang tua yang melihat semua itu justru mendukung dan berlomba- lomba menjadikan anak mereka menjadi yang "tercantik" dan yang "terseksi".

Friend, sudah saatnya kita cut off semua pemikiran rendah yang direncanakan musuh islam itu. Jangan sampai ini jadi dosa warisan, yang karena kamu nggak mau tahu dan terlalu sibuk dengan urusan duniawimu, kelak ketika kamu sudah jadi ortu, pemikiran yang sama akan kamu wariskan kepada anak- anak kamu. Sudah saatnya kamu bangkit dan dengan tegas, memilih di kutub mana seharusnya kamu berada, dan menghabiskan sisa hidup kamu yang cuma satu kalinya ini.
(NayMa/voa-islam.com)

Cara Menumbuhkan PD dalam Hitungan Detik

Kata orang, percaya diri nggak di dapat dalam hitungan detik. Apalagi kalau orang yang bersangkutan sedang dalam kondisi yang sangat minder. Tapi terkadang, situasi yang mendadak hadir, menuntut kita mau nggak mau harus bersikap sebaik mungkin dalam menunjukkan percaya diri kita. So, kali ini kita akan coba sharing tentang beberapa tips yang dapat meningkatkan rasa percaya diri kamu secara cepat dalam hitungan detik :

1. Tersenyum

Tersenyum bisa beberapa detik membuat kamu lebih rileks, bahkan disaat- saat paling menegangkan sekalipun. Ini karena senyum punya hubungan erat dengan pikiran positif tentang keadaan yang akan kamu hadapi. Dan dengan tersenyum, bukan hanya akan menunjukkan ekspresi ceria di wajah, tapi juga melepaskan hormon endorphin yang membuat perasaan kita bisa lebih tenang, serta meningkatkan sirkulasi darah di wajah. Sehingga dengan tersenyum, kamu akan tampak lebih percaya diri dan siap menghadapi situasi seperti apapun.

2. Kamu adalah bukan tentang standar orang Lain

Kadang orang lain memiliki penilaian yang berbeda- beda tentang diri kita. Dan sekeras apa pun kita mencoba, kita tidak pernah bisa memuaskan semua orang setiap saat. Jangan langsung sedih saat orang menilai kamu negatif. Sadari bahwa semua orang memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk diri kita dan mereka sendiri. Dari pada hanya menghabiskan waktu pada hal- hal yang tidak membangun, maka lebih baik kita memfokuskan diri untuk menjadi yang lebih baik dari hari ke hari.

3. Koreksi diri

Jika kamu telah mengalami sesuatu yang terjadi di luar dugaan, dan ternyata menggoyahkan rasa percaya diri kamu, maka cobalah untuk mereka ulang situasi itu dengan tetap optimis dan berpikir positif. Jangan lupa, di akhir cerita, koreksi diri juga harus tetap dilakukan, karena siapa tahu kedepannya nanti kamu akan mengalami situasi yang sama. Dan ketika hal itu terjadi, di harapkan kita bisa menanganinya dengan lebih baik.

4. Bicaralah Perlahan

Ini adalah sebuah tips sederhana supaya kamu kelihatan lebih PD, yaitu dengan berbicara perlahan. kalau kamu ingin mengungkapkan suatu ide dengan berbicara terlalu cepat, maka nggak akan banyak kesempatan buat kamu untuk memikirkan apa yang akan kamu katakan selanjutnya. Memberi jeda saat bicara juga bisa membuat lawan bicara kamu merasa lebih nyaman dan membantu mereka mencerna apa yang kamu katakan.

5. Rapikan penampilan.

Memang, kecantikan fisik bukanlah segalanya. Namun fakta bahwa penampilan seseorang memainkan peranan penting dalam membangun rasa percaya diri, juga nggak bisa diabaikan.Kerapian yang kamu tunjukkan, paling tidak akan sedikit menggambarkan tentang jati diri kamu dihadapan orang lain.

6. Ikut Ambil Bagian

Betapapun kamu nggak pede dengan kemampuan kamu, tapi tetap berusahalah untuk ikut ambil bagian di dalam kegiatan tersebut. Walaupun kamu merasa nggak banyak yang bisa kamu lakukan, atau kamu katakan, tapi tetaplah pikiran dan sumbangsih kamu sangat berharga bagi orang-orang di sekitar.Paling tidak kamu sudah mencoba kan? siapa tahu dengan sebuah memulai itu, kamu akan berproses menuju yang lebih baik. Insyaallah
7. Berdoalah selalu

Dengan berdoa, bisa membantu kita untuk mundur sesaat dari situasi yang serba cepat dan mencari bantuan dari Yang Maha Kuasa, Allah subhanahu wata'ala. Dengan konsep penyerahan diri setelah melakukan persiapan terbaik kita, itu akan lebih melegakan diri sehingga kamu akan lebih termotivasi untuk berhasil.
(NayMa/voa-islam.com)

Berhala Idola Remaja Yang Makin Merajalela

Pernah nggak membayangkan, apa yang bakal terjadi saat kamu melihat seorang selebritis yang biasa wara-wiri di tivi, eh tiba- tiba hadir di depan kamu?.
Seperti yang udah- udah, biasanya banyak orang bakalan jadi kamseupay dadakan, atau paling minim teriak- terak histeris minimalis dan minta foto bareng. Nggak jarang juga, yang awalnya pada diem jadi ikut- ikutan heboh sendiri dan minta tanda tangan.

Kita juga sudah nggak heran dengan pemandangan seorang anak muda yang kamarnya dipenuhi dengan berbagai gambar idola mereka.  Nggak berhenti sampai disana, gaya hidup, cara bertingkah laku, sampai kejadian kecil sang idola juga nggak habis- habisnya ditiru oleh mereka.

Memang ada ada saja yang dilakukan oleh para remaja yang mengaku fans dari para selebriti itu. Sampai- sampai yang mereka lakukan kadang sampai nggak masuk di akal sehat.
Nggak percaya? Lihat saja ulah Sadis yang dilakukan seorang gadis 20 tahun bernama Angelina Barnes. Dia tega membunuh kucing peliharaannya sendiri dengan sadis, cuma biar bisa merias wajahnya dengan darah kucingnya agar mirip dengan Lady Gaga yang dipujanya.
Menurut Kfor-TV, sang fans berat lady gaga ini menenggelamkan kucing peliharaannya ke bak mandi, memutilasi dan menggunakan darah kucing itu untuk melumuri wajah dan tangannya sebagai riasan. Hal itu dilakukannya tepat sebelum dia melihat konser sang idola.
Hati si kucing malang yang dibunuhnya itu ditemukan dalam ini dalam tas rias sang gadis. Dan akhirnya atas perbuatannya itu, Barnes yang berasal dari Oklahoma City bakal dijerat dengan tuduhan kekejaman terhadap hewan dengan membunuh secara sadis.

Contoh lain juga yang nggak kalah parah, yaitu yang menimpa 12 Fans Super Junior (SuJu) yang biasa di sebut ELF di Twin Plaza Hotel, Jakarta Barat. Mereka pada pingsan saat antre tiket konser boyband asal Korea Selatan tersebut.
Mereka rela sampai pingsan seperti itu karena pingsan karena kepanasan dan belum makan. Padahal harga tiket yang ditawarkan nggak murah juga loh, dari mulai "Junior Sky Seat (free seating)  seharga Rp500 ribu", sampai "Super Box and Super Fest (free standing) seharga Rp 1,7 juta"

Apa yang dilakukan seorang fans Arsenal, Suleyman Alphonso Omondi, juga nggak kalah "aneh". Pria asal Kenya itu sampai gantung diri di balkon rumahnya dengan memakai kaos tim Arsenal, gara- gara tim Arsenal dikalahkan Manchester United dan tersingkir dari Liga Champions.
Menurut cerita temannya, mereka menonton pertandingan Arsenal VS MU di pub. Ketika Arsenal kalah, Suleyman pulang dengan menggerutu dan menangis. Setelah itu dia ditemukan sudah tergantung di balkon rumahnya. Astagfirullah, miris banget kan?

Kemunculan fenomena idola saat ini memang sudah kelewat batas. Dan jangan salah Friend, hal ini jelas bukannya tanpa tujuan. Pastilah di balik sebuah rencana yang besar tersimpan tujuan yang besar pula. Lalu apa sih tujuannya, kokkamu- kamu di suguhi tontonan idola yang nggak ada habisnnya setiap hari ini?.
Yang pasti dan satu- satunya adalah menjauh mengalihkan perhatian kamu semua sebagai tunas Islam, dari perjuangan mempertahankan dan menegakkan nilai- nilai islam. Dan kenapa kudu kamu yang remaja? karena pada dasarnya seorang remaja membutuhkan seorang figur yang ingin di contoh.
Yups, dengan adanya idola ala mereka, kamu akan meniru semua gaya dan apapun tentang mereka. Dan nggak jarang mereka menggunakan sang idola yang juga beragama Islam, tapi gaya hidupnya liberal, dan serba materialistis.

Sadarkah kamu Friend, Idola yang di sodorkan ke kamu sekarang, kebanyakan cuman khayalan dan penipuan. Padahal islam sudah jelas- jelas punya tokoh teladan yang nyata dan prestasi serta karya mereka nggak main- main loh.

Salah satunya adalah Imam Syafi’i. Beliau yang bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Idris As Syafi’i ini, saat berusia 9 tahun, beliau telah menghafal seluruh ayat Al Quran dengan lancar bahkan beliau sempat 16 kali khatam Al Quran dalam perjalanannya dari Mekkah menuju Madinah.
Di usia 15 tahun, beliau telah duduk di kursi mufti kota Mekkah. Contoh yang lain adalah Zaid bin tsabit yang di usia 11 tahun dalam waktu sangat singkat dia dapat menuliskan dan menghafal 17 surat Al-Qur'an.
Disamping itu, Beliau juga dipercaya sebagai sekretaris untuk menuliskan dan menghafal wahyu yang baru diterima Rasulullah, Zaid pun mendapat tugas dari Rasulullah untuk mempelajari bahasa Ibrani dan Suryani, dua bahasa yang sering dipergunakan musuh Islam pada waktu itu.
Kedua bahasa ini dikuasai oleh Zaid dalam waktu sangat singkat, 32 hari!.Luar Biasa kan?
Tengok juga Ibnu Sina yang berhasil menghafal Alquran pada usia7 tahun dan memahami metafisika pada usia 8 tahun. Dan Ketika menginjak 18 tahun, Ibnu Sina telah berhasil menguasai semua bidang ilmu diantaranya ilmu hikmah, kedokteran, matematika dengan berbagai cabangnya.
Beliaulah juga yang menemukan peredaran darah manusia dan anatominya, 600 tahun sebelum Wiliam harvey, dan penemu pengobatan lintah yang justru populer di Eropa pada abad 18.Dan masterpiece beliau dalam bidang kedokteran adalah terciptanya Kitab Al-Qanun adalah salah satu karya beliau yang melegenda.
Kitab ini berisi kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Saking pentingnya, kitab tersebut sampai kini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Inggris, Prancis dan Jerman. Dan hebatnya lagi, kitab Al- Qanun bahkan pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas-universitas Eropa.

Dan satu-satunya panutan sejati, satu-satunya, dialah Muhammad sang Rasul. Manusia mulia yang setiap namanya disebut, malaikat, langit dan bumi, bersolawat untuknya.

Friend, sekaranglah saatnya generasi Islam membebaskan diri dari pesona idola-idola palsu. Para selebritis itu nggak membangkitkan hidup kamu. Mereka nggak akan membawa kamu semua pada kebaikan di dunia dan akhirat.
Sudah saatnya kamu kembali mencontoh teladan sejati, ilmuwan-ilmuwan dan para kesatria Islam, dan Panglima kita, Rasulullah Muhammad SAW, solawat dan salam atasnya.
Mumpung masa muda kamu belum terlewatkan, InsyaAllah masih ada kesempatan buat kamu untuk berbenah diri. Saatnya menjadi Remaja Islam Sejati!